Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Cuek


__ADS_3

"ini Tuan" sembari menyerahkan sebuah map.


"ini siapa?!" memperlihatkan sebuah foto.


"Ini istrinya. Ini anaknya. ini saudara perempuannya" Sambil menunjuk ke sebuah foto.


"Kenapa kau menunjukan semua ini? Bukan kah kau ahli di bidang ini jay" Menyandarkan kepala di kursi.


Apa otakmu sudah mulai melemah jay.


"Apa perlu cara lama Tuan?"


"apa yang membuat mu ragu jay?"


"Tidak tuan"


"Sepertinya keahlian mu sudah mulai pudar jay. Apa perlu aku turun tangan?"


"Akan saya bereskan Tuan"


Baiklah sepertinya akan lebih baik aku turun tangan langsung, tanpa menunggu informasi orang orang yg tidak berguna itu.


Anton adalah karyawan di perusahaan cabang Wijaya groub. Dia sudah bekerja cukup lama disana. Hanya saja dia baru saja di angkat menjadi manager cabang. Tapi dia sudah menjadi tersangka atas bocornya data perusahaan dan penyebaran rahasia penting ke perusahaan musuh wijaya groub.


_____________________


Hari ini Tania sudah berdandan cukup rapi, Dia mengunakan jeans dan kemeja warna pink, menggunakan snekers putih, jam tangan, tidak lupa dia mengkuncir rambutnya, simple tapi tetap terlihat menarik. Ia akan pergi kesebuah acara pembukaan gedung kampus yang baru. Karna ia merupakan salah satu mahasiswa baru yang mendapatkan beasiswa ia juga turut hadir. Akan banyak tamu tamu penting yang akan hadir, seperti wali kota, gubernur dan juga pengusaha yang bekerja sama dengan Wijaya grub.


Telpon genggam miliknya berdering.


"hallo."


"Tania aku udah di depan ya"


"Loh kaka ngapain di depan?" menyipitkan mata.


"Hehehe kaka mau ngantar kamu ke acara itu"


"ya ampun kak, ngapain repot repot sih"


"gak papa Tania. Kebetulan aku ada kerjaan di daerah sana"


"baik lah. sebentar ya kak"


Ferdi memang sudah berencana akan mengantar Tania ke acara tersebut. Karna tadi malam ia menelpon Tania.


Tidak berselang lama ia sudah keluar dari kamarnya mengunci pintu dan melangkah menuju mobil yang sendari tadi sudah menunggu, tak luput dia memasukkan jas almamater kedalam tasnya.


"maaf ya kak, jadi ngerepotin" sambil duduk.


"nggak kok. Akunya aja yang pengen di repotin hehehe"


"kaka ganteng banget pakai seragam gini"


Pernah sekali aku melihat foto keluarga kaka dengan pakaian itu. Ternyata saat melihat langsung seperti ini jauh lebih tampan.


"Kamu juga manis banget pakai baju warna itu"

__ADS_1


Seketika wajah Tania berubah merah. Ada rasa senang campur malu saat Ferdi mengatakan itu.


Sesampainya di Hotel tempat acara. Ia pamit dan mengucap terimakasih. Kakinya melangkah masuk dan bertanya ke resepsionis. Atas petunjuk dari resepsionis dia masuk kedalam lift dan menuju kesebuah ruangan yang bisa dikatakan seperti aula. Terlebih dahulu dia pergi ke toilet untuk merapikan diri sebentar. Saat keluar dari toilet.


bruakk


"aaww" ringis Tania kesakitan.


"Kamu punya mata nggak sih?!"


"Maaf Tuan saya nggak sengaja"


"Makanya jalan pakai mata" Sambil meninggalkannya yang masih bengong.


Jalan pakai kaki bukan mata, eeh tunggu bukannya dia yang buru buru dan nabrak aku ya, kenapa aku yg minta maaf, lagian ngapain dia kesini ini kan toilet wanita, iihh dasar aneh


Kakinya melangkah masuk. Duduk di kursi yang sudah di sediakan. Didepannya sudah lengkap dengan bunga bunga. Matanya melirik ke kanan dan kekiri,


"wahh ternyata ada beberapa artis juga di undang, beruntung sekali aku bisa ikut acara yang berkelas ini" gumannya dalam hati.


Acara di mulai.


Saat nama pemilik perusahaan di panggil semua tamu wanita berteriak histeris, bahkan artis yang tadi di kaguminya juga ikut berdiri dan berteriak histeris. Mungkin di ruangan itu hanya Tania lah satu satunya wanita yang tidak berteriak.


"Bukannya dia tadi orang yang marah marah saat di toilet? Iihh Semua orang antusias banget, padahal sifat aslinya, ampun dah" gerutunya dalam hati.


Acara selesai. Dia begitu menikmati pertunjukan demi pertujukan yang di tampilkan. Di acara terakhir. Beberapa orang sudah mulai merapikan rambut, bedak dan lipstiknya.


Saat Tuan Muda Raka Turun dari podium, seketika wanita berlarian kearahnya untuk meminta foto bersama.


"Tuan Raka.." Teriakan memenuhi ruangan.


Tania yang sedari tadi sudah mulai bosan, ia bahkan tidak tertarik. Ia melirik ke arah jay.


"Bukan kah dia orang yang sudah membentak bentak bapak supir kemarin?? oo dia sekretaris nya Tuan Muda itu?? dan itu dia Tuan Muda Raka yang dari tadi paling di agung kan di ruangan ini. Iiihh Mereka belum tau aja kelakuan yang kedua orang ini, Sombong dan arogan" gumannya dalam hati.


Ia melihat jam di tangannya. Entah sudah berapa kali ia sudah melakukan hal yang sama. Semua orang sedang asik mendekat kearah Tuan Raka. Dia malah menjauh. Bahkan sempat saat ia beradu pandang dengan Tuan Raka, ia Bahkan memperlihatkan ketidak tertarikan nya kepada Raka.


"Sepertinya sudah tidak ada hal penting lagi disini. Lebih baik aku pulang aja. Daripada hanya melihat mereka di perebutkan gadis gadis ini. membosankan" gumannya lagi.


Dia berdiri, keluar dan pulang.


"Jay"


"ia Tuan"


"Kamu lihat Gadis tadi"


"ia Tuan" menyipitkan mata.


"Kau tau maksudku?"


"Akan saya selidiki tuan"


Kenapa Tuan penasaran dengan gadis itu? apa yang sudah ia perbuat?


*

__ADS_1


Menyandarkan kepalanya dan memandang kearah luar dari kaca mobil yang transparan.


"Bagaimana kabar mama?"


"Seperti biasa Tuan. Dia masih sering menanyakan apa tuan sudah memiliki kekasih"


"Apa dia tidak bosan dengan pertanyaan itu"


"Menurut informan kita, Nyonya akan menjodohkan Tuan dengan anak temannya"


" ha ha ha"


hanya tawa yang keluar dari mulutnya membuat Jay mengerutkan kening nya.


*


Keesokan hari nya


"Jadi dia orangnya?!" berbicara dengan seseorang lewat telpon.


"ia Tuan, saya sudah periksa semuanya. Dan alamatnya juga sudah benar"


"Baik, saya akan kirimkan kamu bonus untuk hasil kerjamu ini"


Telpon di matikan.


Ia berjalan keluar dari ruangan itu dan menuju ruangan yang ada tepat di sebelahnya. Meletakkan semuah map besar.


"Saya sudah menemukan informasinya tuan"


sembari membuka map dan memperlihatkan data dan sebuah foto.


"jadi??!!" menyentuh berkas yang di depannya.


"Gadis yang Tuan lihat di acara kemarin adalah mahasiswa universitas xxx, dia salah satu mahasiswa yang berhasil menerima beasiswa tahun ini"


"Jadi dia masih mahasiswa yang kita beri bantuan" Sambil tertawa "Sombong sekali dia"


Aku penasaran, seperti apa orangnya yang tidak mau melihat kearah ku ini bahkan memperlihatkan bahwa ia tidak menyukai ku.


"Dan lebih mengejutkan lagi, ternyata dia saudara perempuan nya Anton" Sambil mengambil foto yang tempo hari di tunjukkan nya kepada Raka untuk memberi perbandingan.


"Ha ha ha dunia sangat kecil bukan jay" sambil tertawa seolah olah sedang merencanakan sesuatu.


Sekretaris Jay bingung dengan Tingkah Tuan mudanya.


"Sudah lama sekali kita tidak mendapatkan hiburan jay"


"Baik tuan saya akan siapkan"


Apa yang kau rencanakan kali ini Tuan


*


"Apa kau mengerti apa yang sudah saya katakan?"


"Baik Sekretaris Jay. saya akan segera kesana" sembari menutup telpon.

__ADS_1


Apa yang akan terjadi kali ini. Kenapa aku sangat cemas sekali. Kenapa sekretaris jay memintaku datang? apa sedang terjadi sesuatu? apa aku akan menerima hukuman ku? sudah lah sebaiknya aku menemui sekretaris jay.


__ADS_2