Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Cara meminta Maaf yang benar.


__ADS_3

Jantung Tania semakin berdetak tak karuan saat Raka meninggalkan podium dan mendekati nya. Raka mengulurkan tanganya agar Tania menggapai nya.


Tania tersenyum, namun jelas terlihat senyuman nya menggambarkan bahwa ia tidak siap dengan semua yang terjadi hari ini.


Ada apa ini, kenapa dia menarik tangan ku. apa kami akan pergi ke podium bersama?? tunggu, tidak mungkin. Dia tidak suka kalau hubungan kami di ketahui publik. Tenang Tania, tenang.



Raka menggemgam tangan Tania dan membawa nya ikut bersama nya ke podium mini tersebut,


Tania hanya menurut saja namun dengan perasaan tidak bisa di gambarkan lagi. Ekspresi yang tidak karuan, tersenyum pias namun dengan kaki bergetar ia berusaha menutupi nya dengan senyuman termais nya.


Setelah tiba di depan, ia melihat ke depan, betapa kaget nya ia. Didepan nya kini banyak orang orang yang jelas jelas ia kenal,


Mama, kak anton beserta keluarga nya, kak ferdi beserta keluarga nya, Cindi dan sekretaris Jay. Tommy dan dan yang lain. Dan masih banyak lagi yang tidak ia kenali, merupakan teman bisnis Raka dan keluarga nya.


Tunggu, ada apa ini?? Mereka semua ada disini? Jadi dari tadi aku duduk disini tanpa mengetahui keberadaan mereka, bagaimana bisa mereka tidak menggeluarkan sepatah kata pun.


Di baris depan sudah banyak kamera yang sedang meliput mereka dan menyiarkan nya di stasiun televisi dan juga di internet. Siapa lagi yang memberikan perintah kalau bukan Sekretaris Jay.


Saya selama ini tampil di depan publik tidak pernah mau membawa urusan pribadi namun kali ini saya ingin sekali memperkenalkan seseorang.


Membalikkan badan berhadapan dengan Tania, membuat wajah Tania menjadi tegang, kaki bergetar.


Apa yang sedang kau rencanakan Raka, apa apan ini semua, kenapa kau tidak mengatakan nya terlebih dahulu agar aku bisa mengatur ekspresi seperti apa yang akan aku tunjjukan sekarang.


Seorang wanita yang berdiri di depan saya sekarang adalah istri saya. Kami sudah menikah beberapa bulan yang lalu. Saya ingin semua orang tau, bahwa saya sangat mencintai isti ku,


Langsung memeluk Tania dan suara tepuk tangan yang meriah dari bangku penonton. Namun berbeda dengan Tania, ia terbelak wajah nya bengong walaupun sudah di peluk oleh Raka.


"Katakan ini tidak mimpi" ucap nya pelan masih dalam berpelukan.


"Aku sangat mencintai mu Tania" ucap Raka lagi namun kali ini hanya mereka berdua yang bisa mendengarkan


Raka melepaskan pelukan nya.


Ia menyetuh ke dua tangan Tania,


"Ini belum selesai sayang" Ucap Raka membuat Tania mengerutkan kening.


Raka menarik Tania ke tengah para tamu.


Tania kembali menunjukkan ekspresi nya yang kaget,


Aku? ulang tahun? Benar kan? ia aku memang ulang tahun hari ini, astaga... ulang tahun ku sendiri saja aku bisa lupa,

__ADS_1


Sebuah kue yang berukuran cukup besar sudah ada disana, Tamu yang tadi nya duduk kini berdiri kini sudah membentuk lingkaran dan bertepuk tangan sambil menyerukan


Happy Birthday to You


Happy Birthday to You


Happy Birthday, Happy Birthday Happy Birthday to you


Tania menutup sebagian wajah nya dengan ke dua tangan nya. Ia benar benar tidak mengira mendapat surprice yang sangat meriah dari orang yang ia sayangi.


"Selamat ulang Tahun sayang" Ucap Raka seraya mencium kening Tania.


Dengan cepat Tania memeuluk Raka dengan sangat erat, ia meneteskan air mata, namun hari ini air mata yang menetes adalah air mata bahagia.


"Terimakasih" ucap nya dengan suara yang bergetar, ia merasa semua ini masih seperti mimpi.


Orang orang masih belum berhenti bernyanyi selamat ulang tahun.


Ia melepaskan pelukan nya, kemudia ia tersenyum lebar.


Acara potong kue dan yang lain nya di laksanakan dengan penuh haru, Setelah selesai acara potong kue kini acara makan malam dan juga acara bebas,


"Selamat sayang" Ucap mama Sarah ketika mendekati Tania.


"Mama tidak mau ketinggalan momen seperti, kapan lagi mama bisa melihat anak mama menjadi bucin seperti ini" membuat Raka ikut bereaksi


"Mama " ucap Raka malu.


"Kamu tau nak, Raka itu persis seperti papa nya dulu, dia sama sekali tidak bisa kamu tebak" menaikkan ujung bibir nya.


"Mama benar, dia susah di tebak" melirik Raka.


Apa lagi untuk hal ini, siapa yang bisa menebak nya.


"Jadi kamu nikmati saja nak, bagaimana menyebalkan nya dia" sambil tertawa menjauh dari mereka karna ia tau Raka akan bereaksi.


"Ternyata bukan hanya aku yang mengakui itu" menaikkan ujung bibir nya,


"Kamu bilang apa?!" tatapan tajam, membuat Tania tersenyum memelas.


Barusan saja aku membuat mu tertawa senang, sekarang kau mengatakan aku menyebalkan.


Tania tertawa


"Tidak sayang, aku hanya bercanda" dengan wajah memelas.

__ADS_1


"Tidak bisa, kau harus meminta maaf yang benar" menaikkan wajah tegas.


"Maksud nya?" mengerutkan kening.


Kan kan kan kau memang benar benar menyebalkan


"Kau harus meminta maaf yang benar nanti, dan juga aku mau lihat bagaimana kau berterima kasih kepada ku" berbibisik di dekat kuping Tania.


Ucapan Raka membuat Tania merinding.


Apa lagi sih maksud nya??! Dia mau apa cobak.


"Terimakasih sayang" dengan senyuman terpaksa.


"Tidak begitu, lagian aku mau mendengar ucapan terimakasih mu saat kita sudah ada di kamar nanti" ucap pelan seraya pergi meninggalkan Tania dengan wajah bingung nya. Namun Raka berjalan dengan senyum licik nya.


Apa lagi rencana mu Tuan Raka yang menyebalkan, kau benar benar susah di tebak ya, Tadi kau membuat ku menangis terharu, sekrang kau sudah membuat ku kesal.


Raka menghampiri Rekan bisnis nya.


Tania dengan wajah bingung masih berdiri di tempat.


"Cie.. Cie..." Ucap Cindi yang tidak tau sejak kapan dia berada disana.


"Cindi, apaan sih" wajah memerah


apa dia mendengarkan ucapan Raka barusan, aahh ini memalukan.


"Bagaimana? Are you happy?!" Tanya Cindi sambil meminum minum yang dia bawa di dalam gelas.


Tania tersenyum.


Syukur lah seperti nya dia tidak mendengar nya.


"Bukan kah kaka ku cukup Romantis?!"


"Apakah itu ide mu?" penasaran.


Karna tidak mungkin juga dia punya ide sendiri seperti itu jika bukan karna ide mu.


"Aku juga tidak mengerti jalan pikiran mereka berdua." membalikkan badan, kini mereka bisa melihat Raka dan sekretaris Jay sedang berbicara kepada rekan bisnis nya di kejauhan.


"Kau lihat mereka, bukan kah mereka hampir mempunya sifat yang sama??!!" Tanya Cindi tatapan tajam kearah Jay.


"Kau benar, apa mereka berdua yang sudah merencanakan ini?!" Tanya tania dengan tetap memandangi Raka yang agak jauh dari mereka berdiri.

__ADS_1


__ADS_2