Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Kekayaan Ku.


__ADS_3

Cindi duduk di sofa masih mengenakan handuk. Ia menunggu Jay membawakan nya pakaian. Ia masih mengingat kejadian barusan di kamar mandi.


"Apa yang kau pikirkan?!" Tanya Jay seraya meletakkan paper bag di atas meja karna melihat Cindi seperti memikirkan sesuatu.


"Kau sudah datang" Ucap Cindi kaget,


Ia mengambil paper bag dan langsung mengenakan pakaian.


Wahh baju nya bisa pas begini. Dia tau ukuran ku padahal aku tidak mengatakan nya.


"Aku sudah pesan meja. Kita serapan" Seru Jay kepada cindi yang masih mengenakan pakaian.


"Aku takut pulang" Ucap Cindi seraya duduk di samping Sekretaris Jay.


"Kenapa?!" Langsung menghadap Cindi.


"Bagaimana kalau mereka tau kalau aku .."


"Sstt" meletakkan jari nya ke bibir Cindi "Kita pulang bersama"


"Maksud mu?!" mengerutkan kening.


"Menikah lah dengan ku?!" tanya Jay dengan sedikit terbata.


"Apa??!" mata membulat.


"Aku akan menjaga mu. Aku berjanji akan selalu memberikan kebahagian untuk mu" Ucap nya sambil mencium tangan Cindi.


"Tapi aku masih sekolah dan "


"Kita bicarakan itu Nanti. Sekarang aku hanya ingin menikah dengan mu." Mengelus tangan Cindi.


Cindi terdiam. Ini benar benar di luar dugaan nya.


Apa ini tidak terlalu cepat, Apa yang akan keluarha ku katakan nanti. Bagaimana kalau mereka melarang. bagaimana kalau aahh kenapa jadi begini


"Apa kau tidak mempercayai ku?!" mengerutkan kening


"Bukan, hanya saja aku..." berhenti.


"Apa yang kau takut kan?!" Tanya Jay sambil melihat wajah Cindi.


"Aku mengkwatirkan masa depan ku Jay" Ucap Cindi pelan.


Ia pun tersenyum.


"Apa kau mengkwatirkan kekayaan ku?!" Sambil tersenyum "Aku mengerti itu"


Kemudian ia memeluk Cindi.


"Apa perlu seluruh harta ku, ku ubah menjadi nama mu?!" Tanya nya masih memeluk Cindi.

__ADS_1


"Bukan begitu"


"Apa kau tau seberapa banyak kekayaan ku?!" Tanya Sekretaris Jay menggoda Cindi.


"Memang sebanyak apa??!" penasaran.


"Meskipun aku hanya seorang sekretaris. Tapi harta ku mungkin 10x lipat dari harta Tuan Johan sendiri" melepaskan pelukan.


"Apa??! Harta papa??!" teriak cindi.


Dia pasti berbohong.


"Ha ha ha Tuan Raka selalu membuat saham ku di semua perusahaan yang dia miliki, walaupun aku selalu menolak tapi dia tetap membuat nya. Saham Wijaya Groub sebesar 20% adalah milik ku" Jawab nya santai.


"Aku bekerja untuk nya bukan karna uang. Tapi karna janji ku kepada Orang tua nya dulu. Aku harus menjaga dan melindungi nya. Kini tanggung jawab ku sudah bertambah." jawab nya seraya melirik Cindi.


"Bertambah karna apa?!" tanya Cindi bingung


"Karna aku sudah mencintai adik nya. Dengan begitu Aku akan menjaga mu sepenuh hati ku" ucap nya sambil tersenyum.


Kata kata Sekretaris Jay membuat Cindi meneteskan air mata.


"Aku mau menikah dengan mu" Jawab nya dan langsung memeluk Sekretaris Jay.


*


"Jadi kalian??!!"Teriak Tania kaget.


"Kecilkan suara mu. Jika tidak kak Raka bisa dengar bisa tamat riwayat ku" Seru nya sambil menutup mulut Tania.


"Itu terjadi begitu saja. Aku lupa diri" menundukkan kepala.


Tania berdiri dan menarik tangan Cindi.


"Sekarang ikut aku" Dengan nada kesal.


"Kita kemana??!" nada kwatir.


Jangan katakan kau akan mengatakan semua nya kepada Kak Raka.


"Sudah lah, kau diam saja. Ikuti apa yang aku katakan" Ucap nya masih menarik tangan Cindi.


Tania membawa Cindi kembali masuk ke dalam ruangan Raka. Setiba nya di dalam Ia melihat Jay duduk di sofa dan Raka duduk di kursi kebesaran nya seperti sedang berpikir keras.


Seharus nya kalian berpikir sebelum berbuat seperti ini. Setidak nya itu akan membuat kalian tidak dalam masalah nanti nya.


"Kita temui keluarga Cindi sekarang" Seru Tania membuat Raka mengerutkan kening


"Maksud mu?!" Tanya Raka bingung.


"Sayang dengarkan aku. Kita tidak berhak melarang jika mereka saling mencintai. Sekarang sebaik nya Cindi dan Sekretaris Jay meminta restu kepada keluarga nya" dengan nada tegas.

__ADS_1


"Sebelum ke arah sana. Aku mau bertanya kepada Cindi" Melihat ke arah Cindi yang sedang menunduk "Kau tidak perlu takut, Jawab dengan jujur. Apa kau mencintai Jay??! Apa kau tidak sedang di ancam?!" dengan nada jelas.


Cindi mengakat kepala dan melihat Raka.


"Aku mencintai nya Kak. Dia mungkin terlihat sangat kejam. Tapi selama ini dia melayani dan menjaga kaka sepenuh hati nya. Dengan begitu aku juga yakin dia juga kelak bisa menjaga ku seperti dia menjaga kaka" Ucap Cindi membuat Raka, Sekretaris Jay dan Tania terharu.


"Apa kau siap menerima segala sesuatu nya Kelak. Karna di dalam pernikahan akan banyak sekali tantangan." Tanya Raka seraya mendekati Cindi.


"Aku siap kak" Ucap Cindi tegas.


"Pergi lah minta restu dari Om dan Tante" seraya menyentuh bahu Cindi.


Dengan Cepat Cindi memeluk Raka.


"Terimakasih Kak" Ucap nya bersemangat.


Kemudian Jay dan Cindi berpamitan untuk pergi menemui orang tua Cindi.


Setelah mereka pergi Raka hendak kembali duduk di kursi nya, namun ia melihat Tania dengan tatapan kosong duduk di sofa. Ia menghampiri nya dan kepala Tania.


"Apa yang sedang kau pikirkan ?!" Tanya Raka seraya duduk di samping Tania.


"Tidak ada" Jawab nya Cepat.


"Benar kah?!" Tanya nya ulangi


Kenapa raut wajah nya menjadi murung. Apa yang sedang dia pikirkan.


"Aku lelah. Aku mau istirahat sebentar" Langsung berdiri.


Tanpa pamit Tania langsung meninggalkan Raka di ruangan nya. Ia langsung menuju kamar. Sesampai nya di kamar ia langsung merebahkan diri. Namun kini air mata nya sudah menetes.


Seandai nya dulu kau meminta ijin kaka ku untuk menikahi ku mungkin semua akan berbeda, tapi kau tau nya mengancam kaka dan aku, hingga akhir nya mau tidak mau aku harus menikahi mu.


Raka tiba tiba membuka pintu. Ia merasa ada yang Tania sembunyikan dari nya. Karna penasaran ia mengejar Tania ke dalam kamar.


"Kenapa kau menangis?!" Tanya Raka seraya menghapus air Mata Tania yang sudah membasahi pipi nya.


"Tidak apa apa "


"Apa aku menyakiti mu?!" menatap Tania.


"Tidak"


"Jadi kenapa kau menangis?!" mengerutkan kening.


"Aku hanya mengingat bagaimana pernikahan kita dulu. Kau bahkan tidak pernah meminta ijin dari kaka ku" jawab nya dengan air mata kembali menetes.


"Mungkin jalan nya sudah harus seperti itu. Jika tidak begitu kau tidak akan pernah jadi milik ku" Jawab nya sambil tersenyum.


Tania terdiam.

__ADS_1


"Jika aku menunggu hingga kau mencintai ku terlebih dahulu, mungkin kau akan memilih pria lain. Jadi terpaksa aku harus mengancam mu" Langsung mencium kening Tania.


"Sama aja" Jawab nya menaikkan ujung bibir nya membuat Raka iseng untuk menggoda nya.


__ADS_2