Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Prediksi Sekretaris Jay.


__ADS_3

Sekretaris Jay yg melirik kegelisahan Tania dari sudut mata nya. Ia tersenyum tipis.


Aku benar benar merasakan dejavu, Dia melakukan tingkah tingkah yang persis Tuan lakukan kemarin bahkan semua tindakan kecil yg dia lakukan, Tuan juga melakukan nya kemarin dan tadi pagi. Mereka sangat mirip sekali.


Ting


Pintu lift terbuka.


Mereka sudah sampai di Lantai yang sama dengan Ruangan Raka. Kaki Tania semakin bergetar. Mereka berjalan sampai ke depan pintu. Seketika kaki Tania berhenti.


Apa aku tidak usah meminta maaf, bagaimana kalau dia menghukum ku?! aahhrgg situasi ini sangat menyebalkan. Sebaik nya aku meminta bantuan kepada Sekretari Jay saja, dia lebih tau cara menenangkan Tuan nya.


Sebaik nya aku biarkan mereka bicara berdua saja, mungkin akan lebih baik. Jay


"Saya mengantar Anda hanya sampai disini saja Nona. Saya permisi ke ruangan saya" Dengan nada datar.


"Tunggu Jay" menarik tangan Sekretaris Jay. "Kau temani aku ya" ucap nya dengan wajah kasihan.


Lagi lagi dia bertingkah seperti ini. Jangan begini Nona. Jika Tuan melihat ini, tamat riwayat ku.


Dengan cepat Sekretaris Jay menarik tangan nya. Tapi mimik wajah nya sudah menjadi salah tingkah.


"Maaf Nona sebaik nya Anda harus pertanggung jawab kan perbuatan Anda sendiri." ucap nya tanpa melihat wajah Tania.


"Tapi aku takut" menaikkan bibir nya " Kau temani aku ya" ucap nya manja.


Kenapa wajah menjadi sangat menggemaskan begini sih, pantas saja Tuan Raka sangat cepat luluh jika dia meminta maaf. ahh apa yang barusan ku pikirkan.


"Maaf Nona. Masih banyak pekerjaan saya belum selesai Nona. Saya permisi" Ucap nya. Dan ia mulai melangkah meninggalkan Tania.


Tania terdiam. Membujuk Sekretaris Jay merupan misi yang gagal. Ia melihat Sekretaris Jay sudah meninggalkan nya hampir empat langkah. Kemudian Tania mengerutkan kening nya setelah Sekretaris Jay kembali membalikkan badan melihat ke arah Tania.


Tunggu, dia kembali. Seperti nya dia mau membantu ku.


"Apa kau mau membantu ku?!" tanya nya dengan semangat


Sekretaris Jay mendekatkan kepala ke samping Tania.


"Tepat di samping pas bunga berwarna Hijau. Ada sebuah tanda kecil berwarna merah. Disitu ada pintu Rahasia Nona. Kode nya adalah Tanggal dan tahun pernikahan kalian. Semoga berhasil Nona" dengan nada berbisik dan ia kembali melangkah meninggalkan Tania.


"Untuk apa?!" Tanya nya dengan mengerutkan kening.


"Anda akan membutuhkan nya Nona. Semoga berhasil" sambil tetap melangkah sekretaris Jay meningalkan Tania yang kebingungan.


Aku sangat yakin kau akan membutuhkan nya Nona. Bukan kah kau sudah tau cara meluluh kan Tuan dengan cepat, jadi aku berbuat baik kepada mu dengan mengatakan Ruangan Rahasia Tuan Raka.

__ADS_1


"Dia bicara apa sih" gerutu Tania yang kini tidak di dengar oleh Sekretaris Jay lagi.


Sebaik nya aku masuk dan mulai menerima hukuman atas kebodohan yang sudah ku buat. Semua akan berlalu Tania, dia akan memaafkan mu.


Kemudian ia membuka pintu dan melihat Raka sedang berdiri menghadap dingding kaca. Ia sejenak berdiri tapi Raka tidak bergerak, sepertinya ia tidak mengetahui kedatangan Tania.


Kaki Tania pelan melangkah mendekati Raka.


Lakukan seperti biasanya Tania, biasanya dia cepat luluh jika aku bersikap genit, semoga kali ini juga semoga berhasil.


Tania langsung memeluk Raka dari belakang.


*


Sekretaris Jay melihat jam di tangan nya. Kemudian ia melihat smartphone nya. Kemudian ia kembali bekerja membaca beberapa berkas. Selang lima menit kemudian ia melakukan hal yang sama lagi. Tidak bisa di pungkiri Dia juga kwatir mengingat Raka akan sedikit menjadi bodoh jika itu berhubungan dengan Tania.


Sudah pukul tujuh malam, Nona sudah ada hampir tiga jam di dalam, tidak ada tanda tanda dari ruangan Tuan. Tidak ada panggilan, artinya semua sesuai dengan prediksi ku.


Kemudian ia mengambil smartphone nya dan mengetik sesuatu disana.


"Hallo bella" Ucap Sekretaris Jay memulai pembicaraan.


"Ia ada apa Jay?!" Tanya Bella dari sebrang telpon.


"Baik, akan saya siapkan sekarang juga"


Telpon di matikan.


Kemudian ia kembali mencari nomor orang lain lagi.


"Hallo Suci!" Sapa sekretaris Jay.


"Ia ada apa Jay?!" Tanya Suci dari sebrang telpon.


"Siapkan pakaian Tuan dan Nona. Cari dari butik terdekat saja agar lebih cepat." Ucap nya dengan jelas.


"Pakaian formal atau Non formal?!" Tanya suci meyakinkan.


"Sediakan ke dua nya" jawab nya tanpa pikir panjang.


"Baik Jay akan saya siapkan"


Telpon di matikan.


Kemudian ia kembali melanjutkan pekerjaan nya.

__ADS_1


Selang dua puluh menit kemudian Suci sudah sampai di ruangan Sekretaris Jay.


"Ini pesanan yang kau minta Jay" seru Suci sambil meletakkan beberapa paper bag.


"Bagus. Kau duduk dulu, kita menunggu Bella" ucap Sekretaris Jay dan kembali melanjutkan pekerjaan nya.


Beberapa saat kemudian Bella membuka pintu ruangan sekretaris Jay dan mempersilahkan dua orang chef dari kantin yang hampir sama dengan restoran bintang lima yang berada di bawah.


Mereka mendorong dua Meja Rak sorong yang di atas nya sudah ada makanan makanan.


"Saya sudah bawakan sesuai pesanan Mu Jay" ucap Bella menghadap Sekretaris Jay.


Sekretaris Jay melihat mereka dan berjalan mendekat. Ia membuka penutup nya, memperhatikan makanan satu persatu dan menutup nya kembali.


Semua sudah lengkap.


"Jika semua sudah disini, ikut aku sekarang" Seru Sekretaris Jay seraya berjalan.


Mereka menundukkan kepala dan mengikuti Sekretaris Jay.


Mereka keluar dari ruangan tersebut dan masuk ke dalam ruangan Raka yang tepat di sebelah ruangan Sekretaris Jay.


"Terimakasih chef, sekarang kalian bisa pergi" ucap sekretaris Jay kepada kedua chef tersebut dengan suara pelan.


Mereka menundukkan kepala kemudian pergi.


"Kalian berdua silahkan pulang saja dan kau Bella, besok jemput Nona dari sini saja. Suci aku sudah mengirim email kepada mu" seru Sekretaris Jay kepada Suci dan Bella.


Mereka menundukkan tanda sudah mengerti kemudian mereka keluar dari ruangan tersebut.


Setelah berada di dalam lift.


"Untuk apa semua itu?!" Tanya Suci kepada Bella dengan mengerutkan kening.


"Untuk Nona dan Tuan lah, kepada siapa lagi" ucap Bella santai


"Tapi mereka dimana?! Tadi aja ruangan nya kosong" ucap Suci masih dengan wajah bingung.


"Aku juga tidak mengerti Suci.Tapi apapun itu Semoga ini pertanda Nona dan Tuan sudah baikan" ucap Bella sambil tersenyum.


"Kau benar." jawab Suci tepat setelah pintu lift terbuka. " Bagaimana kalau kau menginap di tempat saja, karna ada hal yang ingin kita persiapkan, mumpung Nona tidak pulang malam ini" seru Suci sembari berjalan.


"Apa itu??!" Tanya Bella dengan sedikit mengerutkan kening.


"Sudah ikut saja, aku akan memberitahu Sekretaris Jay saat di jalan Nanti" seraya menarik Tangan Bella.

__ADS_1


__ADS_2