
Seseorang menarik lengan Tania secara paksa. Seketika mata Sekretaris Jay berubah menyaksikan keadaan Tania, tapi masih bisa di tahan nya. Tangan nya di kepal nya kuat menahan amarah nya ketika ia melihat kondisi Tania. Mulut di lakban dan tangan di ikat kebelakang.
Nona anda baik baik saja kan?
"Kau sudah lihat kan. Sekarang dimana??"
"Hahaha selow dre. Kenapa buru buru. Bukan kah aku hannya sendiri disini dan kau puluhan. Kenapa kau setakut itu"
Kakinya mulai melangkah mendekati Tania. Terlihat jelas dia menahan amarah nya.
Berani berani nya kau memperlakukan Nona seperti ini. Tunggu bagian mu, aku akan menghancurkan kalian.
Sekretaris Jay mendekati Tania, Seolah Jay sedang memeluk Tania. Tapi ia membisikkan sesuatu.
"Sabar Nona. Sebentar lagi. Bertahan lah"
Seketika air mata Tania menetes. Ingin sekali rasa nya dia berbicara tapi karna mulut masih di lakban ia hannya bisa menangis. Sekretaris Jay mengerti bahasa air mata nya tapi dia hannya bisa menahan kemarahan nya.
"Sudahi drama ini Jay. Berikan sekarang"
"Baiklah, kita sudahi drama ini" Ia mendekati Ketua yang bernama Andre tersebut. "Saya tidak membawa pesanan mu, sampai bertemu lagi besok"
"Apa maksudmu Jay" dengan nada marah. "Kau tidak akan bisa keluar dari sini setelah menghianatiku Jay" mengeluarakan senjata api dari balik baju nya.
"Ha ha ha Kau masih saja bodoh andre. Jika sesuatu terjadi padaku. Kau atau bos mu tidak akan pernah mendapatkan apapun" dengan nada sinis.
"Aku tidak peduli" mulai mengangkat senjata.
tiba tiba sebuh nada panggilan berbunyi.
"Hallo"
"Apa yang kau lakukan. Turunkan senjatamu sekarang. Biarkan saja di pergi sekarang. Dia pasti akan kembali lagi nanti" dengan nada tinggi.
"Tapi bos"
Telpon di matikan.
"Baiklah, aku biarkan kau lolos sekarang. Besok adalah hari terakhir mu. Jika tidak akan ku habisi Nona mu itu"
Tidak balas oleh sekretaris Jay, dia hannya tersenyum sinis.
*
2 hari sebelum nya.
__ADS_1
"Apa kau yakin mereka dalang dari semua ini Jay" sambil bersandar.
"Saya yakin Tuan. Jika mereka yang menculik Nona, sudah bisa kita pastikan apa yang mereka inginkan"
"Sekarang apa rencanamu?"
"Begini Tuan"
Sekretaris Jay , Raka dan Ferdi mulai me yusun rencana selama empat jam, namun tak kunjung memberikan titik terang. Raka dan Ferdi mulai bisa berdamai hannya karna menyelamatkan Tania.
kring kring kring
Seseorang menelpon sekretaris Jay.
"Apa kau ingin Dia masih hidup Jay?" suara dari balik telpon.
"Siapa kau??"
"Ha ha ha tidak usah berlagak bodoh Jay. Periksa email mu sekarang"
"Andre??!!!!" Langsung berdiri dan mata membulat.
"Hahaha sampai besok besok jay"
Seketika Jay membuka laptop nya dan mulai membuka email.
"Pastikan Tuan mu menandatangani nya dan serahkan kepadaku atau Nona Tania mu akan ku habisi. Ku berikan waktu mu satu hari"
"Tunggu, dimana kita akan bertemu"
"Saya akan berikan alamat nya nanti. Jangan coba coba menghubungi polisi jika kau tidak ingin terjadi apa apa kepada nya"
"Baik, berikan alamat nya"
"Tunggu kabar dariku"
Telpon dimatikan.
"Siapa Jay" Tannya Raka dan Ferdi secara bersamaan.
"Dia andre Tuan. dia meminta anda menandatangai ini" sembari menunjukkan sebuah email.
"Apa maksudnya ini??"
"Dia meminta Saham anda 100%"
__ADS_1
"Apa?? Berani sekali dia."
"Kau pilih kekayaan mu ini atau Tania" Timpal Ferdi dengan nada sinis.
"Sebaiknya kita susun rencana kita ulangi Tuan. Jangan habiskan energi membahas hal yang tidak tidak" menekan pembicaraan sebelum terjadi perdebatan.
"Sekarang mari kita pelajari isi dari emailnya"
"Sebentar Tuan, saya hubungan kan ke layar saja" Sembari mengetik etik sesuatu
"Jay, siapa andre??"
"Dia adalah mafia paling di takuti sekarang di negara ini Tuan"
"Kenapa dia menculik Tania? apa hubungan nya dengan Tania?"
"Jika seperti itu, artinya dia sedang menjalankan perintah seseorang Tuan"
"Berarti dia di bayar"
"Saya kenal Andre, dia juga punya orang dalam di bagian kepolisan, itu sebabnya dia selalu lolos dari setiap kasus" timpal Ferdi
"Berapa dia di bayar??"
"Jumlah itu tidak perlu Tuan, yang terpenting siapa di balik ini semua" masih fokus dengan laptop.
"Bagaimana kalau kita bayar dua kali lipat dari bos nya?"
"Dia tipe orang yang setia kepada bos nya Tuan. Jadi susah bagi kita untuk bernegosiasi dengan nya." meletakkan laptop dan mulai berdiri " Ini isi dari email nya Tuan" menunjuk ke arah layar
Kini Ferdi, Raka dan sekretaris Jay mulai membahas kata tiap kata dan kalimat tiap kalimat. Mereka tidak keluar dari ruangan tersebut sampai keesokan hari nya. Makan dan minum semua di antar ke dalam ruangan.
Kring kring kring
Telpon dari orang yang di tunggu tunggu
"Hallo"
"Kau datang bawa pesanan ku ke alamat xxx sekarang juga"
"Baik lah"
"Satu lagi Jay, jangan coba coba hubungi polisi jika kau masih ingin dia hidup"
"Baiklah"
__ADS_1
Telpon di matikan.