
Raka pulang dari kantor Sore hari. Setelah sampai di rumah dia melihat Tania masih asik dengan Cindi di kamar, lantas dia memilih masuk ke ruang nya dan mengerjakan sesuatu di sana.
Setelah selesai makan malam.
"Kak aku pulang ya sudah malam nih" Sambil melihat jam tangan milik nya.
"Kau di antar sama Jay saja. Dia juga mau pulang" Dengan Nada datar.
"Tidak usah kak. Aku sendiri saja. Lagian aku bawa mobil kok tadi"
"Tidak baik anak gadis sendirian"
"Tidak usah kak. Aku ngerepotin Sekretaris Jay lagi"Sambil melirik
Sama aja kalau dia yang antar, suasana nya tetap aja dingin.
"Apa kau merasa di repotin Jay??" melihat kearah Sekretaris Jay.
"Sama sekali tidak Tuan"
Lagi lagi aku bersama si cerewet ini.
"Apa kau sudah dengar??"
"ok ok baik lah kak" sambil berdiri dan mendekati Tania.
"Kaka ipar yang cantik. Aku pulang dulu ya" sambil memeluk.
"Terima kasih ya udah nemani aku satu harian"
"Sama sama. Cepat sembuh" Sambil mengedipkan mata.
Kau sudah sembuh. Kak Raka aja yang masih ingin kau di kurung di tempat ini.
Tania Tersenyum.
Aku tau kau sedang mengejek ketidak berdayaan ku Cindi. Aku akan membalas mu nanti.
*
Di perjalanan.
"Sekretaris Jay, Apa aku bisa bertanya sesuatu??" melirik
"Silahkan Nona" Tatapan lurus
Mulai lagi si cerewet ini
__ADS_1
"Berapa umur mu??" selidik
"Saya tidak akan menjawab jika itu berhubungan dengan masalah pribadi" datar
"Benar kah?? Jadi apa yang bisa aku tanyakan kepada mu??"
Hhmmm misterius
"Terserah anda Nona"
"Apa kau sudah memiliki keluarga??"
Pasti tidak di jawab.
"Saya tidak akan menjawab jika hal itu pribadi Nona"
Kenapa dia begitu kepo. Apa dia seorang wartawan.
"Tapi kamu bilang terserah. Aku bertanya tidak di jawab" kesal
Baru pernah ketemu dengan orang aneh
"Jangan pribadi saya Nona. Karna itu tidak penting untuk anda"
Kalau bukan karna Tuan. Aku tidak mau mengantar mu
Kalau bukan karna kak Raka aku tidak mau di antar sama kamu.
Tidak di jawab oleh Jay
"Apa saya bisa bertanya sesuatu Nona??" Tanya Jay sambil melirik dari kaca spion tanpa di sadari oleh cindi.
"Apa??" dengan nada sedikit kaget
Tumben dia mau bertanya.
"Kenapa anda sangat cerewet??" menahan tawa
"Sekretaris Jay!!! iihh kau sangat menyebalkan"
Dia membalas ku?? sialan.
*
Setelah kepergian Cindi, Raka menemani Tania di kamar. Ia memperhatikan Tania asik dengan smarphone nya..Membuat Raka sedikit kesal.
Kenapa dia asik sendiri dengan smartphone nya tanpa memperdulikan ku.
__ADS_1
"Apa yang sedang kau lakukan??"
"Hannya melihat foto sayang" jawab nya tanpa melihat ke arah Raka.
"Foto apa??" mengerutkan kening.
"Foto ku bersama Cindi Tadi siang" masih fokus pada hp
"Benarkah? coba lihat?" mendekati Tania. "Kenapa kau sangat jelek ya?" memperhatikan foto di layar
Kau selalu terlihat manis,
"Iya ya. Kenapa aku sejelek itu ya?" Dengan membulatkan wajah
aku tau tapi tidak seharus nya sejujur itu.
"Seharus nya kau bersyukur mempunyai suami tampan seperti ku" dengan nada bangga
"Ya ya" menarik ujung bibir nya.
setelah mengejek ku, dia sangat percaya diri sekali mengatakan diri nya tampan lagi.
Raka hannya tertawa, merasa puas karna sudah mengejek Tania.
"Apa kau meminta surat cuti dari kampus??" mulai duduk di kasur.
"Iya. Terlalu banyak materi yang tertinggal, sebaiknya aku ulangi tahun depan saja. Tapi beasiswa ku akan di hapus kan" dengan wajah menunduk.
"Kenapa bersedih?" mengangkat wajah Tania "Kampus itu adalah milik ku. Kau tau artinya?" Mengangkat wajah Tania tepat di hadapan nya.
"Ia ia aku tau" sambil tersenyum.
Ia aku tau kau Tuan Raka, kampus itu milik mu.
"Kau tidak ku izinkan bersedih lagi. Apa kau paham??" Tangan nya masih menyentuh dagu Tania. "Segala nya yang menjadi milik ku, akan menjadi milik mu juga" tatapan sangat dalam.
Aku tidak suka suka jika kau bersedih.
"Aku paham sayang" sambil tersenyum tipis
Jangan tatap aku seperti ini. Jantung ku rasanya mau copot.
"Bagus, kalau kau memang paham" Langsung mencium bibir Tania.
Apa yang akan dia lakukan? Bukan nya Dia sendiri yang bilang kalau aku masih belum sehat. Kenapa dia bertihkah seperti ini.
Raka yang sudah menahan kerinduan nya langsung ******* habis bibir Tania. Setelah sekian lama di bibir kini Cumbuan nya berpindah dari bibir turun ke leher. Tangan nya sudah sibuk membuka baju Tania. Setelah Pakaian Tania terbuka cumbuan nya mulai turun lagi ke dada Tania. Sesekali Tania mendesah merasakan sentuhan Raka.
__ADS_1
Malam yang panas akan segera di mulai.