Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Menjadi Bodoh.


__ADS_3

Pagi ini semua seperti biasa. Raka serapan dengan Tania kemudian ia berangkat bersama Sekretaris Jay, Setelah nya Tania berangkat ke panti bersama ke dua asisten nya Bella dan Suci.


Kring kring kring


Telpon milik Tania berbunyi.


"Hallo"


"Hallo Tania. Kau udah di panti kan?!" Tanya Suara dari sebrang telpon.


"Masih baru sampai. Ada apa Cindi?" Tanya nya Santai.


"Ok baik lah. Aku juga sudah dekat dengan panti" Jawab nya seraya mematikan Telpon.


Tak selang beberapa lama, Cindi sudah memasuki area Panti. Wajah nya terlihat sangat ceria, ia bahkan berjalan sangat bersemangat. Sekretaris Jay menepati janji nya, mobil nya sudah sampai pagi hari di depan kediaman mereka.


"Selamat pagi" Sapa Cindi ketika membuka pintu kaca ruangan Tania.


"Waahh kayak nya ada yang lagi happy nih" Sahut Tania sambil tersenyum.


"Ha ha ha ia benar. aku udah nggak sabar buat pemotretan sebentar lagi" seraya duduk di sofa.


"Tapi kan aku belum pamit" Dengan mengerutkan kening.


"Santai aja, aku udah minta Sekretaris Jay yang mengurus nya" jawab nya seraya duduk menghadap Tania yang duduk di kursi nya


"Maksud nya??" dengan wajah bingung


Apa semudah itu meminta kepada Sekretaris Jay??!! Sepertinya ada yang tidak beres.


"Ha ha ha Udah ah, inti nya aku sudah meminta agar kau ikut dalam pemotretan ini. Dan dia bilang iya" dengan nada bicara santai.


"tidak mungkin Cindi. Mustahil Sekretaris Jay mau melakukan hal itu. Memang nya apa yang sudah kau katakan kepada nya? Sampai akhir nya dia mau??!!" Sambil berjalan mendekati Cindi di sofa.


"Ha ha ha Apapun yang aku katakan yang penting dia mengatakan iya kan. Bukan nya itu yang terpenting??!" Sambil tersenyum.


Kau tidak tau drama apa saja yang sudah aku main kan kemarin agar dia mendengarkan ku.


"Waahh aku jadi curiga deh sama kalian berdua. Ini masuk Rekor kalau Sekretaris Jay mau membantu ku" dengan wajah heran.


"Ha ha ha sudah ah, lucu tau. Bagaimana kita berangkat sekarang??!!" Tanya Cindi sudah tidak sabaran.


"Sebentar ya, aku harus tanda tangani beberapa dokumen" Jawab nya seraya kembali ke meja.

__ADS_1


"Baik lah. Aku mau kabari kak Tommy dulu" seraya mengetik sesuatu di Hp nya.


Setelah beberapa saat Tania selesai dengan pekerjaan nya. Mereka ingin pergi, tiba di parkiran.


"Selamat pagi Nona. Anda mau kemana??!" Tanya Bella dengan wajah kwatir.


"Kita mau pergi Bel" jawab Tania dengan sedikit kwatir.


Aduh bagaimana ya, apa dia ikut saja bersama kami.


"Mari Nona saya antar" sambil mengeluarkan Kunci dari saku nya.


"Tidak perlu Bella. Karna kami sudah minta ijin kepada Sekretaris Jay. Jika kamu tidak percaya bisa telpon dia" sahut Cindi.


"Tidak masalah Nona. Sudah tugas saya, ikut kemana pun Nona pergi" dengan tegas.


Aku tidak mau kehilangan pekerjaan ku.


"Tidak usah Bel, nanti kau akan bosan disana. Bagaimana kalau Suci membutuhkan mu disini??" Tania coba memberikan alasan.


"Nona, anda ingat kan kejadian kemarin. Saya tidak akan membuka mulut. Tapi saya harus ikut kemana pun Anda pergi" dengan nada tegas.


Maaf Nona, keselamatan Anda adalah tugas utama saya.


"Baiklah Bella. Jika itu mau mu" Ucap Tania sambil tersenyum.


"Mari Nona" langsung membuka pintu mobil untuk Tania.


"Apa selama ini dunia mu hanya Kak Raka dan Para asisten mu??!" Tanya cindi dengan nada berbisik.


"Udah ah, nanti dia dengar. Nggak enak tau" ucap nya berbisik.


Mereka akhirnya berangkat bersama Bella.


*


"Waahh kita kedatangan Tamu penting nih" Sapa Tommy yang melihat Tania dan Cindi memasuki lobi utama.


"Ha ha ha kaka bisa aja" Ucap Cindi seraya memberikan pelukan, namun Tania hanya menundukkan kepala saat Tommy ingin menyapa nya.


"Ini mah bukan studio kak. Ini jauh lebih besar dari perkiraan ku tau. Perusahaan kk besar juga ternyata" ucap Cindi seraya melihat sekeliling nya dengan wajah kagum.


"Ha ha ha bisa aja kamu. Eh dia siapa?!" Tanya Tommy melihat ke arah Bella.

__ADS_1


"Oh kenalin kak Dia bella. Teman aku" ucap Tania.


Teman???! Kau tidak mau Kak Tommy tau kau punya asisten yang selalu mengikuti mu kemana pun.


"Ohh begitu. Ya sudah kita langsung ke studio yok" Ajak tommy.


Setiba nya di ruang pemotretan Tommy memperkenalkan Semua kru kepada mereka berdua. Beberapa ada yang kagum melihat kecantikan kedua bersahabat ini.


"Nah sementara kami mempersiapkan peralatan nya. Kalian bisa masuk keruang make up di sebelah sana. Sudah ada yang menunggu kalian disana" Ucap Tommy seraya menunjuk ke salah satu ruangan.


Benar saja, ketika memasuki ruangan tersebut mereka langsung di sabut beberapa orang yang sudah menunggu mereka.


Tania dan Cindi saling pandang. Ada rasa bahagia terlihat dari wajah mereka berdua. Dua sahabat yang hampir memiliki banyak kesamaan tersebut hanya pasrah ketika wajah mereka mulai di hiasi oleh orang yang ahli di bidang nya.


Sementara Bella duduk tidak jauh dari Tania. Ia memperhatikan dengan seksama apa saja yang di lakukan Tania.


*


Sementara di Kantor Wijaya Groub.


"Tidak bisa Jay. Aku tidak setuju" Seru Raka dengan wajah yang emosi.


"Tuan, dengarkan aku dulu. Jika Anda terus menerus seperti ini Nona akan merasa Jenuh. Ini hanya sekali, biarkan Nona Menjalani hidup seperti orang seumuran nya." dengan sabar mencoba menjelaskan.


Sialan, kenapa aku harus menerima permintaan Nona Cindi Tadi malam, yang jelas jelas aku sudah tau Tuan tidak akan setuju. Kenapa aku bisa bertindak bodoh begini.


"Tidak Jay. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana pria pria itu menatap nya. Aku bisa gila karna itu" jawab nya sambil bersandar.


"Aku mengerti Tuan. Tapi bukan kah Anda sudah mengetahui nya, jika Nona sudah mencintai Anda. Yang Anda lakukan bagaimana Nona bertahan, jika Anda bersikap seperti ini terus, Nona akan sedih Tuan" masih dengan nada sabar.


Raka terdiam. Ia berusaha mencerna apa yang Raka bicarakan kepada nya. Ia memang selalu mendengarkan Nasehat dari Sekretaris nya itu.


"Lagian dia bersama Nona Cindi. Yang bekerja dengan nya juga Tuan Tommy. Semua masih lingkaran Anda Tuan. Jadi jangan terlalu kwatir"


"Apa Tommy sudah tau Tania adalah istri ku?!!"Dengan wajah penasaran.


"Saya rasa Nona Cindi sudah memberitahu nya Tuan. Terlepas dari itu, saya yakin Nona Tania bisa menjaga sikap disana" dengan sedikit melirik ke arah Raka.


"Baiklah Jay. Hanya kali ini. Ingat itu" Ucap nya dengan tatapan mematikan.


"Baik Tuan" Jawab nya sambil menunduk.


Kau bodoh Jay, Kau sudah di perdaya oleh Nona Cindi. Kali ini tidak akan lagi, aku tidak akan terpengaruh lagi. Jika terjadi sesuatu aku akn sasaran amukan Tuan.

__ADS_1


__ADS_2