
"Apa yang mereka lakukan sekarang Jay?!" Tanya Raka sembari berjalan ke ruang Rapat
"Nona sudah selesai pemotretan Tuan" ucap nya sembari membuka pintu untuk Raka.
"Baiklah, kita selesaikan Rapat ini dan menjemput nya" Raka langsung masuk ke dalam ruang Rapat yang beberapa orang penting sudah menunggu kedatangan nya.
Jay berada di belakang Raka.
Seketika Hp Sekretaris Jay kembali bergetar. Sebuah pesan baru. Wajah seketika berubah ketika ia melihat apa yang barusan ia terima.
Sebuah Foto Tania dan Cindi sedang berbicara kepada seorang pria. Ia melihat nya dan kembali melihat Raka yang sudah memulai Rapat.
Ini tidak bisa di biarkan. Ini sudah kelewatan.
Kemudian sebuah pesan masuk kembali ia terima.
Disana ada sebuah alamat.
Siapa lagi yang mengirim nya kalau bukan Suci.
Setelah beberapa saat. Raka sudah memperhatikan Gerak gerik Jay sudah tidak tenang. Dengan cepat ia menyelesaikan Rapat.
"Katakan dimana mereka?!" seru Raka dengan pelan namun dengan wajah memerah. Seraya berjalan keluar dari ruangan tersebut.
Padahal Jay belum mengatakan apapun kepada nya. Namun ia sudah sangat yakin Jay tau sesuatu hal yang berhubungan dengan Tania.
*
" Tidak bisa" Seru Raka suara nya memenuhi ruangan
Tania dan Cindi bahkan tidak berani melihat ke arah suara. Raut wajah nya kini sudah berubah. Suasana menjadi hening.
Tamat riwayat ku. Kenapa dia ada disini.
"Hey Raka. Kau disini?" Tanya Tommy dengan wajah bingung namun senang.
Ketika Tommy menyebut nama Raka, seketika Semua mata orang serentak melihat ke arah Raka. Siapa yang tidak mengenal nya. Ia di kenal orang yang sangat kejam terhadap lawan bisnis nya. Ia juga termasuk orang yang paling berpengaruh di negara itu.
Raka tidak menghiraukan sapaan dari Tommy. Ia langsung mendekati Tania.
"Ayo kita pulang" ucap nya seraya menarik tangan Tania. ia tidak berani bertanya apalagi melawan, ia hanya diam saja ketika Raka menarik tangan nya.
Tania? Dia mengenal nya.
__ADS_1
"Tunggu Raka, kau kenal dengan Tania?" tanya Tommy bingung.
"Dia istri ku" Dengan tatapan tajam
"Ha ha ha istri? sejak kapan kau menikah ?" Tanya Tommy seolah tidak percaya.
Ia tidak menjawab namun ia melirik sekretaris Jay. Ia kembali menarik tangan Tania dan keluar dari restoran. Ia memilih langsung pulang bersama Bella dan Suci.
Sekretaris Jay memperlihatkan beberapa foto pernikahan Raka dengan Tania kepada Tommy.
"wahh Kenapa aku tidak tau. Padahal aku hanya tiga bulan di luar negri, namun sudah banyak hal yang terjadi tanpa ku ketahui" Ucap nya dengan masih memperhatikan foto.
Sekretaris Jay tidak memperdulikan Tommy, ia sudah mengepal tangan nya dari tadi, dari raut wajah nya dia terlihat sangat marah. Semua orang juga sering mendengar jika Sekretaris Jay lebih kejam dari Raka sendiri.
Sekretaris Jay, kemudian mendekati Andre.
"Apa kau tidak mengenali ku?" Tanya dengan sorot mata yang mematikan.
"Siapa yang tidak mengenal mu Sekretaris Jay" ucap Andre dengan nada terbata.
"Aku mengampuni mu karna kau adalah teman tuan Tommy." Kemudian ia membelakangi Tommy dan menatap cindi yang masih berdiri dengan wajah kwatir.
Ia menarik tangan nya, Cindi seolah tidak ada pilihan lain kecuali menurut tangan nya di tarik oleh Jay.
"Aku juga baru tau" dengan tatapan bingung.
"Sial,, semoga saja Sekretaris Jay tidak menarik lisensi ku sebagai fotografer." Ucap nya lemas.
"Tenang dulu, aku akan bicara kepada Raka nanti" ucap nya namun tatapan nya melihat Cindi dan Jay yang berjalan ke arah pintu.
*
"Lepaskan Jay, kau menyakiti tangan ku" seru Cindi ketika mereka tiba di parkiran
Jay melepaskan nya dan menatap Cindi dengan wajah yang penuh dengan amarah. Ia membuka pintu mobil.
"Masuk" ucap nya dengan tegas.
"Aku bawa mobil Jay, aku bisa pulang sendiri" dengan wajah kesal.
Sekretaris Jay ternyata tidak punya waktu Untuk bernegosiasi, ia menarik kembali Cindi dan memaksanya masuk ke dalam mobil.
Di perjalanan Jay hanya diam, ia seperti terbakar api cemburu ketika melihat Andre seperti sedang mencoba mendekati nya.
__ADS_1
kenapa dengan nya, Apa kami melakukan kesalahan besar, tapi seperti nya tidak ada. Apa makan malam adalah masalah besar??!
"Aku tidak suka ketika kau memaksaku seperti itu Jay. Apa lagi di depan teman teman ku" Ucap Cindi dengan wajah marah.
Namun ternyata Ucapan Cindi justru membuat Sekretaris Jay menghentikan mobil nya.
"Jangan pernah lagi aku melihat mu bekerjasama dengan nya" dengan tatapan tajam.
"Apa kau sedang memerintah ku Jay?" ucap Cindi membuat sekretaris Jay semakin emosi.
"iya, ini adalah perintah Nona Cindi" ucap nya dengan wajah memerah, amarah nya kini semakin memuncak.
"ha ha ha kau siapa berani memerintah ku?? Apa kau kaka ku? atau ayah ku?? Tidak jay kau tidak berhak memberikan perintah kepadaku" membalas tatapan Jay.
Ya Tuhan, aku cukup bilang ia agar semua selesai. Tapi kenapa harus menantang nya. Jay akan menguburku hidup hidup disini.
Ucapan Cindi membuat Jay tertegun, kini ia benar benar tidak bisa lagi menahan nya.
"Jika kau berani melawan perintah ku, ku pastikan perusahaan Tommy dan Andre hanya akan tinggal nama" sorot mata yang mematikan dan dengan nada ancaman. "Aku akan melenyapkan nya, sampai tidak ada yang tersisa. Itu karna apa? Karna kau tidak mendengarkan ucapan ku" dengan penuh amarah.
Tangan Cindi yang sebelum nya memegang handle pintu ingin keluar, seketika terlepas karna lemas. ia benar benar takut karna seperti nya Jay tidak main main kali ini.
Cindi merasa ancaman nya ini akan benar benar terjadi, ia kenal betul dengan Jay, ia bisa saja melakukan apapun yang menggangu nya, ia juga tau jika sekretaris Jay lebih kejam dari raka. bahkan sebenarnya dari dulu ia sangat takut kepada Jay,
"Kau membuat ku Takut Jay" ucap nya pelan di barengi dengan air mata.
Seketika Sekretaris Jay tertegun, ia tersadar, Emosi nya kini mereda karna melihat Cindi meneteskan air mata.
Apa yang sudah ku perbuat, kenapa aku menjadi sangat keras begini.
"Nona, maaf" menyentuh bahu Cindi, namun ia mengelak.
Cindi membuang muka ke arah kiri.
"Sekarang aku tau, bagaimana rasa nya menjadi Tania, hidup di antara bayang bayang mu dan kak Raka. Dia merasa tertekan dan ketakutan. Ia bahkan tidak bisa bernapas sesuai keinginan nya." dengan pelan masih dengan air mata.
"Nona, maaf aku tidak bermaksud" ucap Sekretaris Jay dengan nada bersalah.
"Jika Tania adalah istri Kak Raka, tapi aku ini apa. Apakah kau juga berhak melarang ku seperti Tania?! merampas kebebasan ku. Seperti yang kalian lakukan kepada Tania?!" masih dengan isak tangis.
Jay menunduk, ia benar benar kehilangan kendali karna rasa cemburu nya, ia tidak sadar dengan perlakuan nya tadi membuat Cindi menjadi takut melihat nya.
Setelah hampir sepuluh menit Jay tidak mengeluarkan suara. Di dalam mobil hanya terdengar isak tangis Cindi.
__ADS_1