Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Pembicaraan Suci dan Bella


__ADS_3

Sinar matahari pagi menembus jendela kaca di kamar. Pagi ini tidak seperti biasanya. Raka yang mulai membuka pelan mata nya, mengumpulkan kesadaran nya. Tangan nya meraba kiri dan kanan, kosong.


"Dimana dia?? Apa dia sedang mandi? sudah jam berapa ini" guman nya dalam hati.


Lantas ia mencari Tania di dalam kamar mandi, kosong.


Kemana dia pagi pagi begini, biasa nya dia menunggu aku sampai terbangun.


Ia lantas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah keluar dari kamar mandi, ia masuk ke dalam closet room, disana sudah tersedia pakaian, Tania sudah menyiapkan nya, Setelah selesai berpakaian rapi Raka turun untuk serapan, di meja makan Pak Sam menyambut nya dengan hangat.


"Selamat pagi Tuan" sapa Pak Sam sambil menarik kursi yang akan di duduki oleh Raka.


"Pagi Pak Sam. Dimana Tania?!" Bertanya sambil menduduki kursi.


"Nona sudah berangkat ke yayasan Tuan bersama Bella" jawab Pak Sam.


Sudah berangkat??!! Bukah kah tadi malam aku sudah memberi nya hukuman untuk tidak keluar dari kamar?? Dia sudah berani melawan ku sekarang. Ada apa dengan nya,


"Jay sudah datang?!" Tanpa menyentuh makanan yang sudah di siapkan oleh Pak Sam.


"Sudah Tuan. Sedang berada di belakang. Apa perlu saya panggil?!"


"Iya, panggil dia sekarang" Sambil mengerutkan kening seolah sedang memikirkan sesuatu.


Kemudian Pak Sam pergi menemui Sekretaris Jay yang sedang berada di belakang untuk mengurus para karyawan. Selang bebera menit, Sekretaris Jay datang dengan sedikit buru buru, Pak Sam sudah mengatakan kepada nya bahwa Wajah Nya Raka Sedang tidak baik.


"Anda memanggil saya Tuan?!" dengan napas tersenggal karna buru buru menemui Raka.


"Apa Tania benar benar pergi ke Yayasan pagi ini?!" dengan wajah kesal.


Kemudian sekretaris Jay membuka tablet miliknya dan


"Nona sedang di kantor nya Tuan" Sembari membuka Tablet milik nya. Kemudian ia menunjukkan Video CCTV di kantor Tania.


"Yasudah, kita berangkat sekarang" ucapnya tak bersemangat.


Sekretaris Jay hanya mengangguk.


Apa lagi hari ini? Apa tadi malam masalah nya belum selesai, sehingga dia seperti kehilangan semangat.


*


Di yayasan.

__ADS_1


"Apa mereka sudah mendapatkan anggota team nya?!" Tania bertanya kepada Suci.


"Belum Nona. Masih perlu beberapa orang lagi." jawab nya sambil melihat wajah Tania.


"Bagaimana dengan panti? Apa semua sudah selesai?!" sambil melihat laptop nya.


"Hampir rampung Nona. Mungkin beberapa hari ke depan semua sudah selesai" Jawab Suci dengan jelas.


Kemudian Tania bersandar ke kursi dan menarik napas sangat dalam dan membuangnya dengan sangat berat.


Ini pertama kali nya aku melawan perintah nya, dia melarang ku ke luar rumah, tapi aku tetap saja pergi. Kenapa dengan ku, apa aku secemburu itu.


Kenapa dengan Nona pagi ini, tidak seperti biasanya.


"Anda baik baik saja Nona?!" Tanya Suci pelan karna melihat Tania seperti tidak bersemangat.


Apa tadi malam terjadi masalah setelah aku pulang, Ah sepertinya tindakan ku mengirim vidio itu kepada Sekretaris Jay adalah tindakan yang salah. Aahh kenapa aku jadi baper begini melihat Nona.


"Saya baik baik saja Suci, Apa agenda ku hari ini?!" tanya nya lemas,


Sebaik nya aku menyibukan diri, jika tidak aku akan kepikiran terus.


"Siang nanti kita ke panti cabang Nona. Karna saya sudah menemukan beberapa orang untuk menduduki kepala panti nona" sembari menyerah kan sebuah berkas.


"Ini apa?!" Tanya sambil mengerutkan kening.


"Oo baik lah, saya akan baca nanti" jawab nya datar.


Biasa nya anda banyak Tanya jika sesuatu itu belum anda ketahui, hari ini kenapa diam saja tidak ada reaksi. Bahkan anda tidak membuka berkas nya.


"Saya permisi keluar sebentar Nona" ucap Suci sambil menunduk.


"Ia silahkan" tanpa melihat.


Kemudian Suci keluar.


*


Setelah Suci keluar dari ruangan Tania ia langsung dengan cepat mencari keberadaan Bella. Banyak hal yang ingin ia Tanyakan tentang Tania kepada nya


Di ruangan bagian kebersihan.


"Bella sedang apa kau disini?!" Tanya suci tepat di belakang bella.


"Suci.. kau mengangetkan ku saja" ucap nya sambil mengelus dada nya.

__ADS_1


"ha ha ha Maaf, Bisa bicara sebentar?!" Tanya nya dengan berbisik.


"Kau tunggu aku di taman. Aku selesaikan ini dulu" Sembari menunjukkan jadwal kerja para pekerja kebersihan.


"Baiklah, jangan lama" dengan tatapan tajam.


Selang beberapa menit Bella menemui Suci yang sudah menunggunya di taman.


"Maaf ya lama. Kau mau ngomongin apa sih?!" tanya nya sambil duduk dekat dengan Suci.


"Nona kenapa?! Kenapa dia seperti tidak bersemangat begitu?!" dengan suara pelan.


"Tidak tau, aku tidak memperhatikan nya" ucap bella berbohong.


Sepertinya Sekretaris Jay yang meminta nya untuk menyelidi Nona.


"Bohong jika kau tidak tau, Apa itu karna aku?!" tanya nya dengan sedikit kwatir.


"Mungkin" jawab Bella singkat


"Benar kah??!! Aku jadi merasa bersalah Bel" ucapnya sambil Menundukkan kepala.


"Kenapa merasa bersalah?!" sambil mengerutkan kening.


"Nona sudah sangat baik kepada ku, tapi aku merasa seperti menghianati nya" ucap nya sedih.


"Itu adalah alasan kenapa aku menjadi lebih memihak Nona Suci. Karna Nona seperti menganggap ku sebagai teman bukan sebagai karyawan nya. Dia tidak membedakan apa yang dia makan dan aku makan. Aku jadi lupa untuk apa aku di pekerjakan oleh Sekretaris Jay" ucap nya sambil menatap ke atas.


"Kau benar Bel. Apa sebaik nya aku meminta maaf kepada Nona?!" ucap nya bersemangat.


"Jangan, bersikap seolah kau tidak tau apa apa. Nona sedih bukan karna kau. Tapi karna Nona Clara" ucap nya pelan.


"Nona Clara??!" Mengerutkan kening " Maksud nya??!"


"Kemarin saat Nona melihat Clara di kantor Tuan. Perempuan mana yang tidak sedih melihat mantan nya ada di kantor suami nya" ucap nya dengan hati hati.


"Padahal Tuan sendiri sangat cemburuan, dia tidak mau melihat Nona bertemu dengan Pria mana pun" sambil melirik Suci.


"Ya aku paham sekarang. Tapi kan jika Tuan Cemburuan artinya dia sangat mencintai Nona kan?! Lantas kenapa dia harus cemburu?!" Tanya Suci heran.


"Kau tidak mengerti bagaimana perjalanan Nona sampai sejauh ini Suci." dengan nada datar.


Kau tidak tau bagaimana dulu tuan selalu mengancam nya, walaupun aku tau itu hanya alasan agar tidak jauh dari Nona. Tapi Nina tidak sadar kalau Tuan memang benar benar mencintai nya.


"Baikalah Bel, aku sudah paham, Agar bisa menjaga sikap" ucap nya seraya berdiri.

__ADS_1


Tiba tiba pandangan mereka tertuju ke gerbang, sebuah mobil mewah memasuki pekarangan yayasan.


Bella dan Suci saling pandang, mereka tau mobil siapa itu.


__ADS_2