Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Ciuman


__ADS_3

"Sayang, maaf tadi aku tidak memberitahu mu. Cindi mengajak ku tiba tiba dan Sekretaris Jay juga sudah memberikan ijin" dengan wajah menunduk.


Seharus nya aku memberitahu nya sebelum nya. Jangan jangan ini adalah alasan nya berkunjung hari ini.


"Apa kau menyukai nya??!" Tanya Raka serius.


"Aku suka" dengan membulatkan wajah nya.


Lihat lah wajah itu, bagaimana bisa aku melarang nya jika dia memang menyukai nya. Saran jay ada benarnya juga.


"Ya sudah, sudah sore, sebaik nya kita pulang" seru nya seraya tersenyum. Namun senyum yang sangat berat.


Dia tidak marah?? beneran? aahh akhirnya aku bisa bernapas lega.


Aku harus bisa menahan kegelisahan ku. Tapi secepatnya aku akan menemukan cara agar kau tidak melakukan ini lagi Tania.


*


Sekretaris Jay yang dari tadi sedang berbicara kepada para karyawan di ruang nya masing masing. Ia hendak keluar bersamaan deng Tania dan Raka juga keluar dari ruangan nya.


"Kita pulang " Seru Raka ketika melihat Jay.


"Baik Tuan" jawab nya dengan kepala menunduk.


Mereka bertiga berjalan ke tempat mobil di parkir.


Cindi masih disana belum juga pulang. Ia tampak kesulitan menghidupkan mobil nya.


"Mobil nya kenapa??!" Tanya Tania setelah mendekati Cindi.


"Nggak tau nih, sepertinya ada masalah di mobilku, aku tidak bisa menstater nya dari tadi" ucapnya dengan tangan masih mencoba.


"Sebaik nya Tuan dan Nona bersama Bella, saya akan coba perbaiki Mobil Nona terlebih dahulu. Nanti saya menyusul" ucap Jay dari belakang Tania.


"Ya sudah kalau begitu. Kami duluan ya Cin. Kamu di temani Sekretaris Jay " Ucap Tania dengan sedikit senyuman nakal.


Kenapa dengan senyuman nya itu, apa yang sedang kau pikirkan Tania. Cindi.


Ketika berjalan menuju mobil nya tania berpapasan denga jay.


"Bukan kah ini kesempatan yang bagus. Semoga berhasil" dengan nada berbisik dan langsung menghampiri Raka yang sudah berada di dalam mobil.


Kenapa dia mengatakan seperti itu.


Ketika mobil yang membawa Tania dan Raka sudah keluar dari area panti, Sekretaris Jay coba mendekati mobil Cindi, ia melepaskan Jas nya dan menaruh nya di dalam. Ia menggulung tangan baju kemeja berwarna putih tersebut, Cindi hanya memperhatikan nya.

__ADS_1


Kenapa dia sangat seksi sekali saat seperti itu, Tapi sayang nya dia sangat dingin sekali. eh tunggu, apa yang sedang kupikirkan.


Beberapa saat ia mulai mencoba nya, namun tidak berhasil. Setelah hampir 30 menit kemudian.


"Jika memang tidak bisa, saya pulang naik ojek online saja Sekretaris Jay," Ucap Cindi ketika mobil nya tak kunjung bisa di perbaiki.


Sekretaris Jay tidak menjawab. Namun ia menelpon seseorang.


"Saya sudah perintahkan orang untuk memperbaiki mobil Anda Nona. Untuk hari ini saya sebaik nya mengantar Anda pulang"


"Terimakasih sebelum nya Jay. Tapi sebaik nya aku naik ojek online saja. Toh kamu masih punya pekerjaan kan" dengan wajah datar.


"Mobil saya disana Nona. Mari" menghiraukan ucapan Cindi.


Dia budeg atau apa ya, kenapa dia menghiraukan perkataan ku.


Cindi tetap saja tidak berani melawan ucapan Sekretaris Jay, ia menurut saja untuk masuk ke dalam mobil. Namun sepanjang perjalanan dia tidak berbicara sama sekali.


"Kenapa kita berhenti disini Jay" dengan wajah heran, karna mobil berhenti di sebuah mall.


"Saya perlu membeli sesuatu Nona. Anda bisa ikut jika mau" ucap nya seraya membuka sabuk pengaman.


"Apa akan lama?!" Tanya Cindi dengan menaikkan alis nya.


Cindi langsung bergegas membuka pintu dan keluar.


Pasti akan sangat bosan sekali menunggu nya, sebaik nya aku ikut saja.


"Ya sudah, aku ikut saja." menutup mobil.


Mereka berjalan menuju sebuah Toko elektronik, Cindi memilih duduk menunggu di depan toko tersebut. Jay berbicara kepada manager Toko tersebut cukup lama. Namun ia masih bisa melihat ke dalam karna dingding Toko tersebut terbuat dari kaca.


"Cindi??!! Sedang apa disini?!" Sapa seorang pia.


Cindi menoleh ke arah suara.


"Eh hai Danu.. Ia aku sedang menunggu seseorang di dalam toko" jawab nya seraya melirik ke arah Jay yang masih berbicara dengan Manager tersebut.


"Oh ya,, aku temani saja bagaimana?" Tanya nya seraya duduk di samping Cindi.


"Terima kasih, tapi dia sepertinya dia akan selesai" jawab nya namun tatapan nya tetap ke dalam toko.


"Kemarin aku sudah memberikan no ku, tapi Kenapa kau tidak mengubungi ku??!" Tanya Danu mengabaikan ucapan Cindi.


Sekretaris Jay melirik Cindi sebentar, namun wajah nya berubah,

__ADS_1


Bukan kah pria itu.


Dengan cepat ia mengakhiri pembicaraan nya dengan manager tersebut dan langsung menemui Cindi di luar toko.


"Ohh iya, aku lupa. Nanti aku akan menghubungi mu" jawab Cindi datar.


"Bagaimana kalau aku yang menghubungi mu, aku minta Nomor mu sekarang" tanya nya seraya mengeluarkan smarphone nya.


Tiba tiba hp tersebut di ambil oleh Sekretaris Jay,


"Kamu siapa?" Tanya Danu kaget.


"apa yang kau lakukan Jay" Tanya cindi bersamaan.


"Saya sudah menyimpan nomor nya disini" menyerahkan hp nya dengan tatapan mematikan. "Ayo kita pulang" langsung menarik tangan Cindi.


Danu menatap kepergian Cindi dengan di tarik oleh Jay.


"Dia siapa? Kenapa bersikap seperti itu kepada nya. apa dia pacar nya?" guman nya dalam hati.


*


Setiba nya di dalam mobil.


"Apa yang sedang kau lakukan Jay" Tanya Cindi seraya menyentuh tangan kiri nya yang di tarik oleh Jay.


Sekretaris Jay tidak menjawab, namun jelas dari raut wajah nya dia tidak menyukai pria tersebut. Ia bahkan hanya diam sepanjang perjalanan.


Ada apa sih dengan nya, kenapa dia bersikap aneh begini, menyebalkan sekali.. Cindi.


Kenapa tidak ku hajar saja tadi pria itu, berani berani nya dia. Jay.


Setiba nya di rumah Cindi. Ia dengan cepat membuka pintu mobil untuk Cindi, dengan cepat ia hendak kembali lagi masuk ke dalam mobil setelah Cindi sudah keluar.


"Kau kenapa sih?" Tanya Cindi dengan nada kesal, membuat Sekretaris Jay berhenti di tempat.


"Sebaiknya anda masuk Nona, sudah malam" ucap sekretaris Jay namun tidak melihat ke arah Cindi.


"Ahh aku bingung dengan orang seperti mu, kau menarik tangan ku secara paksa di hadapan teman ku. Sekarang kau bahkan tidak menjelaskan apapun. Baiklah kalau begitu, sebaik nya aku akan menghindar jika bertemu dengan mu lain kali" dengan wajah marah.


Cindi berjalan membelakangi Jay.


Entah apa yang di pikirkan oleh nya. Dengan cepat ia menarik tangan Cindi dan bersandar ke mobil. Cindi kaget dan langsung melihat Jay. namun dengan cepat Sekretaris Jay mendaratkan sebuah Ciuman di bibir Cindi.


Cindi tidak membalas nya namun juga tidak melawan, ia hanya diam dengan mata yang terbuka lebar. Sementara Jay masih melakukan nya dengan saat lembut.

__ADS_1


__ADS_2