Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
KEPEMILIKAN SAHAM


__ADS_3

"Serahkan surat itu kepadaku"


"Ini, Karna kau aku hampir jadi sasaran amukan nya" sembari menyerahkan map tersebut.


Membayangkan amukan nya saja sudah membuatku merinding.


"Hahaha Ternyata Tuan Raka yang fenomenal ini sangat lemah karna seorang wanita hahaha" Tawa nya mengisi seisi ruangan


"Sebentar lagi Wijaya Groub akan berubah menjadi Kharisma Groub" dengan nada bangga


"Kharisma Groub" tanya Ketua andre sembari mengerutkan kening.


"Ha ha ha Kau tidak akan paham dre. Aku akan transfer bayaran mu" Sembari mengeluarkan telpon genggam miliknya.


Ia mengetik sesuatu disana dan Bunyi notifikasi dari telpon genggam milik Andre berbunyi.


'Anda mendapat dana tambahan sebesar 50 m'


"Bagaimana dre?? Sepadan kan??"


"Sepadan" jawabnya dengan senyum lebar.


Akhirnya uang ini jadi milik ku


Seketika telpon genggam milik yang Ia panggil Bos berbunyi


"Hallo Tuan"


"Dimana kau??" Tannya seseorang dari sebrang telpon.


"Saya masih di TKP Tuan. Kita sudah mendapatkan nya" dengan nada bahagia.


"Benarkah?? Kau yakin??


"Sangat yakin Tuan"


" Lantas kenapa sekarang Tuan Raka akan mengadakan konferensi pers??"


"Maksud anda Tuan??" dahi mengerut


"Setiap stasiun televisi sedang menunggu konferensi pers dari Tuan Raka. Cek di Youtobe sekarang"

__ADS_1


Telpon di matikan.


Dia membuka kembali telpon gengam miliknya dan mulai mencari sesuatu di mesin pencarian internet.


Untuk apa dia mengadakan konferinsi pers, apa dia sedang merencanakan sesuatu.


*


"Selamat siang semuanya" ucap Raka kepada para awak media.


"Saya akan mengumumkan sesuatu siang hari ini" melirik ke arah Sekretaris Jay.


"Sebelumnya terimakasih saya ucapkan kepada semua awak media dan stasiun televisi yang telah bersedia meliput acara ini"


Raka menghembuskan napas dan


"Saya Raka wijaya selaku pemilik sah dari WIJAYA GROUB, menyatakan bahwa Saham dari milik KHARISMA GROUB telah saya ambil alih. Semua sudah tertera disini" Sambil mengangkat sebuah dokumen berisi surat sah kepemilikan.


"Ini saya dapat dari para pemilik saham kecil sampai saham terbesar di Kharisma Groub. Mereka semua telah menjual saham mereka kepada saya. Dengan begitu Saham kharisma Jaya telah jatuh ke tangan Saya sebesar 70% dari keseluruhan aset Kharisma groub"


Meletakkan surat tersebut.


"Karna saham terbesar sekarang adalah milik saya artinya Keputusan utama ada di tangan saya. Terimakasih."


"Sekarang adalah sesi tannya jawab. Semua pertanyaan harus seputar pernyataan barusan"


"Tuan saya dari majalah Morning. Saya ingin bertanya. Bagaimana caranya para pemilik saham bisa menjual saham nya kepada anda?"


\="Kita melakukan negosiasi, kita berikan penawaran dia tertarik. Hannya begitu saja"


"Tuan saya dari acara Dunia berita. Pertanyaan saya adalah Kenapa anda tertarik membeli saham di Kharisma Groub??"


\="Kharisma groub merupakan saingan dari Wijaya Groub tapi jika dua perusahaan ini bekerja sama akan lebih bagus dampak nya bagi perekonomian di negara ini. Dunia bisnis kita harus saling merangkul bukan saling menjatuhkan"


Jay kembali berdiri.


"Saya rasa sesi tanya jawab sudah selesai. Saya ucapakam terimakasih kepada semua awaj media yang datang pada kesempatan ini."


Seketika tepuk tangan yang meriah dari para awak media dan semua orang yang berada di ruangan tersebut.


*

__ADS_1


"Apa?? Bagaimana bisa ini terjadi" dengan suara terbata.


Dengan cepat ia kembali membuka map yang berisi surat yang sudah di tanda tangani oleh Raka.


"Dia telah menipu kita" dengan nada lemas sambil menjatuhkan kertas yang di tangan nya


"Bagaimana mungkin" ucap Ketua andre sambil kembali memungut kertas tersebut.


Dia membacanya dan seketika wajah nya memerah, dia merasa sesuatu ada yang tidak beres.


Ketua Andre mengetik sesuatu di telpon genggam miliknya untuk menelpon seseorang.


"Nomor yang anda tuju sedang berada"


telpon di matikan.


"Ada apa ini. Kenapa groub C tidak bisa di hubungi. ahh groub B"


Ia kembali mengetik sesuatu untuk menghubungi grub B.


"Nomor yang anda tuju"


Telon dimatikan


"Sialan kita sudah di jebak. Ayo kita keluar sekarang" dengan nada tinggi


Mereka berlari ke arah pintu, tapi tidak bisa di buka.


"Kenapa lagi ini. Coba cek pintu belakang" perintah nya ke seseorang


Seseorang berlari dan mencoba membuka pintu yang lain.


"Tidak bisa di buka ketua" dengan nada berteriak.


Ketua andre mulai panik. Dia mulai berpikir keras.


"Ah jendral. Sebaiknya aku telpon dia" langsung mengeluarkan telpon genggam milik nya.


"Nomor yang anda tuju"


Telpon di matikan

__ADS_1


"Sial, sial, sial" sambil menarik rabut nya.


__ADS_2