Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Cindi.


__ADS_3

"Apa menurut mu ada sesuatu di antara mereka??!!" Tanya Tania sambil menatap punggung Sekretaris Jay dan Cindi yang sudah hampir sampai di parkiran.


"Sesuatu apa?" jawab Raka dengan mengerutkan kening.


aduhh pertanyaan apa ini, aku malah keceplosan, bisa bisa dia curiga nanti nya.


"Sayang, bagaimana kalau kita makan sesuatu disana" sambil menunjuk ke arah pantri "aku sangat Lapar" mengalihkan topik.


Sebaiknya aku pastikan terlebih dahulu, seperti nya ada sesuatu di antara mereka.


"Kita duduk di sana saja, aku akan meminta Suci yang menghantar nya" Jawab nya seraya merangkul tangan Tania.


"Ayok" jawab nya seraya mengalihkan pandang nya dari Cindi dan Sekretaris Jay.


"Apa kau sadar sudah membuat kesalahan" Raka bertanya seraya berjalan dengan nada pelan.


"Kesalahan apa?" Tanya Tania bingung.


Lagi lagi aku buat kesalahan yang tidak ku mengerti sama sekali.


"Aku akan membalas mu nanti sesampai nya di rumah" ucap nya dengan tersenyum karna beberpa orang melihat ke arah mereka.


Kau tidak tau kesalahan mu yang mengundang Ferdi hari ini, jelas jelas aku tidak suka itu.


Tania hanya diam, walaupun dia masih bingung atas sikap Raka yang sedikit aneh.


*


Setiba nya di butik Cindi dan Sekretaris Jay langsung masuk, dan di sambut oleh pelayan butik tersebut.


"Apa ini cocok aku pakai!" Tanya Cinidi seraya menunjukkan sebuah baju kepada Sekretaris Jay.


"Saya tidak mengerti masalah fashion Nona, sebaik nya anda pilih sendiri saja" jawab nya cuek.


Apa semua wanita selalu banyak tanya.


"iihh dasar manusia Robot" seru Cindi ketus.


Percuma saja aku bertanya kepada manusia robot. Yang ada di otak nya hanya pekerjaan saja.


Kemudian ia menemui pelayan toko tersebut untuk mencari pakaian yang lain,


Selang beberapa menit Cindi di bantu oleh pelayan butik selesai mengenakan pakaian dan kembali merapikan sedikit make up nya.


Ia berjalan menuju Sekretaris Jay yang sedang seperti nya sedang menelpon seseorang, Ia membelakangi Cindi yang sedang berdiri di belakang nya.


Aku bilang juga apa, yang ada di otak nya hanya pekerjaan saja, paling cuma 10 menit aku ganti baju, dia sudah sibuk lagi dengan pekerjaan nya.


Setah selesai berbicara di telpon.

__ADS_1


"Apakah kita bisa pergi sekarang??!" Tanya Cindi dengan santai.


Sekretaris Jay langsung membalikkan badan memperhatikan asal suara.


Ia memperhatikan Cindi dari atas hingga ke bawah,


Kenapa dia terlihat berbeda, dia bahkan terlihat sangat cantik sekali mengenakan pakaian ini.


"Hei hallow, kita bisa berangkat sekarang ?!" seru cindi mengangetkan Sekretari Jay yang sibuk dengan pikiran nya


"Anda lama sekali Nona, membuat ku bosan menunggu" Jawab nya seraya berjalan meningglakan Cindi.


iihh bukan nya dia yang nelpon nya lama, kenapa menyalahkan aku. Dasar manusia robot.


Mereka keluar dari butik dan menuju mobil yang terparkir di halaman butik, Tangan nya hendak membuka pintu mobil


"Cindi" seru seseorang di parkiran.


"iya, saya?!" tanya cindi dengan tangan yang hendak membuka pintu mobil.


"Wahh kamu cantik banget sekarang. Masih ingat nggak sama aku?!" tanya nya seraya mendekati Cindi.


"mmm Maaf, siapa ya?!" mengerutkan kening.


"Aku Danu, teman SMA kamu loh, aku benar benar pangling melihat kamu yang sekarang, benar benar cantik" masih dengan menggeleng gelengkan kepala.


"oohh Danu, Kamu bisa aja, kamu juga makin ganteng aja" ucap nya sambil tersenyum..


"Ha ha ha aku bisa meminta Nomor WA kamu?!" Tanya pria tersebut, Sekretaris Jay langsung membulatkan mata nya.


wahh ini sudah tidak bisa di biarkan, berani sekali dia,


"hhmm hhmm bisa kita berangkat sekarang" Tanya sekretaris Jay ketus.


Apa apa an sih, menggu orang aja.


"Yasudah kamu masukin nomor kamu" seraya memberikan Hp nya.


wahh dia mengabaikan ucapan ku, ini membuat ku kesal.


"Bisa berangkat sekarang, saya masih banyak pekerjaan" dengan nada kesal karna Cindi mengabaikan nya.


"Ini, aku sudah save. Kamu chat aku ya nanti" seraya memberikan Hp milik Cindi.


"Maaf ya Danu, aku pergi dulu. Senang bisa bertemu kamu lagi, nanti aku chat" langsung masuk ke dalam mobil.


Setelah mobil berjalan, Tanpa sadar Sekretaris Jay melonggarkan dasi yang ia kenakan menggunkan tangan kiri nya. Seperti orang yang kepanasan.


Ia menaikkan suhu ac mobil, Cindi sampai bingung di buat nya.

__ADS_1


Kenapa dia menaikkan suhu Ac nya, kan jadi dingin.


"Kamu kenapa?!" tanya cindi sambil melihat ke arah sekretaris jay,


"Tidak apa apa" jawab nya ketus.


"Bisa saya kecilkan Ac nya?!" dengan menaikkan alis mata nya.


"Tidak bisa" Jawab nya ketus lagi.


Kenapa aku jadi kepanasan begini sih, erasaan Ac nya sudah maksimal.


"Tapi aku kedinginan" Dengan wajah cemberut.


Tidak di jawab oleh Sekretaris Jay. Namun ia melirik nya dan mengecilkan Ac tersebut.


Kenapa sih dia, jadi gelisah begitu. Apa batre nya sudah mulai lowbet kali ya. Secara dia kan manusia robot, perlu mengisi daya. Cindi.


Apa yang sedang ku pikirkan, kenapa aku kesal saat dia memuji pria itu, bahkan aku sangat kesal jika dia tersenyum kepada nya. Ah ini menyebalkan sekali. JaY.


Tidak terengar lagi suara di dalam mobil hingga mereka sampai di Yayasan. Cindi hanya diam, sementara Sekretaris Jay sibuk dengan pikiran dan kegelisahan nya.


"Ini Jas mu. Terimakasih sudah meminjam kan nya tadi" seraya menyerahkan nya.


Sekretaris Jay langsung mengenakan nya tanpa mengucapakan sepatah kata pun,


Bagaimana cara menghapus nomor pria tadi dari hp nya??!! aahh apa yang sudah ku pikirkan, sebaik nya aku pergi masih banyak pekerjaan, tidak punya waktu untuk masalah seperti ini.


Kemudian ia pergi meninggalkann Cindi.


"Sekretaris Jay" seru Cindi kembali.


Ia tersenyum dan setelah ia membalikkan badan.


"Kenapa Nona" dengan tatapan datar dan tanpa ekpresi.


Cindi mendekat dan langsung menyentuh tangan Sekretaris Jay. Perlakuan Cindi yg tiba tiba membuat Sekretaris Jay jadi salah tingkah,


Kenapa tingkah nya hampir sama dengan Nona Tania,


"Terima kasih atas baju baru nya" seru nya sambil tersenyum membulatkan wajah nya.


Kenapa dia sangat menggemaskan sekali, jantung kenapa cepat begini.


"Itu tanda permintaan maaf saya karna sudah menumpahkan minuman ke baju anda Nona" jawab nya datar.


Tunggu, dia sedang mengejek ku ? bukan nya itu kesalahan ku sendiri, aku kan sudah baik baik berterima kasih, kenapa dia justru mengejek ku seperti itu, menyebalkan.


Cindi melepaskan tangan Sekretaris Jay dan langsung meninggalkan nya dengan wajah cemberut.

__ADS_1


Loh kenapa dia, bukan nya barusan masih tersenyum, kenapa tiba tiba jadi cemberut begitu?!! aah wanita memang susah di tebak.


*


__ADS_2