
"Jika kau mengomel lagi tentang asisten mu, besok aku akan menambah nya lagi" sedikit tegas.
Tania dengan cepat kilat mencium pipi Raka.
"Tidak perlu sayang. Suci dan Bella sudah cukup menemani ku. Kau sangat baik" kembali mengecup pipi Raka.
Ayo lah Tania mulai lah bersikap genit. Jika tidak dia bisa benar benar melakukan nya.
Raka sangat Suka ketika Tania bersikap sedikit genit seperti itu.
"Wahh kau sekarang sudah genit ternyata Ya" sambil menyentuh lengan Tania.
"Maaf" sambil menaikkan bibir nya.
Raka tidak kuat, langsung menarik lengan Tania dan mencium bibir Tania. Sejenak mereka berciuman dengan posisi Tania masih duduk di pangkuan Raka.
Tania semakin hari semakin mengerti cara cepat meluluhkan keras nya hati Raka. Dia cukup bersikap lembut dan di perlakukan tiba tiba oleh Tania.
*
kring kring kring
Sebuah panggilan dari nomor baru.
"Hallo"
"Hallo Sekretaris Jay. Apa kak Raka ada di situ??" Tanya suara dari sebrang telpon.
"Ini siapa??" tanya Sekretaris Jay sambil mengetik sesuatu di tablet nya.
"Hey Manusia Robot. Ini aku Cindi" setengah Teriak.
"Ada perlu apa Nona??!!
Kenapa dia sangat cerewet sekali sih.
"Saya mau bicara dengan Kak Raka."
__ADS_1
"Sebentar Nona" Berdiri.
"Tuan Nona Cindi ingin berbicara dengan anda" Sembari menyodorkan hp milik nya.
"Hallo"
"Kak Raka. Besok datang ya" dengan suara manja.
"Kemana??" Sembari sibuk dengan pekerjaan nya.
"Aku Ulang Tahun, jadi kaka datang bersama kaka ipar. Besok malam jam 8:00"
"Iya kaka akan datang. Hannya itu??!"
"Ia kak. Kaka bisa bawa juga manusi Robot itu"
"Manusia Robot??!! Tannya Raka sambil mengerutkan kening.
Sekretaris Jay melirik ketika ia mendengar kata Manusia Robot.
"Ia kak. Manusia Robot itu Sekretaris Jay"
"Ia akan kaka sampaikan. Itu saja??!!"
"Ia kak. Sampai sampai besok" langsung mematikan Telpon gengam nya.
Dia memanggil Sekretaris Jay dengan sebutan Manusia Robot? Kenapa dengan mereka? Apa mereka punya hubungan??!
Raka sibuk dengan pikiran nya sesekali melirik ke arah Sekretaris Jay.
*
Keesokan hari nya.
Tania masih sibuk memeriksa Cabang yayasan di jalan xxx. Dia ingin benar benar fokus mengurus yayasan tersebut, dari warna cat, bagian bangunan yang perlu di ganti dan beberapa alat yang perlu di tambah. Semua ia diskusikan bersama Suci dan Bella.
"Nona setelah ini kita ke butik xxx" Ucap Suci sembari melihat tablet milik nya.
__ADS_1
"Ngapain??!" jawab nya Datar.
"Anda di minta Tuan untuk mencoba dress yang akan anda gunakan untuk pesta ulang tahun Nona Cindi Nona"
"Cindi ulang Tahun??!!" Langsung berdiri "Yahh kenapa kau beritahu aku sekarang?!" sembari melihat jam di tangan nya.
"Saya baru mendapat kabar dari sekretaris Jay Nona" menunduk
"Aku mau beli kado untuk nya. Beli dimana ya??!" melihat ke arah Suci.
"Di samping Butik ada Mall, Apa kita cari disana sekarang Nona?? Setelah membeli nya baru kita ke butik"
"Kau benar. Sebaiknya kita berangkat sekarang" Langsung berjalan dan di ikuti oleh Suci.
*
Setelah selesai memilih Kado dan baju di butik, Tania bergegas pulang. Ia kemudian mandi, saat dia mandi MUA sudah datang menunggu nya untuk di make over. Suci sudah mengatur semua nya.
"Apa mereka masih lama??!" Tanya Raka kepada Bella yang menunggu di ruang Tamu.
"Seharusnya sudah selesai Tuan. Saya akan pastikan lagi" Hendak pergi tapi tidak jadi. "Nona sudah datang Tuan" sembari melihat ke arah tangga.
Tania berjalan dengan sangat anggun, mengenakan gaun panjang sampai mata kaki, Bagian dada nya di hiasi sebuah kalung bermata berlian, Rambut hanya di gerai bagian bawah di blow. Baju warna Kuning terang di beri aksen brokat di bagian bagian tertentu sangat cocok dengan warna kulit nya yang putih.
"Apa aku terlalu lama?" ucap Tania ketika sudah sampai di sofa.
"Kenapa pakaian mu seperti itu??!" tanya Raka.
"Kenapa dengan pakaian ku??!" sambil melihat kebawah bagian pakaian nya.
"Kau tidak cocok memakai nya?!" Seru Raka sambil melipat ke dua tangan nya.
Kau terlalu cantik. Nanti mereka akan melihat mu. Apalagi Ferdi pasti disana nanti.
"Benar kah??" Jawab Tania dengan nada bingung.
Tapi menurut Suci dan Bella ini sudah bagus. Salah nya dimana.
__ADS_1
Tania melirik ke arah Bella dan suci secara bergantian. Bella hannya mengangkat kedua bahu nya.
"Kalau ganti sekarang kita akan terlambat sayang" ucap Tania sembari mendekati Raka yang masih duduk di sofa dengan Tangan di lipat.