Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Menunda Amarah 2


__ADS_3

Raka dan Sekretaris Jay sedang duduk di Sofa menunggu kedatangan Tania. Raka sesekali melihat jam Rolex milik nya, wajahnya yang menahan amarah belum juga mereda karna belum bertemu dengan Tania.


Bukan kah daerah xxx dekat dari rumah, tapi kenapa mereka lama sekali sampai nya. Sebenarnya dia benar sedang makan atau dia sedang bersama Ferdi?!! aahh tidak mungkin, dia tidak seberani itu.


Sekretaris Jay melihat Tablet miliknya. Seolah olah dia mengerjakan sesuatu disana, tapi sebenar nya dia sama sekali tidak konsentrasi. Pikiran nya terganggu oleh Raka yang dari tadi sangat gelisah.


Ahh kenapa dia tidak bisa duduk tenang. Aku sama sekali tidak bisa fokus karna nya.


"Lama sekali mereka. Apa sebaik nya kita susul mereka?!" Tanya Raka dengan nada kesal.


"Sebaik nya kita tunggu disini Tuan. Sebentar lagi mereka akan tiba" jawab Sekretaris Jay santai.


Apa orang yang cemburu seperti ini?! aahh bukan kah ini menjengkel kan, Dia bahkan tidak tenang dari tadi. Pertanyaan ini sudah kelima kali nya ku dengar dari tadi.


Selang dua menit setelah dia bertanya seperti itu.


"Aku sudah tidak bisa menunggu lagi. Kita susul mereka sekarang" Sambil berdiri.


"Bella sudah memberitahu ku kalau mereka sudah mau sampai Tuan. Mungkin kena macet karna sekarang jam pulang kantor" Ucap Sekretaris Jay meyakin kan.


Aahh kau membuat ku pusing saja Tuan.


Raka kembali duduk, tapi masih saja gelisah. Ia masih harus menunda amarah nya.


"Tuan jika saya bisa memberi saran, sebaiknya anda bertanya baik baik terlebih dahulu. Karana bisa jadi Nona punya alasan tertentu menemui Tuan Ferdi" Sekretaris Jay berusaha menenangkan Raka.


"Tidak bisa. Apapun alasan nya Dia tidak bisa menemui pria mana pun, apalagi Ferdi, pria yang jelas jelas sudah menyatakan cinta nya. Dia tidak hanya menemui nya tapi juga tersenyum kepada nya." jawab nya kesal.


Aku tidak bisa lagi bertanya baik baik, dia sudah membuat ku gila.


"Bagaimana jika Nona tidak terima dan langsung meninggalkan Anda. Anda tidak punya senjata lagi untuk mengancam Nona" sambil menatap dalam wajah Raka.

__ADS_1


Sadar Tuan, Tuan Anton lah yang selalu menjadi senjata mu, tapi kali ini dia sudah bersih. Kau mau menggunakan senjata apa lagi.


"Tetap tidak bisa Jay. Sekalipun aku tidak punya senjata lagi. Aku sudah menahan amarah ku semenjak melihat dia tersenyum kepada Ferdi. Apapun alasan nya tetap tidak bisa di terima" ucap nya dengan nada tinggi.


Ahh percuma saja memberi saran kepada orang yang sudah cemburu, Semua serba salah.


Beberapa saat kemudian terdengar suara mobil. Seketika Raka mengubah raut wajah nya menjadi datar dan menyilangkan bentuk kaki nya, dengan Tangan di lipat. Ia menutupi kegelisahan nya yang tadi. Sekretaris Jay sampai heran dengan perubahan sikap Raka.


"Selamat malam Nona" sapa Pak sam yang menunggu di depan pintu, kemudian Pak Sam memberikan sedikit lirikan ke arah Sofa, Tania langsung mengerti.


"Selamat malam Pak Sam" balas nya sambil tersenyum.


Tania sedikit melirik ke arah sofa, ia tau Raka menunggu disana. Tapi dia acuh, kaki nya melangkah santai menuju tangga. Seolah olah dia tidak mengetahui Raka ada disana.


"Darimana saja kau?!" Tanya Raka dengan tatapan Tajam.


Tania terdiam dan menoleh,


"Dan!!!!" Tanya Raka sambil menatap tajam pada Tania.


Dia bahkan tidak mengatakan sayang kepada ku. Apa dia sudah lupa karna baru bertemu dengan Ferdi.


Jawab jujur Nona, Itu akan memperingan hukum anda. Jay


"Dan setelah nya aku langsung pulang" Jawab nya santai, lalu ia melihat ke baju nya "Kalian masih mengobrol ya. Aku mandi dulu ya, rasa nya gerah sekali, aku pengen mandi" jawab nya sambil mencium rambut nya.


Tanpa menunggu jawaban Tania menaiki anak tangga dengan santai.


Kenapa wajah nya terlihat bahagia? Apa karna baru bertemu Ferdi? Taniaa berani berani nya kau. Aku bahkan belum selesai bicara kau sudah meninggalkan ku. Kau benar benar menguji kesabaran ku. Raka.


What??!!! Apa itu Nona Tania yang ku kenal? Aku sangat yakin jika kau cemburu Nona. Ini adalah cara mu membalas kecemburuan mu kepada Tuan. Apa wanita jika cemburu menjadi menyeramkan ya. Jay.

__ADS_1


Apa aku sudah bosan hidup??!! Berani sekali aku bertindak seperti ini. Ada apa dengan ku. Pikiran dan tindakan ku sama sekali tidak sejalan. Tania.


Setelah sampai di dalam kamar Tania langsung menuju kamar mandi. Ia mengunci pintu dari dalam, Di isi nya air di dalam bathtub. Kemudian ia berendam.


"Apa kau lihat wajah nya?" Tanya Raka dengan menatap anak tangga yang barusan di lewati Tania.


"Kenapa dengan wajah Nona?!" Tanya sekretaris Jay bingung.


"Wajah nya terlihat sangat happy. apa dia sebahagia itu bertemu dengan Ferdi?!" tanya Raka dengan kesal.


Sekretaris Jay hannya diam. Ia memilih tidak menjawab apa yang di katakan oleh Raka.


Ya Tuhan kenapa Tuan ku sangat pintar dalam bisnis, tapi sangat bodoh dalam hal ini. Kau katakan wajah Nona happy??!! Apa mata mu sudah minus??! Dia itu sedang menutupi rasa takut nya Tuan. Karna terlalu cemburu kau menjadi se bodoh ini Tuan... Ya Tuhan ini hari apa, kenapa dia sangat menyebalkan hari ini.


Raka ingin melampiaskan kekesalan nya. Ia langsung menyusul Tania ke dalam kamar. Setelah masuk ia tidak melihat Tania. Terdengar suara air dari dalam kamar mandi. Pelan ia membuka pintu kamar mandi tidak bisa,


Apa??!! Sejak kapan dia mengunci pintu saat mandi??!! waahh dia sengaja mencari masalah dengan ku.


"Tania buka pintu nya?!" Teriak Raka sembari mengetuk pintu.


Tania mendengar nya, tapi dia hanya diam saja. Ia bahkan sengaja bernyanyi dengan sedikit kuat, seolah olah tidak mendengarkan teriakan Raka.


"Tania apa kau tidak dengar. Buka pintu nya?!" Teriak Raka lagi dengan suara semakin meninggi.


Tania masih saja acuh, justru ia bernyanyi semakin kencang.


Kenapa dia sangat ribut sekali. Apa dia tidak bisa duduk santai sampai aku selesai.


Raka memilih menunggu Tania selesai mandi. Ia mondar mandir dari tadi, sesekali mengigit kuku nya. Ia masih menahan amarah nya. Seharus nya ia sudah melampiaskan nya dari tadi, kali ini masih saja harus tertunda.


Lama lama dia membuat ku gila. Berani berani nya kau melawan ku. Awas kau Tania.

__ADS_1


Sementara Sekretaris Jay memilih pergi ke belakang. Ia menemui Bella yang berada di kamar nya. Banyak hal yang ingin ia tanyakan kepada nya. Terutama tentang Clara dan Ferdi. Sebenarnya ia menghindari ocehan Raka, ia sebaiknya langsung meninggalkan Raka di sofa,


__ADS_2