Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Ruangan Pribadi


__ADS_3

"Selamat pagi" ucap Tania ketika melihat Raka sudah mulai terbangun


Raka berusaha melihat sumber suara.


"Cepat sekali kamu berpakaian rapi seperti ini?" ucap nya dengan nada serak karna baru bangun.


"Tidak apa apa, aku hanya ingin bangun lebih cepat" ucap nya sambil tersenyum


Jika kau yang lebih dulu bangun, aku sudah tau apa yang akan terjadi.


Raka mengangguk.


Kemudian ia berdiri tanpa mengenakan pakaian terlebih dahulu. Tania yang melihat nya dengan keadaan seperti itu langsung memalingkan pandangan nya, wajah nya memerah seketika.


"Kenapa kau tidak memandang ku?! Bukan kah kau sudah sering melihat nya??" Goda Raka sebelum akhirnya dia masuk ke dalam kamar mandi.


Di dalam closet room


"Apa yang akan kau lakukan hari ini??!" Tanya Raka setelah keuar dari kamar mandi.


"Aku akan ke panti sayang" ucap nya dengan nada datar.


"Bagaimana perkembangan panti mu?!" Sambil mengenakan pakaian


"Masih tahap renovasi di kantor pusat nya. Setelah nya baru ke cabang cabang" sembari merapikan dasi Raka.


"Apa kau menyukai kegiatan mu ini?!" tangan nya sudah memeluk bagian pinggang Tania.


"Aku suka, aku sudah tidak sabar untuk melihat anak anak disana nanti nya" ucap nya masih memperbaiki dasi.


"Apa disana ada pria?!" dengan nada curiga.


Awas kalau kau berani mendekati pria disana.


"Tidak ada sayang. Aku hannya bersama Suci dan Bella. Masalah Tukang itu urusan Suci" ucaonya meyakinkan.


Kenapa lagi dengan nya kali ini.


"Bagus" jawab nya senang.


"Sudah selesai. Ayo kita serapan, aku sudah sangat lapar" sambil menaikkan ujung bibir nya.


Cup


Satu ciuman meleset di pipi nya.

__ADS_1


Kau sangat menggemaskan sekali.


"Ayo" jawab Raka sembari menggandeng tangan Tania.


Sembari berjalam menuju meja makan.


"Seperti nya kartu yang ku berikan tidak ada transaksi disana" Dengan suara berat


"Benar kah??!" Sambil mengingat ingat.


Mau bagaimana lagi. Semua kebutuhan ku sudah ada, memang nya aku perlu apa lagi.


"Jika hari ini tidak ada transaksi disana, kau akan kena hukuman nanti"


Tania hanya tersenyum. Tapi jelas terlihat di wajah nya dia bingung.


*


Tania berjalan jalan di dalam gedung lantai dua bersama bella. Sementara Suci langsung menemui kepala tukang.


"Nona" Ucap Suci tiba tiba datang dari belakang mereka.


"Iya Suci. Kenapa?!" Sembari membalikkan badan.


"Tukang sudah selesai. Jadi saya segera memerintahkan mereka untuk memperbaiki panti cabang." sembari mengeluarkan sebuah kertas.


"Sama sama Nona. Apa nona sudah melihat ruangan Anda?!" dengan menaikkan alis


"Apa aku punya Ruangan?!" Tanya nya bingung.


"Ia Nona. Mari saya tunjukkan" Sambil mengangkat tangan mempersilahkan.


Mereka berjalan tidak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini. Suci membuka sebuah pintu kaca.


"Ini Nona. Bagaimana menurut anda??!!" sembari mendorong pintu.


Ia pun melangkah dan seketika ia kaget, Ruang nya Berukuran cukup besar dan juga memilik sebuah kursi beserta meja yang cukup besar, itu akan menjadi meja kerja nya. Dilengkapi juga dengan sofa untuk Tania menerima Tamu. Tersedia juga kamar mandi berukuran sedang namun lengkap dengan fasilitas nya.


"Apa ini tidak berlebihan??!" Ucap nya sedikit pelan.


Sekarang aku punya Ruangan pribadi sebesar ini padahal aku belum tau pekerjaan seperti apa nanti yang akan ku lakukan.


"Apa anda tidak nyaman Nona?!" sedikit kaget.


Tamat riwayatku, Tuan Raka sendiri yang meminta ku untuk membuat anda nyaman. Jika tidak pekerjaan ku jadi taruhan nya.

__ADS_1


"Saya nyaman, hannya saja" tidak melanjutkan ucapan nya.


Sebaik nya aku bertanya saja,


"Kenapa Nona??!" Tanya suci penasaran.


nyaman?? Tapi?? Jangan ada tapi tapi an Nona, bisa bisa aku kena imbas nya.


"Jika ada sesuatu yang ingin Anda katakan saya akan mendengarkan Nona" dengan nada lembut.


Ayo Nona, jangan buat jantung ku copot sekarang.


"Begini aku sama sekali belum memgerti kenapa aku harus mempunyai ruangan pribadi" jawab nya polos


Suci menatap Tania dalam dan tersenyum.


"Karna Anda adalah pemilik sekaligus pengurus yayasan ini Nona. Dari mulai Pendidikan mereka, makanan mereka, pakaian mereka, dan masih banyak lagi" sambil tersenyum


Kenapa anda tidak terus terang saja nona. ahh setidak nya aku bisa bernapas lega.


"Baiklah, sekarang ajari aku. Aku tidak memiliki pengalaman apapun di bidang ini" dengan nada lembut.


"Begini Nona" Mengeluarkan sebuah kertas "Ini adalah struktur kedudukan dari yayasan ini. Jadi semua ini masih kosong kecuali ini" Menunjuk bagian paling atas.


"Disini siapa?!" tanya nya sambil melihat kertas.


"Ini adalah kedudukan Anda selaku pemilik dari yayasan ini. Kita juga nanti nya akan memilih beberapa pengurus yayasan ini. Tapi setelah semua cabang selesai di perbaiki.


Tania mengangguk angguk, ia mulai mengerti sekarang.


"Apa anda sudah pikirkan nama yayasan ini Nona?!" Tanya Bella yang masih berdiri.


"Nama?? Bukan kah sebelum nya sudah punya Nama??" sambil melihat kearah Bella.


"Itu nama dari pemilik sebelum nya Nona, Saya rasa anda harus membuat nama yang baru."


"Baiklah akan aku pikirkan Nanti."Sambil memandang lurus.


Nama??!! tapi apa?? Ternyata tidak semudah yang ku pikirkan.


"Nona saya sudah copy beberapa berkas. Jika anda punya waktu senggang ada bisa membaca nya. Ini berisi tentang fungsi sebuah yayasan Nona" sembari memberikan.


"Saya akan baca nanti. Terimakasih Bella, Suci. Kalian benar benar membatu ku, jika tidak mungkin aku akan kebingungan" dengan menaikkan ujung bibir nya.


"Sudah menjadi tugas kami Nona" Ucap Bella.

__ADS_1


*


__ADS_2