
Raka sudah hampir sampai di rumah, Sekretaris Jay sudah ingin mengambil hp di saku nya.
"Tidak perlu mengatakan kita akan segera sampai Jay" Ucap Raka datar.
Hari ini sepertinya dia lelah sudah berkunjung ke yayasan dan juga panti.
"Baik Tuan"
Sesampainya di rumah.
"Selamat malam Tuan Muda" Sapa pak Sam.
"Selamat malam pak sam. Apa Dia sudah pulang?!" sambil melirik ke atas.
"Nona sudah kembali sekitar dua jam yang lalu Tuan, setelah nya dia tidak ada keluar dari kamar" Pak Sam coba me jelaskan.
"Baik lah. Jay kau pulang saja" tanpa melihat.
"Baik Tuan" jawabnya cepat.
Raka berjalan menaiki tangga, hingga sampai di pintu kamar. Pelan ia membuka pintu kamar.
"Sayang, kau sudah pulang??! Kenapa tidak memberitahu ku?!" seru Tania ketika melihat pintu terbuka dan langsung berjalan mendekati Raka.
"Apa yang sedang kau lakukan??!" Tanya nya sembari melirik ke arah sofa ada laptop terbuka
"Aku hanya membaca saja" Sambil tersenyum "Sini aku bantu buka" sambil menyetuh dasi Raka
"Benarkah??!! Apa yang kau baca?!" tanya Raka sambil menatap wajah Tania.
"Hanya urusan yayasan sayang" melepaskan dasi "Sudah aku siapkan air di bathtub ya" sambil tersenyum.
"Tidak usah, aku bisa sendiri. Kau lanjutkan pekerjaan mu saja" Ucap nya sambil tersenyum.
Kenapa dia lembut sekali malam ini. Biasanya dia marah kalau aku tidak menyambut nya. Ah sudah lah dia memang susah di tebak.
Raka langsung masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Tania masuk ke dalam closet room menyiapkan pakaian tidur Raka.
Setelah Raka selesai mandi dan mengenakan pakaian ia menghampiri Tania yang duduk di sofa.
"Apa kita makan sekarang?!" Tanya Tania sambil menutup laptop nya.
__ADS_1
"Aku malas turun. Aku sudah minta Pak Sam mengantar makanan kesini" jawab nya datar.
Kenapa dia aneh. Apa dia sedang ada pikiran di kantor nya.
"sayang apa kau sedang lelah?!" Tanya Tania pelan.
"Kenapa kau bertanya seperti itu?!" Sambil bersandar
Aku tidak mau kau terlalu lelah, malah kau berpikir aku yang lelah.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu.
"Masuk pak Sam" teriak Raka dari dalam.
Pak sam masuk bersama seorang pegawai wanita.
Meletakkan makanan di meja, setelah selesai dengan pekerjaan nya kemudian Pak sam Pamit.
Raka dan Tania menikmati makan malam tanpa banyak bercerita hingga selesai makan malam. Hannya obrolan biasa.
Raka dengan posisi duduk bersandar.
"Sayang, aku sudah menemukan nama untuk yayasan itu" Seru nya dengan semangat.
"Benar kah??! Apa?!" sembari menghadap Tania.
"Pelita Hati" ucap nya pelan. Sambil melirik reaksi Raka.
"Arti nya??!" ucap Raka serius.
"Pelita artinya sebuah Cahaya. Yayasan ini adalah sebuah cahaya bagi mereka yang hidup nya penuh dengan kegelapan. Anak-anak itu adalah sebuah Hati yang tulus, yang perlu kita berikan cahaya" ucap nya dengan nada serius.
Sejenak Tania terdiam, Raka juga ikut diam mencoba mencerna apa yang Tania ucapkan.
"Nama yang Indah. Aku suka" Sambil tersenyum
Aku tau kau sudah sangat memikirkan nya.
"Benarkah??!!" Semangat "Terimakasih" ucap nya sambil memeluk Raka.
__ADS_1
Akhir nya. Aku menemukan Nama yang pas. Dia juga menyukai nya.
"Bagaimana dengan nama panti nya sendiri??! Apa kau sudah punya nama juga??!" sembari membelai rambut Tania yang masih memeluk nya.
"Untuk nama nama panti nya aku buat Bunga. Jika panti yang berada di jalan xxx nama nya bunga melati." belum melepaskan pelukan.
"Kenapa harus nama bunga?!" Tanya Raka sembari mengerutkan kening.
"Bunga harus kita jaga, rawat. Begitu juga dengan anak anak itu. Panti Bunga Melati Yayasan Pelita Hati" ucap nya sambil tersenyum dengan kepala masih di dada Raka.
"Bagus. Nama yang indah" Ucap Raka Sambil mendorong pelan kepala Tania agar mereka saling berhadapan.
"Terimakasih" Ucap Tania sambil tersenyum.
"Berarti kau akn sibuk mengurus Yayasan mu dari sekarang?!" Tanya Raka sembari menatap dalam mata Tania.
Tania mengangguk.
"Boleh boleh saja kau mengurus mereka tapi Perhatian mu, Cinta mu, Sayang mu, Hanya milik ku sendiri. Apa kau mengerti?!" dengan nada serius.
Dia kenapa?? Bukan nya Tadi masih baik baik aja. Lantas sekarang kenapa jadi aneh.
Tania masih bengong.
"Tania, apa kau mengerti?!" dengan suara sedikit meninggi.
Tania tersenyum dan memeluk Raka manja.
"Aku mengerti sayang. Diriku hanya milik mu seorang" mempererat pelukan.
Puas??!! Apa kau puas mendengar nya. Selalu saja bersikap aneh.
Raka mencium rambu Tania yang masih memeluk nya.
Memeluk nya dan mendorong bahu nya pelan agr mereka saling berhadapan.
Raka mencium bibir Tania dengan lembut, Tania juga tidak tinggal diam saja, ia juga membalasnya. Semakin lama semakin panas.
Dan terjadi lah yang seharus nya terjadi.
Bersambung
__ADS_1