Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Hari Pernikahan


__ADS_3

Dua minggu sudah berlalu, Ferdi sudah memberikan restu agar Cindi dan Sekretaris Jay bisa menikah. Semua keluarga sudah sibuk mengurus acara pernikahan. Sekretaris Jay semakin pusing karna kini ia menjadi semakin sibuk. Karna ia masih harus mengurus Raka dan segala ke cemburuan nya.


Hari ini adalah hari pernikahan Cindi dan Jay. Calon pengantin beserta keluarga besar sudah berada di hotel semenjak tadi malam. Karna acara pernikahan di adakan di hotel tersebut.


Begitu juga dengan Tania dan Raka, mereka juga menginap di hotel yang sama.


"Bagaimana penampilan ku?!" Tanya Tania kepada Raka yang sedang duduk di sofa.


Raka melihat nya dari bawah sampai ke atas, Ia menggunakan hills yang cukup tinggi, longdress yang mengikuti bentuk badan berwarna nude, di bagian dada di hiasi dengan kalung berlian, anting yang senada dengan kalung, rambut di sanggul dengan sedikit tidak rapi namun membuat penampilan nya jadi sangat menarik. Raka melihat nya dengan kagum.


Ini terlalu cantik, dia akan menjadi pusat perhatian disana.


"Jelek, ganti" dengan wajah cuek.


"Tidak bisa, aku akan menjadi mermaid nya sayang. Kami dan sepupu nya yang lain berjanji mengenakan baju yang senada" jawab nya dengan membulatkan wajah.


Ayolah, jangan persulit kali ini, bisa bisa kita telat.


"Tetap tidak bisa" Jawab nya Cuek.


Apa kau mengerti apa yang aku katakan, Kau terlalu cantik, ini akan membuat ku kesal nanti.


Tania langsung mencium pipi Raka.


"Aku berjanji nanti setelah mengantar nya ke altar, aku berjanji akan mengganti nya" dengan mimik manja.


Ayolah Raka, jangan ulur waktu.


"Ingat, setelah mengantar nya" nada tegas.


Astaga kau selalu saja membuat ku pusing.


Mereka akhirnya keluar dari kamar dan langsung menuju Tempat di langsungkan nya pernikahan.


*


Raka sudah duduk bangku paling depan. Sementara Tania masuk ke sebuah ruangan bergabung dengan teman yang lain. Semua tamu sudah menunggu. Sementara sekretaris Jay sudah menunggu di altar.


Kini Tania beserta Sepupu Cindi yang lain nya sudah keluar dari sebuah Ruangan membawa buket bunga berukuran kecil. Setelah mereka sampai di altar dan mereka kembali ke tempat duduk. Tania duduk di samping Raka.


"Pengantin Wanita di persilahkan memasuki altar" seru seorang Pembawa Acara.


Cindi masuk dengan menggandeng tangan Papa Johan memasuk altar, dengan langkah yang sangat pelan.


Cindi mengenakan gaun putih, Seperti princess, seikat bunga berwarna putih. Saat mereka berjalan banyak mata yang terpana dengan kecantikan Cindi, sementara Cindi berjalan sesekali melemparkan senyuman kepada para tamu. Hingga Akhirnya ia sampai di altar.


Papa Johan menyerahkan Cindi ke tangan Sekretaris Jay.

__ADS_1


" Aku adalah Cinta pertama nya. Aku membesarkan nya dengan penuh Cinta dan kasih sayang. Aku selalu memberikan yang terbaik kepada nya, kini tugas ku ku serahkan kepada mu. Tumbuh dan menua lah bersama dengan penuh Cinta dan Kasih." Suara berat menahan tangis, namun air mata sudah menetes.


Beberapa orang sudah meneteskan air mata termasuk Cindi.


Kini Acara berlanjut hingga ikrar pernikahan di ucapkan.


"Kini kalian telah resmi menjadi suami istri, Silahkan berciuman" Ucap pastor yang memberkati pernikahan mereka.


Cindi dan Jay berciuman, di iringi dengan tepuk tangan yang meriah dari bangku penonton.


*


Mereka kini kembali ke hotel untuk melanjutkan resepsi pernikahan. Di sebuah Aula yang cukup luas. Tamu undangan semua dari kalangan pebisnis. Bebrapa orang adalah kolega Wijaya Groub. Tidak ada media sama sekali. Sekretaris Jay sudah mengatakan sebelum agar tidak bisa mengambil foto Tuan Raka, jika tidak mereka akan tau apa yang terjadi.


"Sayang, kita tidak bisa bergabung dengan mereka?!" Tanya Cindi dengan wajah mengiba.


"Tidak kita juga bisa melihat mereka dari sini" tanpa melihat wajah Tania.


Mereka duduk di sebuh meja yang sudah di persiapkan hanya untuk mereka berdua. Beberapa pengawal menjaga meja mereka agar tidak ada yang bisa mendekat. Yahh semua pasti sudah tau kenapa harus begitu, Raka bisa saja tidak bisa menahan diri jika ada pria lain yang melihat Tania. Walaupun Tania sendiri ingin sekali bergabung dengan Mereka di sana.


Untuk apa kesini jika hanya duduk di pojokan seperti ini. Apa salah nya jika bergabung dengan mereka. huft selalu saja bersikap aneh.


Acara pernikahan sudah hampir selesai, beberapa di antara mereka mencari caru keberadaan Tuan Raka, karna memang mereka datang untuk mencari muka kepada Raka. Raka berada di dalam satu ruangan dengan mereka namun tidak bisa bertemu dengan mereka.


*


"Maaf" Ucap Raka seraya duduk di dekat Tania.


"Maaf untuk apa?!" Tanya Tania bingung.


"Dulu pernikahan kita tidak semegah pernikahan mereka" Dengan menarik tangan Tania.


"Ngomong apa sih, sudah lah" Jawab nya namun pandangn tetap tidak berubah.


"Aku tau kau mungkin ..."


"Sayang, aku mengerti" Menghentikan ucapan Raka " aku tidak masalah, aku juga tidak suka terlalu megah, aku hanya suka sederhana saja. Lupakan lah, semua sudah berlalu" Jawab nya sambil tersenyum


Raka memeluk Tania.


"Terimakasih sudah mau bertahan sampai sekarang"


Dia kenapa lagi, seharus nya kau pikirkan itu dulu.


Tania hanya mengusap punggung Raka dengan lembut.


"Kapan kita pulang?!" Tanya Tania membuat Raka melepaskan pelukan nya.

__ADS_1


"Kita akan pulang setelah Jay juga pulang"


"Maksud nya?! Apa kau tidak memberikan waktu kepada nya??" mengerutkan kening.


Jangan bilang kau akan meminta nya bekerja sama seperti kau dulu.


"Tidak. Dia harus kembali bekerja seperti biasa" sambil berdiri.


aargghh Dasar manusia tidak punya hati. Mereka kan baru menikah, kau sudah memaksa nya untuk bekerja.


"Sayang Berikan kepada nya beberapa hari saja, bagaimana mungkin dia langsung meninggalkan Cindi seorang diri!!" nada yang mulai meninggi.


"Tidak bisa, enak saja dia. Dulu aku juga langsung bekerja" Membuka jas dan melemparkan nya ke atas sofa


Tania membulatkan mata.


Itu kan kan kemauan mu sendiri yang ingin langsung bekerja. Kenapa malah membalas nya kepada Jay.


Raka mengambil smartphone nya dan menghubungi seseorang.


"Masuk ke kamar ku sekarang"


Jangan bilang itu adalah Jay, bagaimana bisa dia setega itu..Arrgh kau membuat ku kesal saja.


Tokt tok tok


"Masuk" teriak Raka.


Saat masuk, benar saja Sekretaris Jay sudah berada di ruangan yang sama dengan mereka.


Tania dengan wajah kesal berdiri.


"Cindi dimana?!" Tanya Tania kesal.


"Di kamar nya Nona" ucap Sekretaris Jay dengan menundukan kepala.


Tania langsung keluar, ketika masih di pintu.


"Kau mau kemana?!" Tanya Raka.


Tania menoleh nya dengan wajah marah dan langsung buang muka.


Jangan bicara kepada ku, kau membuatku kesal.


Tania langsung pergi menemui Cindi di kamar nya.


Setelah Tania keluar dengan wajah kesal, Sekretaris Jay melihat Raka, kedua nya langsung tersenyum.

__ADS_1


*


__ADS_2