
"Kalian lapar?!" seru Tania kepada ke dua asisten nya.
"Saya belum Nona" jawab mereka kompak.
"Yahh jadi gimana dong??! Aku harus mempergunakan kartu ini" Sembari menunjukkan black card milik nya.
"Maksud anda Nona?!" suci mengerutkan kening.
"Ia, Tuan Raka akan marah kalau aku tidak mempergunakan nya hari ini. Karna akhir akhir ini aku sudah tidak pernah mempergunakan nya lagi" Sambil menaikkan ujung bibir nya.
Suci merasa bingung jelas terlihat dari wajah nya, kemudian ia melirik ke arah Bella, namun Ia hannya tersenyum, Bella sudah sering mendengar hal ini daei Tania.
"Kita jalan aja ke mall yang paling dekat dengan Rumah" perintah Tania sembari berjalan menuju mobil.
"Itu maksud nya apa?!" Suci berbisik kepada Bella dengan suara sangat pelan.
"Kau lihat saja, nanti nya kau akan paham" jawab nya seraya berdiri mengikuti Tania.
Suci yang masih bingung juga ikut berdiri.
Di hukum jika tidak mempergunakan kartu itu?? yang ada di hukum karna terlalu sering mempergunakan nya. Kenapa sih dengan orang kaya yang satu ini. Suci
Saat tiba Mall.
"Menurut kalian aku beli apa??!!" dengan wajah bingung.
Aku bingung harus membeli apa.
"Bagaimana kalau perlengkapan Anda Nona." Sahut Bella dari samping Tania.
"Perlengkapan apa?!" Masih bingung.
Semua perlengkapan ku kan sudah tersedia.
"Mungkin Suci akan lebih paham Nona, perlengkapan yang Anda butuhkan di ruangan Anda Nanti nya"Ucapnya sambil melirik Bella.
__ADS_1
"Saya Rasa anda perlu sebuah laptop Nona" Ucap Suci dengan cepat.
"Benarkah?? Kalau begitu bantu aku memilih nya ya" Sambil melihat ke arah Suci
Suci mengangguk kan kepala tanda setuju.
Mereka bergegas ke toko elektronik. Suci sengaja memilih merek terbagus dan keluaran terbaru, Tania hanya menurut saja. Setelah selesai membeli laptop. Tania mengajak mereka makan. Tania memilih sebuah resto di dalam mall tersebut.
"Aku mau ini" Tunjuk nya ke sebuah menu. " Kalian makan apa?!" bertanya tapi tatapan nya masih ke buku menu.
"Sebaik nya kami disini saja Nona" Suci merasa sungkan.
Tidak mungkin kami makan bersama anda apalagi satu meja dengan Anda Nona, bisa bisa Tuan akan marah.
"Loh kenapa masih berdiri. Sini duduk pilih makanan nya" ucap Tania dengan kaget.
"Tapi Nona" dengan suara terbata.
Aduh apa dia tidak mengerti kedudukan nya ya.
"Baik Nona" Langsung duduk.
Wahh lihat lah wajah mu Bella, kau hanya tersenyum, Ku rasa dia sudah sering mengalami nya, kau bahkan tidak terlihat takut sama sekali, kenapa tidak memberitahu ku sebelum nya.
Sembari makanan datang Tania mengobrol dengan mereka.
"Apa masih ada perlengkapan untuk di ruangan ku nanti nya?!" Tanya Tania sambil melihat ke arah Suci
"Untuk itu saya sudah pesan Nona. Mereka akan melengkapi nya beserta keperluan ruangan yang lain nya nanti" Suci berbicara dengan jelas.
Saya sudah pikirkan semua dengan matang Nona, karna jika tidak Suami Anda akan menelan ku hidup hidup.
"wah benar kah? Berarti tidak ada yang perlu aku beli lagi?!" Tanya Tania.
Apa membeli laptop sudah cukup agar aku tidak di hukum? Dia susah di tebak
__ADS_1
Pembicaraan mereka sejenak berhenti karna para pelayan resto sedang menyajikan makanan yang mereka pesan tadi.
"Selamat menikmati" ucap pelayan wanita yang menyajikan hidangan.
"Terimakasih" ucap Tania sembari tersenyum.
"Anda tidak berniat membeli sesuatu untuk anda Nona?? Baju atau tas mungkin??!" Tanya bella sembari memasukkan makanan ke dalam mulut nya.
"Kadang aku bingung mau beli apa, semua kebutuhan sudah di lengkapi. Bahkan baju yang belum pernah aku pakai masih banyak banget di dalam lemari" ucap nya dengan nada kesal.
Bahkan aku tidak tau siapa yang menyediakan itu. Sampai ukuran nya juga bisa pas begitu. Apa Sekretaris Jay??!
Bella dan Suci sebentar saling mencuri pandang dan tersenyum melihat Tania namun cepat kilat menunduk agar tidak di ketahui Tania.
"Atau Anda punya hobby Nona. Mungkin anda bisa membeli itu" Suci ikut memberikan ide.
Seandainya aku yang dapat kartu, mungkin aku tidak pikir lama, sudah pasti aku borong semua
"Aku tidak punya hobby yang gimana gimana, aku orang nya biasa biasa aja" jawab nya datar. "Aku baru pertama kali ini loh ke mall ini" langsung menyedot minuman di dalam gelas.
"Apa??!!" Seru Suci kaget.
Apa Nona ini benar benar istri Tuan Muda?
"Iya Suci. Ini pertama kali nya aku kesini" dengan nada datar.
Tunggu, itu bukan hal memalukan kan.
"Jangan bilang Nona juga baru dengar kalau Mall ini adalah milik suami Anda?!" sambil menatap Tania dalam.
"Oh ya??! ini punya suami ku??! Aku baru tau loh" ucap nya dengan nada biasa, seolah olah dia sudah biasa mendengar hal sebesar itu.
Istri macam apa aku ini, aku bahkan tidak tau Usaha nya bergerak di bidang apa aja. Lagian apa perlu aku tau?! ah sudah lah. Aku terlalu lelah untuk mencari tau semua nya. Tania
Ya Tuhan cobaan apa lagi ini. Dia tidak tau sama sekali sebesar apa suami nya. Tuan Raka yang Tegas dan Mematikan bagi lawan bisnis nya, tapi mendapat istri se lembut dan se polos ini. Apa yang sebenar nya terjadi Tuhan, aku tidak habis pikir. Suci
__ADS_1
Tahan tawa mu Bella. Sekarang bukan waktu nya tertawa melihat Wajah Suci yang pucat. Lama kelamaan kau akan mengerti orang seperti apa Nona Tania yang sebenarnya. Bella.