Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Menjadi murahan


__ADS_3

"Suami ku juga tidak memberitahu ku tentang ini, bisa kah kau bayangkan." Menarik napas dan membuang nya dengan kesal "Dia bahkan mengatakan tidak ada acara bulan madu. Karna dia juga sibuk bekerja, bahkan malam pengantin kami" menggeleng kepala "Ternyata pada saat itu mereka merencanakan ini semua"


"Benar kah? padahal saat itu aku sangat kesal karna dia meminta Jay harus bekerja malam itu. Tapi tenang Cindi bukan hanya kau yang merasakan malam pertama di tinggal bekerja oleh pasangan nya. Aku juga" Di iringi tawa dari Tania, bagaimana tidak kini dia sudah bisa tertawa, padahal saat dia merasakan nya dulu dia juga menangis walau pun semua harus ia tahan demi kaka nya anton.


"Pada saat itu juga sebenar nya aku sangat kesal. Tapi aku harus berpura pura tegar di hadapan mu, padahal sebenarnya aku sudah ingin gila malam itu" dengan wajah kesal


"Ha ha ha sudah ku duga, wanita mana yang sudi jika suami nya bekerja di malam pengantin nya"


Kecuali aku, aku tidak keberatan dia pergi saat itu. Karna aku masih membenci nya pada saat pernikahan kami.


Mereka mengobrol sesekali mengeluarkan tawa, dua orang sahabat yang akhirnya bisa bersama, Bagaimana tidak mereka di taklukan oleh pria dingin dan sedikit arogan. Siapa yang bisa menebak nasib mereka bisa sama persis seperti ini.


Cindi kembali melihat ke arah Suami nya.


"Tania, apa kau tidak kwatir sama sekali kepada Kak Raka?!"


Tania mengerutkan kening


"Kwatir karna apa?" melihat ke arah Raka sama seperti Cindi.


Aku selalu mengkwatirkan tentang ancaman nya tidak ada yang lain, bukan kah dia selalu mengancam ku bahkan untuk hal kecil sekalipun.


"Kau lihat wanita yang ada di sebelah sana" menunjuk "Dia sudah memperhatikan kak Raka dari tadi" bahasa lain kau harus behati hati mulai sekarang karna godaan kepada Raka sangat banyak.


Wajah Tania yang melihat nya seketika berubah menjadi memerah.


Tunggu ini beda cerita lagi. Apa aku harus menambah kekuatiran ku mulai sekarang, bukan kah aku hanya cukup mengkwatirkan perlakuan nya yang semana mena itu.


"Tapi seperti nya Jay akan menjaga suami ku Cin" berusaha menenangkan diri sendiri walaupun sebenarnya sangat kwatir " Lantas yang menjaga suami mu siapa?" bahasa lain, bukan hanya aku yang berhati hati, kau juga.


Apa yang barusan ku ucapkan, apakah aku ingin Cindi juga ikut mengkwatirkan suami nya juga, akun pasti sudah gila tega melihat sahabat ku menjadi kwatir, ha ha ha tapi tidak apa apa dia yang memulai.


"Kau benar" menggigit bibir bawah nya "ahh ini membuat ku cemburu" dengan wajah cemas,


"Ha ha ha" tawa Tania membuat Cindi mengerut kan kening. "Kau tidak perlu kwatir, orang seperti mereka sangat susah mencintai wanita, sekali mencintai nya kau akan lihat nanti nya bagaimana" Tersenyum membawa angin segar kepada Cindi.


"Katakan terus terang Tania, jangan membuat ku mati penasaran seperti ini" dengan tatapan jengkel

__ADS_1


Bisa kah kau berbicara jelas, agar aku tidak perlu kwatir nanti nya. Bukan kah kau lebih senior untuk mengatasi mereka berdua.


"Dia tidak akan berpaling dari mu Cindi, percaya padaku" dengan wajah penuh keyakinan, padahal tangan nya sudah meremas gelas dengan sangat kuat.


Aku tidak mungkin membuat mu menjadi kwatir Cindi, kau baru saja menikah.


"Kenapa kau seyakin itu" penasaran karna Tania seperti nya santai saja.


"Kabar baik nya adalah mereka itu sangat cemburuan Cindi, dia bahkan tidak bisa fokus pada yang lain kecuali kau, pria dingin seperti mereka susah di taklukkan apalagi hanya masalah wanita saja"


Apa yang aku ucapkan benar kan, ini bukan kata hiasan untuk menenangkan dia dan diriku kan.


"Kabar buruk nya?? jika kau punya kabar baik artinya kau juga punya kabar buruk bukan" menatap curiga


Sialan, dia kenapa jadi sangat penasaran begini sih, aku kan hanya membuat mu menjadi tenang dan tidak kepikiran, kenapa aku jadi terjebak dengan ucapan ku sendiri.


"ha ha ha sudah lah kau jalani saja dulu" meneguk minuman yang ada di gelas nya.


"Jangan buat aku mati penasaran Tania" membulatkan wajah.


Karna aku sering melakukan nya dan berhasil, aku rasa itu juga berlaku untuk mereka berdua.


"Apa??!!" Sedikit meninggi.


Membuat orang orang disekitar nya melihat ke arah mereka.


Tania menutup mulut Cindi dengan cepat,


"Pelan kan suara mu" suara kesal namun berbisik


"Kau akan mengerti apa maksud ku nanti nya. kau hanya perlu murahan di depan nya saja, yahh biasa nya sih berhasil walaupun aku menjadi seperti penggoda" nada berbisik.


"Maksud mu aku harus pintar merayu nya?!" ikutan berbisik.


"Benar sekali" menaikkan wajah.


kau cepat juga mengerti dengan apa yang ku ucapkan, bagus aku tidak harus menjelaskan lebih rinci lagi.

__ADS_1


"Aku sedang meminta sesuatu, tapi dia menolaknya. Menurut mu apakah aku perlu menggunakan cara mu?!" menaikkan ujung bibir


"Tunjukkan keahlian mu malam ini" dengan mengepalkan tangan tanda memberikan semangat.


"Apa itu akan berhasil??! bagaimana kalau tidak?" Tatapan kurang yakin dengan saran Tania.


Kalau tidak berhasil bisa bisa aku akan sangat malu nanti nya. Argh membayangkan nya saja sudah membuat ku merinding.


"Kau coba saja dan lihat nanti apakah aku benar atau tidak dan ...." Tidak meneruskan ucapan nya "Sayang" seru Tania.


Seketika Cindi membulatkan mata,


Kak Raka di sini?! Apa tadi dia dengar apa yang barusan kami bicarakan.


Cindi langsung melihat ke arah Raka, yang ternyata Sekretaris Jay juga ada di sana.


"Kalian sedang membicarakan apa? Kenapa wajah nya tegang begitu?!' Melirik sebentar ke arah Cindi kemudian kembali melihat Tania.


"Biasalah, urusan perempuan" Mendekati Raka melingkarkan tangan nya di pinggang Raka " Sayang apa kau sudah selesai berbicara kepada Rekan rekan mu?!" Berusaha mengalihkan pembicaraan.


Jangan sampai dia bertanya lagi, jika tidak akan sangat memalukan kalau dia tau apa yang kami bicarakan.


"Sudah, kita temui keluarga mu dulu, setelah ya kita pulang ke villa" mendekatkan kepala ke kuping Tania. "Aku sudah tidak sabar melihat bagaimana kau meminta maaf dan berterimakasih" berbisik namun membuat Tania merinding.


Apa apaan ini, kenapa terdengar sangat menyeramkan.. aaaa aku ingin disini saja tidak mau pulang.


Tania dan Raka lantas pergi menemui Keluarganya.


"Kenapa wajah mu sangat tegang begitu" tatapan curiga.


"Ha ha ha masak sih?!" mengelus wajah nya "Padahal aku merasa baik baik saja." tersenyum, senyuman di buat buat lebih tepat nya.


Kenapa jadi aneh begini sih, Tania juga kenapa tidak mengatakan kalau mereka sudah mendekat tadi.


"Ya sudah, kita temui keluarga mu juga" Ucap nya seraya menarik tangan Cindi dengan lembut.


Syukurlah aku aman.

__ADS_1


__ADS_2