Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Rencana Tania


__ADS_3

"Bisa bicara sebentar?" pesan terkirim kepada sekretaris jay.


"Ada perlu apa Nona?"


"Aku tunggu di taman belakang"


Tidak perlu waktu lama Jay sudah datang menemui Tania di taman belakang.


"Ada yang bisa saya bantu Nona?" Jay langsung ke inti pembicaraan.


"Apa aku bisa meminta uang?" tanya Tania dengan berhati hati.


Tania jangan nekat. Tau batasan mu.


"Untuk apa Nona?"


"itu untuk.. mmmm ah sudah lah lupakan saja" jawab Tania dengan berhati hati.


"Yakin?" Tanya Jay sembari mengerutkan kening nya.


"Maaf sekretaris Jay. Sepertinya aku sudah melewati batas. Lupakan saja apa yang barusan aku katakan" sembari menundukkan kepala.


Bahkan aku tidak punya keberanian untuk hal seperti ini.


"Baiklah nona, sebelum saya pergi. Saya hanya mengingatkan Nona tentang Black Card yang pernah saya berikan, anda bisa mempergunakan nya sesuai keinginan Nona. saya permisi"


"Tunggu jay. Tapi aku butuh banyak" sambil memancungkan bibir nya.


Mimik wajah Tania yang seperti itu membuat Sekretaris Jay salah tingkah, dan langsung memalingkan wajah nya ke lain arah.


"Nona tau berapa limit dari kartu yang saya berikan?"


Tania tidak menjawab, ia hanya menggelangkan kepalanya sembari menaikkan ujung bibirnya.


Apa dia memang semengemaskan itu? Pantas saja Tuan Raka secepat itu luluh. Jay.


"Anda bahkan bisa membeli mall dengan itu nona"


"Apa?? Benarkah?" Tangan Tania menyentuh tangan sekretaris Jay.


"Maaf nona Tangan anda" sembari melepaskan tangan Tania,


"eh maaf jay. Aku bisa pakai sebanyak itu ya?"


aahh bodohnya. Kenapa aku tidak pernah tau selama ini kartu yang aku bawa ternyata se fantastis itu.


"Terserah anda Nona. Itu milik anda"


"Baik lah jay. Terimakasih" sembari tersenyum manis membuat jay salah tingkah.

__ADS_1


"Baik saya permisi nona. Satu lagi, jaga sikap anda saat di luar nona. Karna itu akan berdampak bagi Tuan Raka" sembari meninggalkan Tania.


Termasuk sikap anda kepada saya. atau Tuan Raka yang mulai tergila gila kepada anda akan gila beneran.


*


"Kenapa anda berpakaian seperti itu nona?" Tanya bella saat melihat kedatangan Tania.


"Hari ini aku tidak ke kampus bel. Bawa aku ke panti asuhan yang kemarin"


"Baik nona. silahkan" sembari membuka pintu mobil.


Saat mobil berjalan dengan kecepatan sedang.


"Kenapa kita kesana nona?" Tanya bella dengan penasaran.


"Tidak tau, hannya saja semalam aku tidak bisa tidur, aku kepikiran dengan mereka. Kita beli sesuatu ya sebelum kesana"


Kenapa aku kepikiran terus melihat kondisi mereka seperti itu, aku tau rasanya seperti mereka. Hidup tanpa orang tua.


"Baik lah nona"


*


"Selamat siang semuanya" Sapa Tania kepada anak anak yang berada di taman yang mulai tidak ter urus.


"Selamat siang kaka Tania" jawab mereka.


"Terimakasih kaka Tania" ucap mereka serempak.


"Ibu Dina nya ada?" Tanya Tania kepada Tania kecil.


"Ibu Dina ada di dalam kak" sembari menunjuk.


"Baiklah, aku kedalam dulu. Kalian nikmati makannya ya" berdiri dan melangkah masuk.


Di dalam ruangan.


"Ibu dina sudah baikan" sapa Tania saat melihat Dina yang sudah berdiri.


"eh Nona Tania. saya sudah baikan Nona, berkat anda"


"eh iya, kenalin buk bella, teman saya" melihat kearah bella,


"hallo buk. bella" Sembari menyodorkan tangan untuk bersalaman.


"hallo bella"


Mereka mulai berbingcang bincang tentang yayasan yang sudah mulai tua ini. Tania saat serius mendengarkan.

__ADS_1


*


"Apa yang di lakukan Tania hari ini Jay" Tanya Raka sembari membuka map yang ada di depannya.


"Nona sekarang berada di yayasan itu lagi Tuan" Sembari menyodorkan tablet yang berisi foto.


"Apa yang dia lakukan nya lagi disana?" sembari mengerutkan kening nya.


"Sepertinya nona sedang merencanakan sesuatu tuan."


"Apa?"


"Saya belum tau pasti Tuan. Tapi bukan kah ini lebih baik daripada dia ke kampus Tuan"


"Siapa aja yang berada di panti itu?"


"Hanya ada beberapa anak kecil dan ibu panti berkisar 50 Tahun Tuan. Menurut informasi panti itu sudah mulai tidak terurus. Mereka kekurangan dana. Para pengurus dan pegawai disana sudah mengundurkan diri. Tapi masih ada beberapa anak kecil yang sengaja di buang ke tempat itu Tuan"


Raka meng angguk-anggukan kepala nya mendengarkan penjelasan dari Jay.


"Baiklah terus awasi mereka."


"Baik tuan"


*


"Bisa kah kau mencarikan tukang kebun dan bangunan Bella?" tanya Tania pelan.


"Sekarang nona?"


"ia saya mau sekarang"


"Baik nona. Saya permisi"


Tania yang sudah mendengarkan pe jelasan dari ibu Gina tentang yayasan mereka dan anak anak itu, dia berencana ingin memperbaiki taman dan cat bangunan yang sudah mulai pudar.


" Nona mereka sudah berada di depan"


"Apa?? Cepat banget " Tania kaget


"he he he saya hanya menjalankan perintah nona"


Anda belum tau sekretaris jay nona. Siapa yang bisa menolak dia.


"Baiklah, kau perintahkan mereka bekerja sekarang"


"Baik nona"


Bella hanya menelpon Sekretaris Jay, semua nya langsung beres. Jika Tania sibuk di Panti itu berarti Jay sudah tidak usah pusing memikirkan cara agar Tania tidak ke kampus lagi. Dia belum memiliki ide untuk melarang Tania ke kampus tanpa menyakiti perasaan nya. Sepertinya dewi Fortuna berpihak kali ini kepada sekretaris Jay.

__ADS_1


*


__ADS_2