Rencana Sang Tuan Muda

Rencana Sang Tuan Muda
Bertemu di Taman.


__ADS_3

Hari ini Tania akan bertemu dengan Ferdi seperti yang sudah ia rencanakan. Ia meminta Ferdi datang ke sebuah Taman tidak jauh dari panti. Ia sudah sampai terlebih dahulu di sana.


"Kenapa tiba tiba kau meminta bertemu dengan ku?!"


"Tidak apa apa kak, aku hanya ingin bertemu' jawab nya santai.


"Dimana Raka?! Apa dia tau kalau kau meminta ku datang ke sini?!" Tanya Ferdi dengan sedikit curiga.


"Iya dia tau kak" sambil tersenyum


Walaupun dia tidak tau kalau bertemu di tempat seperti ini.


"Wahh sesuatu sekali bukan, dia mengijinkan mu bertemu dengan ku. Padahal selama ini jika aku melihat mu saja sudah membuat dia cemburu. Hari ini bahkan dia mengijinkan mu menemui ku" dengan senyum paksa.


"Itu dulu, bagaimana pun kalian masih sepupu, pasti memiliki banyak kesamaan" ucapan Tania membuat Ferdi terdiam.


Aku mulai dari mana ya, agar dia mau mendengarkan ku. Cindiiii ini karna kau. Kau harus bayar mahal nanti.


"Apa kaka sudah tau bagaimana akhir nya aku bisa menikah dengan Raka?!" Tanya Tania dengan tatapan lurus ke depan. Ia tidak melihat Ferdi yang duduk di sebelah nya.


"Tidak, sampai hari ini aku tidak tau sama sekali. Tapi berusaha untuk mengiklaskan semua nya" Jawab Ferdi dengan posisi seperti Tania pandanga lurus ke depan.


"Saat pertama kali aku mengetahui bahwa aku harus menikah dengan nya aku merasa bahwa dunia ku sudah berakhir. Aku menikah dengan orang yang sama sekali tidak aku tau siapa dia. Kaka tau, itu adalah masa tersulit di dalam hidup ku." menarik napas dalam dalam


Ferdi sedikit melirik Tania. Ia tidak mengetahui itu sebelum nya.


"Setelah bertemu dengan nya ternyata semakin sulit buat ku. Setiap hari aku harus menerima ancaman aku bahkan ingin mengakhiri hidupku saat itu. Karna semua nya sangat berat."


*


"Apa mereka sudah bertemu?!"Tanya Raka kepada Ferdi.


"Nona sudah menunggu kedatangan Tuan Ferdi Tuan. Bella menunggu nya tidak jauh dari tempat duduk Nona sekarang" jawab nya seraya menunjukkan sebuah foto.


"Kenapa mereka berada disini?!" Tanya Raka kesal.


Kau akan membayar nya nanti Tania. Kau sudah mengingkari janji mu.


Sekretaris jay tidak menjawab.


"Apa kita bisa mendengar apa yang mereka bicarakan?"


"Bisa Tuan. Bella sudah memasang penyadap suara di tas Nona, tanpa ia ketahui"

__ADS_1


Kemudian di dalam video terlihat Ferdi sudah mendekati Tania. Raka menahan kecemburuan nya, sejujur nya ia tidak suka melihat ini, namun ia harus menahan nya karna ia sendiri sudah meberikan ijin kemarin.


Mereka mendengarkan pembicaraan Tania dan Ferdi, hanya suara dari penyadap tersebut yang mengisi ruangan nya. Wajah Raka sesekali memerah tak kala Tania memberitahu Ferdi bagaimana awal pertemuan nya dengan Raka. Namun lagi lagi ia harus menahan amarah nya, ia memilih diam dan mendengarkan pembicaraan Taniadan Ferdi.


"Lantas, jika saat itu memang sangat berat, kenapa kau mau menikah dengan nya?!" Tanya Ferdi penasaran.


"Karna aku tidak ada pilihan lain kecuali menerima, aku tidak mau keluarga yang aku miliki satu satu nya ada dalam masalah. Tapi seiring berjalan nya waktu "


"Dia mulai mencintai mu" Ferdi memotong ucapan Tania


Tania mengerutkan kening.


"Aku sudah tau dia sangat mencintai mu Tania" Ucap Ferdi meneruskan ucapan nya.


Kak ferdi tau?! padahal aku tau baru kemarin,


"Bagaimana kaka tau?!' Tanya Tania heran.


"Saat kau di culik dulu, saat itu Raka sangat kacau, bahkan setelah kau di temukan dan belum sadar, saat itu lah untuk pertama kali nya aku melihat Raka sehancur itu. Dulu aku sudah pernah melihat nya seperti itu saat kepergian om. Dari hari itu juga aku sangat yakin Raka sudah tidak bisa kehilangan mu. Mulai saat itu juga aku sudah merelakan mu Tania" dengan nada berat.


"Tapi aku tidak tau, karna selama ini ia selalu saja mengancam ku" menaikkan ujung bibir nya.


"Itu karna kau tidak peka. Aku juga tau Raka itu sangat cemburuan." jawab ya datar.


"ha ha ha sudah lah. Aku tidak mau menjelek jelek kan sepupu ku" sambil tertawa.


Lantas mereka berdua tertawa, tidak seperti dulu lagi, masih ada perasaan satu sama lain, kini Ferdi mulai bisa menerima semua nya.


"Kenapa kaka tidak merestui pernikahan Cindi?!" Pertanyaan Tania membuat mimik wajah Ferdi berubah.


Ferdi tidak menjawab pertanyaan Tania.


"Apa karna dia masih terlalu muda?! atau karna pasangan nya adalah sekretaris Jay?!" Tanya Tania dengan melirik Ferdi.


"Ke dua nya" jawab nya berat.


"Sudah ku duga." kembali bersandar dan menatap ke depan.


"Aku yakin Jay akan menjaga Cindi dengan baik. Jika aku bisa memberikan saran, coba lah untuk berbicara langsung kepada Sekretaris Jay. kaka akan menemukan jawaban nya." kembali melirik Ferdi.


Tania menarik tangan Ferdi pelan.


Raka yang melihat adegan itu sangat kesal.

__ADS_1


Aku mengijinkan mu berbicara kepada nya bukan berarti kau bebas menyentuh nya. Aku sudah mulai tidak bisa menerima ini.


Namun tiba tiba Tania kembali berbicara, membuat raka kemabli melihat video.


"Mungkin kaka kwatir melihat Cindi bernasib sama dengan ku. Tapi kaka tau, sekalipun waktu bisa di putar kembali, pada saat itu mungkin pilihan ku tetap sama kak" ungkapan Tania membuat Ferdi mellihat nya.


Raka yang mendengar itu juga mengerutkan kening. Ia penasaran apa yang hendak Tania katakan selanjut nya.


"Aku akan tetap memilih menikah dengan nya, terlepas dari dia selalu mengancam ku, ada satu hal yang pasti aku juga mencintai nya kak. Mungkin jika pada saat itu aku tidak bersama nya, aku tidak tau akan seperti apa hidup ku ke depan dan aku tidak mau memikirkan itu lagi" ucap nya dengan sangat lembut.


Ada sebuah senyuman di bibir Raka, ia sangat senang karna ucapan Tania. Ia langsung mematikan video nya.


"Siapkan mobil, kita menjemput istri ku" dengan wajah bersemangat.


"Baik Tuan" jawba jay cepat.


*


"Tapi melepaskan nya sangat berat Tania" ucap ferdi pelan.


"Semua orang pasti berat melepaskan adik tercinta nya akan meninggalkan nya dan memulai hidup baru dengan pria yang di sayangi nya. Tapi jika mereka tidak menikah apa kaka yakin dia akan masiih bisa tersenyum nanti." ucapn Tania membuat Ferdi menjadi tersadar.


"Biarkan dia mengejar bahagia nya sendiri kak" Tania meneruskan ucapan nya.


Mereka kembali mengbrol dari hati ke hati. Tania berusaha meyakinkan Ferdi untuk merestui hubungan Cindi dan Jay.


"Sayang"


Serentak Tania dan Ferdi melihat ke arah belakang sumber suara. Ternyata Raka sudah berada disana. Tania langsung bediri dan menghampiri Raka.


"Sayang, kau disini?!" Tanya Tania dengan wajah gugub.


Raka langsung memeluk Tania, itu membuat tania sedikit heran.


Tunggu, bukan kah seharus nya dia marah karna aku bertemu dengan kak ferdi di tempat ini, tapi kenapa dia bersikap lembut.


Ferdi yang melihat adegan itu hanya membungang muka,


Aku tau kau ingin membuat ku cemburu Raka, itu trik lama.


Pelan ia melepaskan pelukan, ia hendak mengampiri Ferdi. Sebelum sampai, Raka mendekati kuping Tania,


"Kau harus bayar mahal untuk ini sayang" bisik nya seraya berjalan mendekati Ferdi.

__ADS_1


Aku tarik ucapan ku tadi, dia tidak bersikap lembut, dia masih mengancam ku. huft.


__ADS_2