
Hari ini Tania berencana akan ke salon. Karna dia harus menjalankan perintah suaminya. Walaupun dia tidak terlalu suka tapi tetap saja namanya perintah harus di laksanakan.
Dia juga selalu mengajak Bella, karna kedatangan Bella membuat nya memiliki seorang teman.
Saat keluar dari salon.
"Tania ya?!!" Sapa seorang wanita.
"Ia, mbak kenal sama saya" sambil menunjuk diri nya sendiri
"oh kenalin Klara, Mantan nya Raka" Sembari menyodorkan tangan untuk bersalaman.
"hai klara?" sapa Tania, walau ia masih bingung.
jadi ini mantan nya, cantik banget ya. style nya sangat berkelas sekali, beda jauh dengan aku.
"Kamu sibuk nggak? kita bisa bicara sebentar?"
Tania melihat jam tangan nya
"Boleh" jawabnya bersemangat.
Karna aku penasaran dengan mu klara.
Tiba lah di sebuah kafe. Bella masih tetap di samping Tania.
"Kalian udah berapa lama menikah?"
"Hampir tiga bulanan"
"Raka sangat mencintaiku Tania. Maaf ya, mungkin perkataan ku akan menyakiti hati mu" sembari menyentuh jemari Tania.
"tidak papa klara. Lantas kenapa kalian putus?" Tanya Tania dengan penasaran.
"Karna aku memilih melanjutkan studi ku di luar negri waktu itu. Raka tidak terima dan langsung memutus hubungan dengan ku" Dengan mimik sedih.
"Sekarang bagaimana? apa kau masih mencintainya?"
Mungkin kalian akan bisa menyatu kembali klara. Dengan begitu aku akan bebas.
"Tentu aku masih mencintai nya. Raka juga masih mencintaiku. Aku tau dia menikahi mu karna membuatku cemburu"
apa?? Dia hanya ingin membuat mu cemburu? Hannya masalah cemburu dia tega mengorbankan masa depanku dan kaka ku
"Kalau kalian masih saling mencintai, kenapa kalian tidak bersatu lagi?"
"Aku bingung Tania. Aku tidak tau bagaimana cara nya. Apa kau bisa membantu ku?
Aku? membantu kalian? seandainya aku bisa akan ku lakukan dengan senang hati klara dan tanpa kau minta.
"Cara nya?"
"Tinggal kan dia" pinta Klara terang terangan.
"apa?" jawab Tania kaget.
Melihat percakapan Tania sudah mulai tidak sehat.
__ADS_1
"Nona sepertinya kita kembali saja?" pinta Bella.
"Tunggu bella. Sebentar lagi"
"Seandainya aku bisa klara. Aku mungkin akan meninggalkan nya dari dulu tapi Aku tidak berdaya"
"Apa kau sudah pernah mencoba?
Mencoba?? Bagaimana bisa aku mencoba? Mendengarkan suaranya saja aku sudah merinding.
"Nona maaf, sebaiknya kita kembali. Tuan akan segera pulang"
"Apa? pulang?! baiklah, klara aku pulang dulu. Lain kali kita bertemu lagi ya" Tania langsung berdiri meningalkan klara
Klara memandangi Tania dari belakang yang jalan terburu buru. Terlihat senyum sinis di bibirnya. Entah apa yang dia pikirkan.
Tania sudah berada di dalam mobil.
"Nona sepertinya saya ketingalan sesuatu. Bisa saya pamit sebentar saja?"
"Jangan lama ya. Nanti kita terlambat"
"Baik Nona"
Bella kembali ke dalam kafe tadi dan menemui klara.
"Nona klara, saya peringatkan jangan sesekali anda menghasut Nona Tania atau anda akan menyesal nanti. Jangan persulit hidup anda nona. Saya rasa anda sudah tau bahkan sangat paham dengan siapa anda berurusan"
Tanpa menunggu jawabapan dari Klara, ia sudah pergi meninggalkan nya.
*
Kau bilang apa? kau ingin meninggalkan ku dari dulu? berani nya kau. Bahkan selangkah pun tidak akan bisa Tania.
"Tuan" Sapa sekretaris jay, sembari mengambil kembali sebuah tablet yang ada di meja.
Bella sendiri yang mengirim vidio itu kepada sekretaris Jay, Karna ia tidak ingin Nona Tania lebih jauh dipengaruhi oleh Klara. Jay sengaja menunjukkan nya juga kepada Raka. Agar Raka menyadari perasaanya sebelum terlambat.
"Apa menurut mu aku sudah terlalu baik kepadanya? Dia terang terangan mengatakan itu kepada Klara."
"Tidak Tuan. Nona Tania adalah istri anda. Sah di mata Tuhan dan juga negara. Jadi apa yang membuat anda menahan diri" Seolah memberi kode kepada Raka.
"Apa maksud mu Jay?!"
"Saya rasa anda sudah mengerti maksut saya Tuan"
aku berusaha membuka mata anda Tuan. Karna aku tau kau sudah mencintai Nona.
Raka pun terdiam dan mencerna setiap ucapan Jay.
*
"Bukan nya Kamu bilang Tuan Raka sudah kembali?! Kenapa seperti tidak ada tanda mereka sudah ada di rumah" Tanya Tania kepada Bella yang sedang berjalan ke dalam rumah.
"Sebaiknya anda mandi saja Nona. Mungkin Tuan sebentar lagi akan sampai"
"iya, kamu benar. Aku ke atas dulu ya" Langsung buru buru menaiki tangga.
__ADS_1
Ia mulai membersihkan diri di kamar mandi.
Kenapa tadi aku lupa bilang ke Bella agar tidak memberitahu Jay kalau aku bertemu dengan dengan klara, ahh sebaiknya sebelum dia pulang, aku temui bella terlebih dahulu.
Tania kembali Turun kebawah, ia hendak masuk ke kamar Bella tapi tidak jadi karna keburu Raka sudah sampai di depan pintu.
"Kau sudah pulang sayang?!" Tanya Tania seraya berjalan menemui Raka.
Raka tidak menjawab, tapi jelas terlihat dari wajah nya ada sesuatu. Ia meletakkan tas Raka seperti biasa. Sebelum menyusul Raka yang terlebih dahulu masuk ke dalam kamar, Tania menemui Jay.
"Apa terjadi sesuatu? Kenapa wajah nya sangat menakutkan?"
"Sebaiknya anda bersiap nona. Tuan Raka sedang marah"
"Karna apa?"
jangan bilang dia sudah tau kalau aku bertemu dengan Klara tadi. Bisa bisa dia menghukum ku lagi kali ini.
"Kalau aku bisa memberi saran, sebaiknya anda naik sekarang dan jangan melawan nona. Semoga sukses" sembari tertawa ia meningalkan Tania.
apa? dia bilang apa? apa maksud perkataan nya? kenapa aku jadi sangat takut, apa dia akan melenyapkan ku, ah aku tidak berani menemuinya sekarang.
*
Sesampainya di kamar. Kaki Tania sudah bergetar.
"Duduk" Perintah Raka sembari menepuk samping nya. mengisyaratkan agar duduk di sebelah nya
Tania menurut dan duduk di samping Raka.
"Apa yang kau lakukan hari ini ?!"
"aku ke kampus dan ke salon bersama bella sayang" dengan nada sedikit terbata.
"Setelah itu?" Raka menatap wajah Tania
"setelah itu," ia tidak melanjutkan kata kata nya
Sepertinya dia sudah tau. apa Bella yang memberitahu nya.
"Jadi sudah lama kau ingin meninggalkan ku?" Sembari menyentuh tangan Tania, mengangkatnya dan membelainya
"Apa benar begitu" Raka berusaha berbicara lembut, tapi Tania tau bahwa dia sedang menahan amarah.
"Maafkan aku sayang." suara Tania sudah mulai menahan Tangis.
Apa yang akan terjadi sekrang. Seharusnya aku tidak mengatakan itu. Dia bahkan tau berapa kali aku menghirup udara dalam satu hari, apalagi masalah seperti ini. aahh kenapa aku bisa sebodoh ini
"Baiklah kalau begitu. Siapkan baju ku. aku mau mandi Dan kita akan turun kebawah makan malam" masih berusaha tersenyum
"ia sayang, akan ku siapkan" Tania langsung berdiri
Di dalam kloset room.
Tania mondar mandir.
Kenapa dia bertingkah seperti itu. apa dia merencanakan sesuatu kepadaku? Ia bahkan tersenyum kepadaku, aku tau senyum mu itu pertanda buruk bagiku. Tapi apa? apa rencana mu Tuan Raka sombong? aahh bagaimana ini.
__ADS_1
*