
"Cukup Jay. Aku sudah cukup mendengarkan mu." Teriak Raka sembari membuang kertas di meja nya, hingga akhir nya berserakan di lantai.
"Sebentar lagi. Saya yakin Anda masih bisa menahan nya" Ucap Jay dengan wajah memerah
Raka berdiri dan mendekati Sekretaris Jay. Ia menarik baju kemeja Jay dengan mencekram nya dengan sangat kuat, dan menatap nya Tajam.
"Aku bisa gila jika terus terus melihat nya seperti itu." Dengan suara kasar. " Kau lihat bagaimana para pria itu memuja nya?!! Kau Lihat??!!!" Berteriak.
Dengan kasar Raka melepaskan cengkraman nya. Jay hanya diam saja, akhir akhir ini dia sudah sering menerima perlakuan Raka seperti itu kepada nya.
"Sudah satu bulan Jay. Aku hanya bisa melihat nya dari kejauhan dan dari tv. Ini sangat menyiksa ku. Apa kau tau itu??!" Ucap Raka melemah.
"Tuan. Saya mengerti. Tapi jika anda memaksakan ke hendak anda, Anda mungkin akan benar benar kehilangan Nona selama nya" Ucap Jay dengan wajah kwatir.
"Kau tidak mengerti Jay, Karna kau belum pernah merasakan nya." Ucap Raka sembari duduk di kursi kebesaran nya.
Kau salah Tuan, aku Tau Rasa nya. Aku juga merasakan nya sekarang.
"Aldo sudah di perjalanan pulang dari prancis." ucap nya sembari menunjukan sebuah File dari smarphone nya.
Raka melihat nya sambil mengerutkan kening.
"Aldo??!!" Tanya Raka dengan wajah bingung.
"Ia. Pengacara Aldo sudah menemukan cara. Saya harap Anda bersabar sebentar lagi" Ucap Jay dengan yakin.
Raka mencoba mencerna apa yang di katakan oleh Jay kepada nya.
Sudah satu bulan Raka dan Tania tidak pernah bertemu. Tania sudah menjadi seorang Model bersama sahabat nya Cindi. Bukan hanya diam saja, tapi Raka memperhatikan Tania dari kejauhan tanpa diketahui oleh Tania sendiri.
Ia hanya bisa mengepal Tangan nya sendiri ketika banyak orang atau bahkan pria yang meminta Foto dengan nya atau Tanda tangan nya. Tapi dia hanya bisa menahan dan menahan karna saran dari Jay.
*
"Apa kita masih Ada jadwal Hari ini Bel?!" Tanya Tania dengan datar seraya masuk ke dalam mobil.
"Tidak ada Nona. Saya sengaja mengatur jadwal Anda hanya 2 saja hari ini" Ucap Bella ketika di dalam mobil.
"Bagus. Kita ke panti cabang. Aku ingin bertemu dengan Tania kecil. Sudah lama aku tidak menjenguk mereka disana." Ucap nya dengan sedikit sedih.
"Baik Nona." Seraya memasang Sabuk pengaman.
Ketika mobil melaju dengan kecepatan sedang, Tania memperhatikan jalanan dengan tatapan kosong. Dunia nya kini sangat berbeda, ia selalu saja sibuk selama satu bulan terakhir, namun masih saja merasa kosong.
"Beli makanan untuk Anak anak Bel" ucap nya namun tatapan tetap ke jalanan.
"Baik Nona. Bisa kah aku memberikan saran Nona?!" Tanya pelan.
"Jika itu tentang Raka. Jangan sekarang Bel" ucap Tania dari bangku belakang.
__ADS_1
Bella terdiam. Ia hanya melirik nya dari kaca spion.
Kau selalu tersenyum di depan Camera Nona. Berusaha menunjukkan sisi terbaik mu. Tapi aku sangat tau, kau tidak bahagia dengan itu semua. Kau menutupi nya dengan senyum manis mu. Bella.
Aku tidak bisa mendengar Nama nya Bella. Kau tau semakin aku melupakan nya justru semakin dia ada dimana mana. Aku tersiksa dengan semua ini, tapi bagaimana pun hidup akan terus berlanjut, baik ada dia atau tidak ada nya dia di samping ku. Tania.
*
Sepulang dari Panti Tania merasa terhibur karna bertemu dengan Anak anak. Terutama setelah bertemu Tania kecil yang sangat pintar, ia banyak tertawa melihat ocehan dari Tania kecil.
Tok tok tok
Seseorang mengetuk pintu dari luar.
Bella membuka nya dan ia cukup kaget siapa yang ada di depan nya sekarang.
Seorang pria dengan perawakan cukup tinggi, badan tegap dan bentuk wajah menyerupai orang prancis, berdiri tegap dengan membawa sebuah tas.
"Aldo?!" mengerutkan kening.
"Lama tidak bertemu Bella. Nona Tania nya ada?!" Tanya Aldo sambil tersenyum.
"Ada keperluan apa kau bertemu dengan Nona?!" Tanya nya curiga.
"Ada hal yang ingin saya sampaikan kepada nya" Ucap Aldo Santai.
"Siapa Bel?!" Tanya Tania setengah teriak.
Bella masuk bersama Aldo.
Pantas saja Raka di buat gila oleh wanita ini dia sangat cantik ternyata. Sampai dia harus membuat ku turun tangan.
"Selamat malam Nona!" Sapa Aldo ketika sampai di dekat Tania.
"Ia malam. Kamu siapa?!" Tanya Tania dengan menaikkan alis.
"Bisa saya duduk Nona?!"
"Ooh maaf, silahkan duduk" ucap Tania malu.
Mereka duduk di sofa dan Tania masih heran siapa orang yang di hadapan nya.
"Begini Nona. Saya adalah pengacara Tuan Raka" ucap nya sambil membuka tas nya.
Dugh
Jantung Tania berdetak lebih cepat.
"Pengacara?!" Tanya Tania heran.
__ADS_1
Kenapa dia meminta pengacara nya menemui ku. Apa dia ingin bercerai?!
"Saya datang kesini untuk menunjukkan ini kepada Anda Nona" memberikan sebuah dokumen.
"Ini apa?! Surat cerai?!" Tanya Tania lemas.
"Silahkan di baca Nona" Ucap Aldo dengan datar
Bergetar tangan Tania membuka dokument tersebut, kemudia ia mulai membaca nya. Setelah selesai ia baca wajah nya seketika berubah.
Bukan kah ini Dokumen yang ku tanda tangani dulu saat aku meminta panti. Kenapa dia membawa nya kepada ku.
"Maksud nya apa?!" Tanya Tania bingung.
"Apakah itu tanda tanga Anda sendiri Nona?!" tanya Aldo serius.
"Ia, lantas kenapa?!" mengerutkan kening.
"Nah, jika memang benar itu tanda tangan Anda. Silahkan kemasi barang barang Anda. Aku akan membawa Anda pulang ke rumah Nona" ucap nya dengan santai.
"Pulang?!! Maksud nya apa?! Aku tidak mengerti" dengan wajah bingung.
"Ya, isi surat tersebut mengatakan bahwa anda tidak akan pernah meninggalkan Raka Wijaya. Namun seperti nya Anda sudah melanggar perjanjian tersebut. Sebelum semua nya menjadi lebih sulit, sebaik nya anda pulang sekarang"
"Aku tidak mau" ucap Tania dengan menaikkan ujung bibir nya.
"Baiklah jika anda tidak mau. Saya datang kesini untuk meminta Anda baik baik Nona. Jika anda tidak suka di bicarakan baik baik mungkin ada baik nya secara hukum" ucap Aldo dengan tegas.
Tania terdiam.
Bagaimana ini, kenapa jadi seperti ini. Tidak mungkin dia setega itu membawa ini ke rana hukum.
"Silahkan..Aku tetap tidak mau" ucap nya tegas, namun kaki nya sudah bergetar.
Wahh ternyata Dia tidak selemah yang ku bayangkan. Ini akan semakin menarik
"Mari Aldo, saya antar ke depan" ucap Bella dengan keras.
Aldo tersenyum dan berdiri. Ia membawa berkas dan tas nya. Sesampai nya di luar.
"Kau semakin cantik saja Bella." Ucap Aldo dengan tersenyum nakal.
"Selamat malam" ucap Bella dan langsung menutup pintu dengan sedikit kasar.
Tania langsung masuk ke dalam kamar.
Bagaimana ini, apa sebaik nya aku pulang saja, tapi tidak mungkin.. Tali bagaimana kalau dia benar benar memasukkan ku ke penjara tidak aku tidak mau. Bagaimana ini. Aku takut.
*
__ADS_1