
"Silahkan anda tanda tangan disini nona" perintah Jay.
"Kenapa yayasan ini atas namaku Jay? Bukan kah seharusnya atas nama nya?" matanya masih tertuju kepada dokumen kepemilikan yayasan.
"Anda yang meminta yayasan ini Nona. Jadi saya harap anda fokus mengurus yayasan ini dari sekarang"
"Aku tau. Tapi seharusnya kepemilikan nya bukan atas namaku"
"Maaf Nona, perihal itu saya tidak tau. Jika anda keberatan saya akan tanya kan langsung kepada Tuan" langsung mengambil smartphone nya.
"Baikalah Jay. Dimana saja yang harus ku tanda tangani?"
Sama saja akan mempersulit ku kalau kau mengatakan nya kepada nya.
"Disini nona" sambil menunjuk.
Baru di gertak sedikit saja anda sudah takut.
Setelah selesai urusan dokumen dokumen sekretaris Jay menjelaskan apa yang harus Tania kerjakan selaku pemilik dari yayasan ini. Mulai dari kepengurusan, staf dan lain lain.
"Apa aku bisa bertanya sesuatu Jay?" meletakkan balpoin ke atas meja.
"Ada apa nona?"
"Kenapa Dia berpisah dengan Clara?" dengan suara pelan.
"Nona pergi kuliah di luar negri tanpa memberitahu Tuan."
"Hannya karna masalah itu?"
"Sebaiknya anda fokus pada masalah anda saja Nona. Tidak usah pikirkan tentang Nona clara."
"Apa dia masih mencintai clara?" tidak memperdulikan ucapan sekretaris Jay
"Kenapa anda bertanya seperti itu? Apa anda cemburu??"
Katakan anda cemburu nona. Itu akan mempermudah hidup mu.
"Baiklah Jay, jika sudah selesai saya akan pergi"
Cemburu?? apa benar aku cemburu??
"Silahkan Nona"
Seperti nya anda sudah mulai membuka hati Nona.
*
"Kita pergi bel" sembari membuka pintu mobil.
"Kita kemana Nona"
"Ke salon"
Sudah dua hari setelah bertemu clara, Tania juga bersikap dingin kepada Raka. Hari ini Raka meminta nya untuk ke salon untuk memanjakan diri nya. Tania tidak bisa menolak perintah Raka. Setelah selesai dengan jay dia baru pergi ke salon sesuai perintah.
Di salon
"Kamu ikut ya. Biar tubuh mu juga rilex. Jangan menolak ini perintah" sembari membuka pintu mobil dengan tersenyum.
Bella mengangguk tanda setuju.
Setelah selesai dengan berbagai treatment di salon tersebut Tania dan Bella benar benar rilex.
"Disini ternyata ada restoran nya juga, kita makan dulu ya aku udah lapar"
__ADS_1
"Baik Nona"
Kring kring kring
Smartphone bella berbunyi sebuah panggilan dari "Sekretaris Jay ".
"Permisi Nona, saya angkat telpon sekretaris jay dulu" sembari berdiri.
"Silahkan" jawab nya datar.
Bella pergi sedikit menjauh dari Tania. Seperti biasa jika bella menerima telpon dari Jay dia akan menjauh dari Tania.
"Tania, ketemu lagi" sapa seseorang.
"Eh kamu clara" jawab nya sedikit kaget.
"Sedang apa disini?" langsung duduk
"Aku lagi ke salon tadi, sekarang mau makan" jawab nya datar.
"Kamu masih sama Raka?" sembari mengambil kentang goreng milik Tania tanpa permisi.
"Dia suami ku clara, jadi kami akan tetap bersama" dengan nada datar.
Kenapa aku kesal bertemu dengan nya.
"Ha ha ha oohh benar kah, setelah semua yang dia perbuat kepada mu??"
"Perbuat apa?" mengerutkan kening.
"Itu tentang kaka mu, siapa nama nya? Anton ya?"
"kenapa dengan kak anton?" dengan napas tidak teratur.
Dia kenal kaka ku? sejak kapan?
"Maksudmu apa clara? aku tidak paham?" dengan nada lemas.
"Kamu masih belum mengerti juga? Kaka mu anton sengaja di jebak dan Raka sudah tau semua nya. Tapi dia tetap diam tidak memberitahu mu. Dia belum melepaskan mu karna dia masih ingin bermain main dengan tubuhmu. Apa kau sudah paham?" dengan mata melotot.
Rasakan Raka. Aku akan lihat bagaimana orang yang kau cintai meninggalkan mu.
"apa?" Dengan nada begetar sambil menangis.
"Jika kau tidak percaya, kau bisa bertanya kepada nya. Kemarin saat kami bertemu di kantor nya ......"
"Apa yang anda lakukan Nona clara?" tiba tiba bella muncul.
"nothing, aku mau pergi"
Dia berdiri dan mendekatkan kepalanya ke telinga Tania dan berbisik,
"Apa kau sebodoh itu Tania? Bukah kau melihatnku kemarin di kantor nya? Kapan kau akan sadar? Dia hannya mempermainkan mu." dengan senyum sinis.
Kemudian ia pergi meninggalkan Tania dengan kebingungan. Bella melihat ada yang tidak beres.
"Anda baik baik saja nona?" sambil menyentuh yangan Tania.
Tania tidak menjawab, ia masih menunduk sedih. Ia seperti kehilangan kendali atas apa yang di bicarakan oleh clara.
"Aku ke toilet sebentar" berdiri
"Saya temani"
"Tidak usah, aku hannya sebentar"
__ADS_1
*
PLAK
Sebuah tamparan mengenai wajah Bella.
"Kenapa kau seceroboh ini? " Dengan nada tinggi.
"Maafkan aku sekretaris Jay. Aku lalai menjalankan tugas ku."
Begitu lah Jay. Dia akan menggunakan kekerasan jika karyawan lalai menjalankan Tugas. Apalagi ini menyangkut Raka dan Tania.
"Sekarang duduk dan mulai ceritakan semua nya" perintah Raka dengan emosi.
"Setelah selesai dari salon kami mampir kerestoran, saat itu aku menjauh dari nona karna sekretaris Jay menelpon ku, saat aku kembali ke meja ternyata nona clara sudah berada disana, setelah itu nona tidak berbicara lagi kepadaku. Dia hannya permisi ke toilet sebentar, tapi sudah 30 menit dia tidak muncul. Saya cek ke toilet tidak ada, saya ke parkiran juga tidak ada. Saya panik dan menghubungi sekretaris Jay"
"Clara??? apa yang dia katakan kepadanya" sambil meremas kursi dengan sangat kuat. "Kemana dia pergi? apa dia kerumah kaka nya?"
"Tidak ada tuan. Saya sudah cek sebelum nya dan saya sudah kerahkan orang di berbagai tempat belum ketemu juga."
Kemana kau Tania. Apa yang terjadi sebenarnya. Kenapa kau seperti ini.
tingtong
Bel berbunyi.
Pak sam langsung buru buru membuka.
"Nona" teriak pak sam
Seketika Raka, Bella, Jay berdiri mengahap ke pintu.
Tania masuk dengan basah kuyup karna di luar hujan turun sangat deras di sertai petir. Ia berjalan dengan keadaan yang sangat menyedihkan.
"Tania" seru raka sambil mendekati Tania.
"Katakan itu tidak benar" ucap Tania sambil menangis.
"Apa yang kau bicarakan? Pak sam ambil handuk" sambil memeluk Tania.
"Apa benar kak anton memang tidak bersalah?"
"Sudah kita hangatkan badanmu terlebih dahulu"
"Jawab" dengan suara tinggi mengagetkan seisi ruangan.
"Ia dia tidak bersalah, dia selama ini di jebak"
Kedua kaki tadia seolah tidak mampu menahan tubuh nya lagi. Dia ambruk ke lantai, tania menangis sekuat kuat nya. Raka juga ikut jongkok di lantai masih memelk Tania.
"Kenapa kau tidak memberitahu ku?? kenapa ??" sambil menangis segugukan.
"Apa yang kau bicarakan?"
"Sebenarnya apa aku bagimu??"
"Apa yang kau bicarakan, sudah lah ayo kita ganti pakaianmu dulu, nanti kau sakit"
"Dada ku sangat sakit, rasanya sangat sesak sekali" sambil meremas bajunya di bagian dada.
Raka kaget dengan apa yang Tania ucapkan.
bruak.
Tania pingsan.
__ADS_1
*