Return Great Magician(Dropped)

Return Great Magician(Dropped)
Pertarungan di Pesta(2)


__ADS_3

Bab 99


Beberapa Waktu Sebelumnya.


Saat Bell dibuat terpental oleh Iratus, dia mengarahkan pandangannya kepada Lorent.


Lorent mengangguk mengerti, Kemudian saat Iratus berjalan ke arah Bell, Lorent sudah mengeluarkan Sihir.


Sihir Hitam : Tali Pengikat!


Sebuah tali berwarna hitam muncul dari lantai dan berjalan menuju ke arah Iratus. Dan saat Iratus berhenti di depan Bell, Tali itu mulai merayap di tangannya.


Saat Iratus ingin menusukkan tombak petir yang ada ditangannya, tali itu sudah sepenuhnya melilit Iratus tanpa sepengetahuannya.


Akhirnya saat Iratus mencoba menggerakan tangannya, Lorent menarik tali itu dan membuat Iratus tidak bisa untuk membunuh Bell.


Kembali ke masa sekarang.


Bell berdiri di hadapan Iratus dan berkata dengan santai. "Paman, sebenarnya aku tidak ingin bertarung denganmu. Namun kamu memaksaku untuk bertarung".


"Sialan, kau pikir ini akan bisa menghentikanku? jangan mimpi". Iratus berkata dengan marah dan berusaha melepaskan ikatan tali hitam yang melilit tangannya.


"Ini semua memang tidak cukup untuk mengalahkanmu, Namun lihatlah sekelilingmu". Bell berkata dengan santai.


Iratus memandang sekelilingnya, dia melihat Tyr yang sudah berapi api dari rambut hingga kakinya.


Diana sudah mengeluarkan panahnya dan mengarahkannya pada Iratus, Diana tinggal melepaskan tangannya saja untuk menembakkan anak panahnya.


Nana juga sudah mengeluarkan pedangnya dan siap menyerang kapan saja.


Vivi juga tersenyum dengan wajah bahagia. "Ayo kita bersenang senang paman".


Liliana hanya berdiri dengan santai, dia adalah seorang penyembuh. Jadi dia tidak terlalu ahli dalam pertarungan.


Merlin dengan santai mengamati Iratus untuk memberikan instruksi pada mereka semua.


Sedangkan Carmilla, dia sudah menghilang dari tadi, mungkin dia naik ke atas untuk mencari mangsa baru.


Melihat semua itu Iratus tertawa dengan kejam. "Hahahaha, Bagus, bagus sekali, aku akan membunuh kalian semua bajingan".


*Tusss*


Tali hitam yang melilit Iratus putus dan dia langsung menusukkan tombaknya ke arah Bell.


Namun Bell dapat menghindarinya dengan cepat, dan Diana langsung melepaskan panahnya.


*Swuish*

__ADS_1


Anak panahnya dengan cepat mengarah ke Iratus, Tapi Iratus dapat menghindarinya dengan mudah.


Tidak sampai disitu saja, Nana langsung menyerangnya secara bersama dengan Tyr.


*Woosh*


Tyr dan Nana muncul dari sisi kiri dan kanan Iratus.


*Slash*


Nana menebaskan pedangnya dengan cepat, Namun Iratus menghindarinya dengan cepat.


Tyr menyerang ke tempat Iratus menghindar.


"TINJU API"


"Heh, kau pikir ini bisa mengalahkanku? kalau begitu rasakan ini". Iratus mendengus.


"TINJU PETIR"


*Bam*


Tinju mereka bertabrakan hingga mengakibatkan angin kencang yang membuat dinding Mansion mengalami keretakan.


"Lumayan juga bocah itu, dia berani beradu tinju dengan Iratus"


Para bangsawan yang menonton pertarungan itu memuji Tyr.


Namun Tyr tidak dapat menahan tinju dari Iratus, akhirnya dia terpental ke belakang dan menabrak dinding dengan keras.


*Gubrak*


Dinding itu langsung hancur berkeping keping. Tyr juga tidak sadarkan setelah beradu tinju dengan Iratus, sekarang dia tertindih oleh puing puing dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Iratus kemudian memandang ke arah Nana yang ada didekatnya dan berkata dengan kejam. "Sekarang adalah giliranmu".


Iratus bergerak dengan cepat dan mencoba untuk menangkap Nana. Namun Nana menggunakan pedangnya untuk menghindari itu.


*Cling*


Pedangnya mengenai tangan Iratus, Namun Iratus tidak terluka sama sekali. Dia kemudian menggerakan tangan yang satunya lagi untuk menangkap Nana.


*Slash*


Sebelum Iratus berhasil menangkapnya, Bell tiba tiba muncul dihadapannya dan menebaskan pedangnya ke tangan Iratus.


Tangan Iratus langsung terputus dan dia menjerit kesakitan. "Arrgghh, DASAR BAJINGAN".

__ADS_1


"Sekarang aku terpaksa kembali menarik pedangku ini, padahal aku sudah menariknya beberapa hari lalu". Bell berkata sambil membersihkan darah yang ada di pedangnya.


"DASAR BAJINGAN, AKU AKAN MENCABIK CABIKMU"


Iratus berkata dengan marah, lalu dia mengganti tangannya yang putus dengan tangan petir.


Sihir Petir : Gungnir!


Sebuah tombak yang terbuat dari petir menyala nyala muncul di tangan Iratus, Kemudian dia memandang Bell dan berkata dengan dingin. "Tidak kusangka kalian bisa membuatku seperti ini Walaupun Gungnir ini belum sempurna, namun ini sudah cukup untuk mengambil nyawamu".


Iratus melemparkan Gungnirnya ke arah Bell dengan kekuatan penuh.


*Swuish*


Gungnir melesat dengan cepat menuju Bell yang saat ini sangat fokus untuk menangkisnya.


'Tidak mungkin aku bisa menghindari kecepatan ini, satu satunya cara adalah dengan mengadu pedangku dengannya'. Pikir Bell sambil berkonsentrasi penuh untuk menangkis serangan Iratus.


Sihir Hitam : Pelindung!


Lorent mencoba untuk menghentikan Gungnir itu dengan mengeluarkan pelindung di depan Bell.


Namun Pelindung itu tak bisa berbuat apa apa dengan lesatan Gungnir yang sangat cepat.


'Sial, ternyata sihirku tidak berguna dihadapannya'. Pikir Lorent dengan kesal.


Dia kemudian memandang Bell yang sangat fokus untuk mengadu jurusnya dengan Gungnir milik Iratus.


'Aku harus menggunakan jurus terkuat yang di ajarkan Ayah padaku'. Pikir Bell dengan wajah serius.


Dia memejamkan matanya dan mengambil napas dalam dalam.


Kemudian saat Gungnir sudah hampir mencapainya, Bell membuka matanya dan menarik pedangnya dengan cepat.


"TEBASAN PEMOTONG WAKTU"


*Slash*


Gungnir terhenti sebentar dan tebasannya mengenai Gungnir itu. Namun serangannya hanya menggores sedikit Gungnir Iratus.


Setelah menebaskan pedangnya, Bell memanfaatkan momen saat Gungnir terhenti untuk menghindar.


Namun sangat di sayangkan, saat Gungnir itu bergerak. Bell kalah cepat dari Gungnir itu, Akhirnya Gungnir itu mengenai tangan kanannya.


Seketika tangan kanan Bell hancur menjadi debu, dia pun menjerit sangat kesakitan.


"Arrgghhh"

__ADS_1


__ADS_2