
Bab 93
Di atas langit yang terang ada seekor naga yang sedang terbang melintasi dataran yang ada di bawahnya.
Naga itu terbang dengan sangat cepat di udara, Tidak ada yang salah dengan naga itu. Tapi di atas punggung naga itu ada sesuatu yang luar biasa.
Di atas punggung naga itu ada tiga manusia yang sedang melakukan sesuatu. Ketiga orang itu tentu saja Mateo, Melissa, dan Alice.
Saat ini Mateo sedang menusukan adick kecilnya ke dalam goa basah Melissa yang sedang diikat dengan rantai.
Alice juga menghisap ceri Melissa yang sedang di tusuk oleh Mateo. Melissa mengerang kesenangan dengan sangat keras.
"Lebih keras lagi, tusuk aku lebih keras". Melissa berkata dengan penuh semangat.
Mendengar itu Mateo langsung menggerakan pinggulnya dengan kecepatan penuh.
"Ahhh, Ya aku suka ini, ini adalah yang terbaik". Melissa menjerit kesenangan.
*Plak*
Mateo menampar wajahnya dengan keras. Karena Melissa BDSM, Maka itu adalah tambahan rasa nikmat untuknya.
Setelah beberapa saat Melissa menyemprotkan banyak sekali jus cinta ke tubuh Mateo.
*Splurt* *Splurt*
Setelah Melissa selesai menyemprotkan jus cintanya, Mateo kembali menusukkan adick kecilnya ke dalam goa Melissa.
Kali ini mereka melakukan gaya Doggy dengan Mateo menusuk Melissa dari belakang.
Melissa menindih Alice yang ada di bawahnya, Alice menghisap Ceri Melissa sambil tubuhnya ditindih oleh Melissa.
Mateo kemudian memasukan adick kecilnya ke goa Melissa dan Alice secara bergantian.
Akhirnya Mateo menusuk ke goa Melissa yang satunya lagi dengan sangat keras. Melissa langsung merasakan perasaan yang berbeda.
Yaitu perasaan yang sangat nikmat, lebih nikmat daripada saat Mateo menusuk di goanya bagian depan.
Mateo bergerak dengan kecepatan penuhnya. setelah beberapa saat Mateo akhirnya menembakkan bebannya di dalam goa kerucut Melissa.
Melissa akhirnya pingsan karena rasa nikmat yang luar biasa dirasakannya. Akhirnya Mateo menusuk goa Alice yang masih sadar.
Mateo menusuknya dengan pelan untuk pembukaan, Mateo juga bergerak sambil menghisap ceri Alice yang keras.
__ADS_1
Setelah beberapa saat akhirnya Mateo bergerak dengan kecepatan penuhnya hingga membuat Alice menyemprotkan jus cinta.
*Splurt*
Mateo tetap menggerakkan pinggulnya meskipun Alice sedang menyemprotkan jus cintanya, Itu karena Mateo juga sudah hampir mencapai batasnya.
Mateo kemudian menembakkan bebannya di perut Alice dan akhirnya dia terbaring kelelahan.
Sudah beberapa hari dia bercinta dengan Alice dan Melissa, Mereka melakukanya siang dan malam tanpa henti.
Saat ini mereka sudah hampir sampai di Benua Tengah, Mateo akhirnya tidur bersama dengan Melissa dan juga Alice.
.....
Wilayah Tengah, Akademi Bintang.
Saat ini Lorent sedang berjalan jalan sendirian di dekat hutan belakang Akademi.
Tiba tiba dia dihadang oleh beberapa orang, Lorent pun bertanya kepada mereka dengan sopan. "Apa ada yang bisa aku bantu untuk kalian?".
Orang orang itu adalah bawahan Marvin yang ingin menangkap Lorent untuk mengancam Diana.
Kemudian pemimpin dari mereka berkata. "Kami ingin kau untuk ikut dengan kami".
"Kau tidak perlu tau untuk apa, jika kau tidak mau ikut, maka kami akan membawamu dengan paksa". Pemimpin kelompok itu berkata dengan dingin.
'Sepertinya mereka tidak berniat baik'. Pikir Lorent.
"Maaf, aku tidak bisa ikut dengan kalian". Lorent berkata dengan sopan.
"Kalau begitu kami harus membawamu secara paksa". Pemimpin kelompok itu berkata dengan kejam.
Kemudian dia menyuruh anak buahnya untuk menyerang secara bersamaan. "Serang dia, apapun yang terjadi kita harus menangkapnya".
"Hiyyyaa"
Sekelompok orang itu menarik pedangnya dan menyerang Lorent.
*Slash* *Slash*
Mereka mencoba untuk membuat Lorent terluka dengan menebaskan pedangnya ke bagian tubuh Lorent.
Namun Lorent dapat menghindari serangan mereka dengan sangat mudah. Lorent kemudian bertanya kepada mereka sambil terus menghindar. "Siapa yang mengirim kalian?".
__ADS_1
"Kau tidak perlu tau itu". Pemimpin kelompok itu berteriak dengan marah sambil terus menebaskan pedangnya ke arah Lorent.
"Jika begitu aku akan mencari tahunya sendiri setelah membunuh kalian semua". Lorent berkata dengan mengeluarkan niat membunuhnya dan menyerang balik mereka.
Sihir Hitam : Pedang Hitam!
Pedang hitam tiba tiba muncul di tangan Lorent dari kekosongan, Kemudian Lorent menebaskannya ke arah semua bawahan Marvin.
"TEBASAN PEDANG HITAM"
*Slash*
Seketika semua kepala bawahan Marvin yang menyerang Lorent terpisah dari tubuhnya dan jatuh ke tanah.
"Seorang kroco yang sangat malang". Lorent berkata dengan santai, Kemudian dia mengecek identitas mereka satu per satu.
Kemudian Lorent mengingat wajah salah satu dari merek. "Sepertinya aku pernah melihat wajah ini".
"Tapi dimana ya?".Lorent mencoba untuk mengingatnya kembali.
Kemudian dia mengingatnya. "Oh iya, saat itu aku bertemu dengannya saat aku dan Kakak berpapasan dengan Marvin".
"Sepertinya ini adalah bawahan Marvin, apa yang ingin mereka lakukan dengan menangkapku?". Lorent merenung.
"Apakah Marvin berencana menyekapku untuk membalas Kakak yang sudah menolak cintanya di depan umum?". Lorent berspekulasi.
"Sepertinya memang seperti itu". Lorent mengangguk.
"Heh, aku akan membuatmu menyesal karena sudah menargetkanku dan juga Keluargaku". Lorent berkata dengan dingin.
Lorent kemudian menghilangkan jejaknya dari tempat kejadian dan pergi meninggalkan mayat bawahan Marvin.
.....
Sementara itu di suatu tempat, Marvin sedang menunggu bawahannya untuk membawa Lorent.
Namun setelah menunggu sangat lama, bawahannya tidak kembali kembali juga. Hal itu membuat Marvin sangat kesal.
"Sialan, apa yang mereka lakukan hingga sangat lama!". Marvin berkata dengan marah.
"Apakah kau sedang menunggu bawahanmu untuk membawa seseorang?"
Tiba tiba Marvin mendengar suara yang bertanya kepadanya, Setelah melihat sumber suara itu Marvin langsung terkejut.
__ADS_1