
Bab 29
Di atas langit yang biru ada seekor naga yang terbang sedang membawa beberapa orang di punggungnya.
Naga itu adalah Aura, dia membawa semua orang di rumah menuju ke kota Nameless.
"Walaupun ini sudah kedua kalinya aku menaiki naga, tetap saja ini terasa sangat luar biasa". Mia berkata dengan tersenyum.
"Di masa depan kamu akan sering menaikinya jika kamu mau". Mateo menjawab dengan lembut.
Mateo juga menambahkan sambil mengelus perut Mia."Kamu juga bisa membawa anak kita berkeliling dengan naga".
"Nana, kemarilah". Mateo memanggil Nana untuk mendekat.
Setelah Nana mendekat, Mateo berkata."Nana juga nanti akan menemani adik yang ada di perut bibi Mia kan?".
Nana mengangguk."Ehm, Nana akan mengajarkannya semua yang Nana bisa untuk adik kecil".
Layla melihat itu hanya tersenyum dan bergumam."Nana dan Mateo sudah terlihat seperti ayah dan anak".
"Andai Mateo juga memperlakukanku seperti Nyonya Mia, mungkin aku akan sangat bahagia". Tambahnya.
Kemudian dia menggelengkan kepalanya dengan cepat."Tidak, tidak. Apa yang sedang kupirkan, aku tidak ingin membuat Nyonya Mia bersedih karena aku merebut Kekasihnya".
Mereka terus terbang di langit sampai beberapa hari kemudian, dan mereka akhirnya tiba di hutan dekat kota Nameless.
Begitu tiba, Aura langsung mendaratkan tubuhnya ke sebuah tanah lapang di hutan.
Setelah mendarat, Mateo membantu Mia, Layla, dan Nana turun dari punggung Aura.
Setelah semua orang turun dengan selamat, Aura kemudian mengubah bentuknya menjadi manusia kembali.
Mereka akhirnya berjalan menuju ke kota Nameless untuk bertemu dengan Mira di penginapannya.
Namun dalam perjalanan menuju ke kota mereka bertemu dengan babi hutan.
"Biarkan aku yang menghadapinya". Milia berkata dan maju kehadapan babi hutan itu.
__ADS_1
Milia mengeluarkan pisaunya dan memegangnya di tangan kiri dan kanan.
Dia kemudian maju dengan kecepatan yang sangat cepat seperti angin yang berhembus.
*Woosh*
Seketika tubuh babi hutan itu terpotong potong menjadi bagian daging yang kecil.
"Seharusnya kau membunuhnya dengan biasa saja, agar kita dapat menjualnya ke para pedagang". Mateo berkata.
"Tidak apa apa, kita bisa memakannya untuk pesta di penginapan nanti". Mia membela Milia.
"Baiklah, kalau begitu". Mateo berkata dan memasukkan potongan daging babi hutan ke dalam Space Ringnya.
Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke dalam kota.
Setelah beberapa saat, mereka akhirnya tiba di penginapa Bunga milik Mia.
POV Mira:
Sudah sebulan sejak ibu pergi ke ibu kota bersama dengan Mateo, padahal aku juga ingin pergi.
Dan jika ibu tidak pergi, kurasa ibu akan merasa sedih juga, karena dia tidak bisa bertemu dengan Mateo.
Jadi aku mengalah untuk tetap tinggal dan menjaga penginapan ini.
Awalnya aku takut menjaga penginapan ini sendirian, namun beberapa hari setelah ibu dan Mateo pergi.
Ada sekelompok orang datang kemari dan mengatakan bahwa mereka semua adalah bawahan Mateo.
Jadi aku membiarkan mereka tinggal di sini, mereka semua juga membantu di penginapan, dan beberapa dari mereka juga ada yang mendaftar jadi petualang.
Jadi pekerjaanku menjadi lebih ringan sejak kedatangan mereka, mereka juga sering membantu mengusir berandal yang mencoba menggangguku.
Hari ini aku sedang merindukan ibuku, aku tidak pernah terpisah dari ibuku sejak kecil, jadi aku sekarang sangat merindukannya.
Saat aku sedang merenung, tiba tiba beberapa orang memasukki penginapan, dan ketika aku melihat orang orang itu, aku langsung menjadi sangat bahagia.
__ADS_1
POV Author:
Setelah mereka memasukki penginapan, mereka langsung disambut oleh Mira dengan sangat gembira.
"Ibu". Mira berteriak gembira dan memeluk ibunya.
"Aku sangat merindukanmu, Ibu". Mira menangis bahagia.
Mia mengelus kepalanya dan berkata."Ibu juga merindukan Mira putriku yang cantik".
Mereka kemudian saling berpelukan untuk menghilangkan rasa rindu mereka.
"Kalian boleh mencari tempat duduk dulu, atau kalian boleh langsung mencari kamar". Mateo berkata pada Milia dan yang lainnya.
Setelah itu dia mendatangi salah satu bawahan Antonio dan bertanya."Di mana Antonio?".
Bawahan itu kaget, dan segera menjawab."Bos Antonio sedang menjalankan misi".
"Misi?". Mateo bertanya dengan bingung.
Bawahan itu mengangguk."Ya, Bos Antonio saat ini sudah menjadi seorang petualang".
"Oh, baiklah terima kasih". Mateo kemudian pergi ke kamarnya untuk beristirahat karena kelelahan akibat perjalanan panjang yang di tempuh.
Di kamarnya Mateo berbaring dan merenung.
"Jika semua bawahanku adalah petualang yang berpengaruh, maka aku akan dengan mudah untuk menjadi Raja dari daerah ini". Pikirnya.
"Sepertinya aku harus menyuruh semua bawahan Antonio untuk menjadi petualang, minimal mereka harus Rank-B".Tambahnya.
Setelah selesai berpikir, Mateo memejamkan matanya dan langsung tertidur.
Sementara itu Mira terus berbicara dengan Mia tentang Ibu kota, Mia menjawabnya dengan sabar.
Setelah beberapa saat mereka akhirnya selesai, dan Mia langsung pergi ke kamar yang sama dengan Mateo.
Melihat Mateo yang sudah tertidur, Mia tersenyum dan mendekatinya, lalu mencium pipinya.
__ADS_1
Dia kemudian berbaring di sebelah Mateo dan tertidur dengan pulas juga.