Return Great Magician(Dropped)

Return Great Magician(Dropped)
Mia Terkejut


__ADS_3

Bab 17


Setelah melihat Milia pergi, Mateo kemudian pergi berjalan menuju ke kamarnya.


Setelah sampai di kamarnya dia melihat Mia yang sedang berbaring di ranjangnya.


Mateo pun berjalan mendekatinya dengan pelan pelan agar tidak ketahuan oleh Mia.


Setelah sampai di dekat Mia, dia langsung memeluknya dengan lembut.


"Kyaa"


Mia sedikit kaget karena tiba tiba ada yang memeluknya, setelah beberapa saat dia tenang dan melihat bahwa Mateo lah yang memeluknya.


Mia kemudian memegang tangan Mateo yang sedang memeluknya dan berkata."Aku tidak menyangka rumahmu akan sebesar ini".


"Ini bukan rumahku". Mateo berkata dengan santai.


Mia kemudian bingung dan bertanya."Lalu rumah siapa ini?".


Lalu Mateo menjawab sambil tersenyum."Tentu saja ini adalah rumah Kita".


Mendengar itu Mia langsung tersenyum bahagia dan dia berkata."Seumur hidupku, baru ini aku merasakan sangat bahagia".


"Aku sangat beruntung dapat bertemu denganmu". Tambahnya.


"Aku juga sangat senang sekali melihat kamu memperlakukanku dengan sangat baik". Mia menambahkan lagi.


Mateo juga berkata."Aku juga sangat senang bertemu denganmu, dan kamu juga akan memberikanku anak pertamaku".


Mateo kemudian berkata."Aku minta maaf, di Ibu Kota aku tidur dengan perempuan lain".


Mendengar itu Mia hanya tersenyum dan berkata."Bukankah aku sudah pernah bilang padamu bahwa aku tidak keberatan kamu memiliki banyak wanita".


"Aku hanya ingin kamu tetap mencintaiku walau seberapa banyak pun wanita yang kumiliki". Tambahnya.


Mateo kemudian memeluk Mia dengan erat dan mencium dahinya dan berkata."Sangat sulit mencari wanita yang dapat menerima wanita lain bersama dengan pria yang di cintainya".


Mia kemudian bertanya."Ngomong ngomong bolehkah aku bertemu dengannya?".

__ADS_1


"Bertemu dengannya? untuk apa?". Mateo bertanya.


"Aku hanya ingin bertemu dengan Saudariku, karena dia juga wanitamu maka dia adalah saudariku". Mia berkata sambil tersenyum.


"Tentu saja boleh". Mateo menawab.


Mia kemudian bertanya lagi."Dan siapa namanya?".


Mateo menjawab dengan santai."Namanya adalah Silia, dia adalah Ratu dari Kerajaan ini".


Mendengar bahwa Ratu adalah wanita Mateo, Mia langsung menjadi sangat kaget.


Mia kemudian berkata dengan terkejut."RATU? apakah benar benar Ratu?".


"Ya". Mateo menjawab dengan santai.


Mia kemudian berkata dengan buru buru."Bukankah kita sebaiknya pergi dari Kerajaan ini?".


"Pergi? mengapa kita harus pergi?". Mateo bertanya dengan bingung.


"Mengapa? Tentu saja untuk lari dari kejaran kerajaan". Mia berteriak dengan histeris.


Mateo kemudian memeluk Mia dan berkata."Tenang saja, tidak ada yang tau tentang hubungan kami selain aku dan Ratu".


"Tenang saja, tidak ada yang akan mengetahuinya, kalaupun ada, aku akan menyingkirkannya". Mateo menenangkan Mia.


"T-tapi tetap saja aku khawatir". Mia berkata dengan ekspresi khawatir di wajahnya.


"Sudah, kamu tidak perlu memikirkan itu, sebaiknya kita melakukan kegiatan kita malam ini, sudah dua bulan lebih aku tidak bercinta denganmu". Mateo berkata dengan menggoda.


Sebelum Mia bisa berbicara, Mateo langsung menciumnya bibirnya dengan lembut.


Dia kemudian melepaskan semua pakaian Mia dan juga pakaiannya.


Mateo menyentuh semua bagian tubuh Mia dan dia juga mengusap perutnya dengan lembut.


Setelah beberapa menit pemanasan, Mateo kemudian memasukkan miliknya ke dalam Mia.


"Ahhh ahhh"

__ADS_1


Mia mengerang dengan gembira karena sudah lama dia tidak merasakan Mateo masuk ke dalam tubuhnya.


Mateo terus menusukkan miliknya dengan pelan, dia juga mencoba berbagai macam posisi.


Akhirnya Mateo berkata."Mia, bolehkah aku memasukkannya ke dalam lubangmu yang satunya?".


Mendengar itu Mia langsung kaget dan berkata."T-tapi lubang itu kotor".


"Tidak apa apa, aku ingin mencobanya". Mateo berkata dengan menggoda.


Setelah berpikir sejenak Mia kemudian mengangguk dan berkata."Baiklah, tapi pelan pelan saja, karena aku belum pernah bercinta menggunakannya".


Mendengar itu Mateo langsung senang dan mencoba memasukkannya dengan pelan.


"Aghhh sakit"


Mia mengerang kesakitan, karena lubangnya masih sangat sempit.


Mateo terus memasukkannya dengan perlahan, hingga akhirnya dia berhasil memasukkan setengah miliknya.


Mateo kemudian menggerakannya maju mundur dengan pelan.


Awalnya Mia kesakitan, namun setelah beberapa saat dia mengerang kesenangan.


Mereka terus bercinta hingga beberapa jam kemudian, Mateo juga mengeluarkan banyak cairannya ke perut, dan wajah, dan juga mulut Mia.


Setelah selesai bercinta, mereka akhirnya kelelahan dan tertidur dengan pulas.


Di sisi lain, Hansen yang sedang duduk di meja belajarnya tiba tiba mendengar seseorang orang mengetuk pintunya.


*Tok tok*


"Masuk". Hansen memerintahkan.


Kemudian masuk seorang pelayan, pelayan itu kemudian berkata."Pangeran, ini ada surat dari Tuan Mateo untuk anda".


Hansen kemudian mengambil surat itu dan menyuruh pelayan itu untuk pergi."Baiklah, kamu bisa pergi sekarang".


"Baiklah pangeran, kalau begitu saya permisi". Pelayan itu kemudian pergi keluar kamarnya.

__ADS_1


Hansen kemudian membuka surat itu dan membacanya, di surat itu tertulis bahwa Mateo sudah kembali ke rumahnya.


Hansen kemudian meletakan surat itu, dan dia berencana untuk menemui Mateo keesokan harinya.


__ADS_2