Return Great Magician(Dropped)

Return Great Magician(Dropped)
Tiba di Wilayah Tengah


__ADS_3

Bab 94


"Apakah Pangeran kita sedang gelisah saat ini?". Orang itu berkata dengan senyum di wajahnya.


"Apa yang kau lakukan disini Viclean?". Marvin bertanya dengan kesal.


Orang itu adalah Viclean, salah satu teman terdekat Marvin. Dia adalah pria yang selalu memejamkan matanya.


"Tidak ada apa apa, aku hanya ingin menyapamu saja". Viclean menggelengkan kepalanya, Kemudian dia duduk di sebelah Marvin.


Lalu dia berkata kembali dengan senyum di wajahnya. "Aku tau kau sedang merencanakan sesuatu untuk membuat Diana memohon padamu kan?".


"Aku tau bawahanmu itu adalah orang yang lemah, aku yakin jika mereka sudah mati di tangan orang itu". Tambahnya kembali.


"Apa kaubilang? bawahanku mati? itu tidak mungkin". Marvin membantahnya.


Viclean kemudian tersenyum dan berkata. "Tentu saja itu mungkin, orang yang bernama Lorent itu lebih kuat dari dugaanmu".


Marvin kemudian bertanya. "Jika dia membunuh bawahanku, bukankah jika aku melaporkannya ke Akademi, pihak Akademi akan menghukumnya?".


Mendengar itu Viclean bertanya dengan menghina. "Apakah kamu sudah menjadi bodoh setelah pengakuanmu di tolak?".


"Apa maksudmu aku menjadi bodoh?". Marvin bertanya dengan kesal.


Viclean kemudian menjelaskan dengan santai. "Coba pikirkan, jika kau melaporkannya ke Akademi. Mereka akan mengusut kasus ini hingga ke akarnya, dan saat itu kau juga akan terlibat".


"Lalu apa yang harus aku lakukan?". Marvin bertanya dengan kesal.


"Serahkan saja ini padaku, biar aku yang mengurusnya". Viclean tersenyum dengan ramah.


"Aku tau pasti ada yang kau inginkan dariku kan? katakan apa itu?". Marvin bertanya dengan sedikit marah.


Mendengar itu Viclean tersenyum. "Aku memang menginginkan sesuatu, Tapi aku akan memberitahumu setelah aku menyelesaikan ini".


"Baiklah, jika kau juga gagal, maka jangan libatkan aku ke dalam semua ini". Marvin memperingatkan.


"Tenang saja, aku tidak mungkin gagal". Viclean berkata dengan percaya diri.


"Kuharap pekerjaanmu sehebat ucapanmu". Marvin berkata sebelum pergi meninggalkan Viclean.

__ADS_1


Setelah Marvin pergi, Viclean tersenyum dengan licik.


.....


Sementara itu di lapangan Akademi, Banyak murid tahun pertama berkumpul untuk mendengarkan pemberitahuan dari Akademi.


Di atas podium seorang pria tua sedang berpidato kepada semua murid yang hadir. Setelah di selesai, pria tua itu berkata.


"Baiklah, sepertinya cukup sampai di sini saja apa yang aku sampaikan. Selanjutnya Kepala Akademi yang akan menyampaikan pidato pada kalian"


Pria tua itu turun dari podiumnya, Kemudian Captiosus naik ke podium dan memandang semua siswa yang hadir.


"Halo semuanya, Aku Kepala Akademi ini, Captiosus. Sebelumnya maaf karena aku tidak bisa hadir saat hari pertama kalian sekolah". Captiosus berkata dengan tulus.


Kemudian dia melanjutkan lagi. "Sebenarnya bukan pidato yang aku sampaikan, ini hanya pemberitahuan. Nanti malam akan di adakan pesta penyambutan untuk murid baru di Mansion air hujan"


"Disana kalian akan bertemu dengan para Alumni Akademi bintang, kalian juga bisa saling berkenalan dengan mereka".


Captiosus kemudian mengakhiri pidatonya. "Kira kira itu saja yang bisa aku sampaikan, terima kasih karena telah mendengarkan".


*Prok* *Prok* *Prok*


Captiosus kemudian turun dari podium dan kembali ke ruangannya. Setelah itu staff Akademi yang lain mempersilahkan para murid untuk kembali.


"Kakak, bukankah itu berarti Kakak Nana akan datang juga?". Vivi bertanya kepada Diana dengan senang.


"Ya". Diana mengangguk dengan santai.


Vivi kemudian berkata dengan gembira. "Hore, aku sudah lama tidak bertemu dengan kakak Nana".


"Aku juga, akhirnya kita bisa bertemu lagi dengannya". Diana tersenyum bahagia.


.....


Sementara itu di dekat perbatasan Wilayah Timur dan Wilayah Tengah, Ada seekor naga yang terbang membawa beberapa orang.


Tentu saja naga itu adalah Aura, dan orang yang dibawanya adalah Mateo, Melissa dan juga Alice.


"Tuan, kita hampir sampai di Wilayah Tengah". Aura berkata kepada Mateo.

__ADS_1


"Ya, langsung saja mendarat di dekat gerbang masuk Wilayah Tengah". Mateo memerintahkan.


"Baik Tuan". Aura kemudian mendarat di dekat gerbang masuk ke Wilayah Tengah.


Setelah itu Mateo dan yang lainnya turun dari punggung Aura, Kemudian Aura kembali menjadi wujud manusianya.


Mereka kemudian berjalan untuk masuk ke Wilayah Tengah, sebelum masuk mereka dihentikan oleh penjaga.


"Apa yang mau kalian lakukan ke sini?". Penjaga itu menghalangi Mateo dan yang lainnya.


"Aku ke sini ingin melakukan bisnis". Mateo menjawab secara acak.


"Dimana barang barangmu?". Penjaga itu bertanya setelah tidak melihat Mateo membawa apa apa.


"Di sini". Mateo memperlihatkan Space Ringnya.


Penjaga itu mengangguk, kemudian dia berkata kembali. "Aku tidak bisa membiarkanmu masuk, tapi jika itu. kau mengerti kan apa maksudku".


Mateo kemudian melemparkan 10 koin emas kepada penjaga itu. "Apakah itu cukup?".


"Hehehe, ini lebih dari cukup, silahkan masuk pedagang yang terhormat". Penjaga itu menjadi sangat sopan.


Mateo dan yang lainnya akhirnya masuk ke Dalam Wilayah Tengah.


"Sudah lama sekali sejak terakhir kali aku ke sini". Mateo bergumam sambil melihat bangunan di sekelilingnya.


"Sepertinya kita harus mencari penginapan dulu". Mateo berkata kepada yang lainnya.


'Aku lupa memberitahu Rose dan yang lainnya kalau aku ke Wilayah Tengah'. Mateo berkata dalam hati.


"A.. anu, bagaimana kalau kita menginap dirumahku saja?". Alice menyarankan.


"Apakah tidak apa apa?". Mateo bertanya.


"Aku yakin keluargaku akan menerima kalian untuk menginap". Alice meyakinkan.


"Baiklah". Mateo mengangguk.


Alice kemudian membawa Mateo dan yang lainnya ke Mansion Keluarga Blaze.

__ADS_1


__ADS_2