
Bab 77
Di Wilayah Timur, Kerajaan Cornelius.
Saat ini Mateo sedang bercinta dengan semua Haremnya termasuk juga dengan Milf yang dibawanya secara paksa 17 tahun lalu.
Milf itu bernama Aurora, dia adalah Milf yang sangat menggoda. Wajahnya cantik dengan tahi lalat di bawah bibirnya.
Milia, Alice dan Elena juga termasuk ke Haremnya, Saat ini penampilan Alice sudah seperti wanita dewasa.
Namun Wajah Milia dan Elena masih sama seperti dulu. Wajah Mateo juga tidak berubah, dia tetap tampan seperti pemuda berusia 20-an.
Berbeda dengan Mateo, Mia dan yang lainnya kini sudah menjadi wanita tua dan wajah mereka sedikit keriput.
Namun Mateo tetap mencintai mereka seperti sebelumnya. Mateo juga masih bercinta dengan mereka.
Walaupun goa mereka sudah tidak sekencang dulu lagi, Namun itu tetap terasa sangat nikmat.
Setelah beberapa jam bercinta, Mateo menyemprotkan banyak sekali susu kental rasa pandan ke wajah mereka semua.
"Susu kental ini akan membuat wajah kalian kembali seperti dulu lagi". Mateo berkata sambil menyemprotkan ke wajah mereka satu per satu.
Setelah selesai mereka semua terkapar kenikmatan, Mateo memandangi wajah mereka dan bergumam. "Aku akan mencari cara untuk mengembalikan wajah kalian seperti dulu lagi".
"Meskipun penampilanku tidak berubah, namun aku tidak tau apa yang menyebabkan ini semua"
Milia mendengar gumaman Mateo, dia kemudian memberitahu sesuatu padanya.
"Kau ingin mengembalikan wajah mereka seperti dulu? kurasa leluhur Elf tau bagaimana caranya"
"Benarkah?". Mateo bertanya dengan senyum gembira di wajahnya.
"Mungkin". Milia berkata dengan tidak yakin.
"Baiklah, ayo kita pergi kesana". Mateo langsung mengajak Milia untuk ke Hutan Elf.
"Tunggu sebentar, aku masih merasa lelah". Milia berkata dengan lemah.
__ADS_1
"Baiklah". Mateo mengangguk.
Beberapa waktu kemudian Milia sudah kembali sadar, dan Elena juga tersadar dari pingsannya.
Mereka bertiga kemudian pergi ke Hutan Elf dengan mengendarai naga Aura.
.....
Wilayah Tengah, Akademi Bintang.
Saat ini semua siswa yang lulus Ujian masuk berkumpul di tanah lapang, mereka berbaris sesuai dengan kelas mereka masing masing.
Beberapa saat kemudian pria paruh baya naik ke atas podium berkata kepada mereka semua dengan keras.
"Semuanya, Selamat untuk Kalian yang di terima di Akademi Bintang. Aku Gideon, Asisten Kepala Akademi"
*Prok* *Prok* *Prok* *Prok*
Semua peserta yang hadir di lapangan memberikan tepung tangan yang meriah.
"Aku di sini mewakili Kepala Akademi untuk menyambut kalian, Beliau tidak bisa hadir karena ada sesuatu yang perlu di selesaikan"
"Aku tidak terlalu pandai berbicara di depan umum, Jadi aku akan berbicara cukup sampai di sini saja"
"Selanjutnya aku serahkan kepada Ketua Persatuan Siswa untuk melanjutkannya, Terima Kasih"
*Prok* *Prok* *Prok* *Prok*
Peserta yang hadir di lapangan kembali bertepuk tangan dengan meriah.
Kemudian seorang pemuda tampan dengan rambut kuning naik ke atas Podium.
"Halo semuanya, aku Marvin, pangeran Kerajaan Violet, aku juga Ketua Persatuan Siswa"
"Aku di sini ingin menyampaikan selamat kepada kalian semua karena telah di terima di Akademi Bintang"
"Aku di sini hanya ingin menyampaikan beberapa aturan di Akademi ini"
__ADS_1
"Yang pertama, status bangsawan tidak berguna di sini. Jadi tidak perlu memanggilku pangeran di sini"
"Kalian bisa memanggilku Ketua atau Marvin saja. Dan yang kedua di sini ada yang namanya Daftar Bintang"
"Daftar Bintang adalah daftar yang mencatat orang orang kuat di Akademi ini. jika kalian ingin nama kalian ada di dalam daftar, kalian harus menang melawan orang yang ada di dalam daftar"
"Kalian bisa menantangnya untuk berduel, tapi jika lawanmu tidak bersedia kalian tidak bisa memaksanya"
"Jika kalian masuk dalam 100 besar daftar Bintang, kalian akan mendapatkan poin bintang setiap bulannya"
"Poin itu dapat digunakan untuk membeli item di Akademi atau bisa juga di jadikan koin emas"
"Jika kalian tidak masuk dalam 100 besar daftar bintang, kalian bisa mendapatkannya dengan menjalankan misi dari Pusat misi Akademi"
"Sekiranya hanya ini yang bisa aku sampaikan, lebih jelasnya lagi nanti wali kelas kalian yang akan menjelaskannya"
Marvin kemudian turun dari podium, dan peserta yang hadir pergi dari tanah lapang dan menuju ke ruang kelas mereka masing masing.
.....
Ruang Kelas F.
Di sana hanya terdiri dari sekelompok orang yang lemah. ketika murid kelas F melihat Bell masuk, mereka semua diam karena takut itu akan mengganggu Bell.
Bell hanya berjalan lewat dan duduk di kursi paling atas dan paling ujung.
Susunan duduk ruang kelas itu seperti di bioskop, semakin ke belakang semakin tinggi.
Setelah Bell duduk dia kemudian berkata kepada semua teman sekelasnya. "Kalian boleh saling berbicara, tapi jangan terlalu ribut".
Setelah mengatakan itu Bell langsung bertelungkup di mejanya dan tertidur.
Kemudian seseorang memasukki ruang kelas F, orang itu melihat semua teman sekelasnya.
Ketika dia melihat Bell, dia langsung menghampirinya dan duduk di sebelahnya.
Orang itu adalah Thales, dia juga dimasukkan ke Kelas F. Mungkin pihak Akademi memasukkannya ke kelas F adalah karena dia menyerah sama seperti Bell.
__ADS_1