Return Great Magician(Dropped)

Return Great Magician(Dropped)
Jalan jalan


__ADS_3

Bab 76


Pada siang hari, Mansion yang di diami Diana dan yang lainnya di hampiri oleh orang dari Akademi Bintang.


Orang itu datang mengantarkan seragam yang akan mereka gunakan saat bersekolah di Akademi nanti.


Dan di seragam itu juga terdapat lambang kelas masing masing, mulai dari kelas F hingga kelas S.


Diana dan yang lainnya berkumpul di ruang tamu untuk membuka kotak seragam mereka dan juga untuk mengetahui di kelas mana mereka di letakkan.


Diana kemudian yang pertama membuka kotak seragam. Seragam Diana berwarna hitam dengan garis merah di sisi sisinya dan juga bertuliskan kelas S.


Tyr juga membuka kotak seragam, dan seragam yang didaptkan Tyr sama dengan milik Diana, yang berarti dia juga berada di kelas S.


Kemudian Merlin membuka seragam miliknya, dan seragam Merlin berwarna putih dengan garis merah di sisi sisinya, dan bertuliskan kelas A.


Vivi dan Liana juga membuka seragam mereka bersamaan, dan seragam mereka putih dengan garis biru pekat, dan bertuliskan kelas B.


Lorent juga membuka seragam miliknya, seragamnya sama dengan Diana dan juga Tyr dan dia berada di kelas S juga.


Akhirnya giliran Bell untuk membuka seragamnya, dan seragam Bell hanya berwarna putih polos dan bertuliskan


kelas F.


"Hadeh, kau hanya diletakkan di kelas F karena menyerah". Diana menggelengkan kepalanya.


"Tidak apa apa, dengan begitu aku akan lebih mudah untuk tidur". Bell berkata dengan malas.


Diana menepuk kepalanya sendiri setelah mendengar alasan Bell. "Hadeh".


"Semuanya, Bagaimana kalau kita berjalan jalan di sini? kita tiba kemarin dan belum sempat untuk melihat lihat tempat di sini". Diana mengajak semua orang berkeliling daerah sekitar mereka.


"Ya, ayo kita berkeliling tempat ini". Vivi berkata dengan gembira.


Yang lainnya juga mengangguk, namun Bell membantah mereka. "Apa? aku tidak akan ikut, kalian saja yang pergi, aku tidak".


"Tyr, gendong dia"


Tyr langsung menggendong Bell dan membawanya keluar bersama untuk berkeliling tempat Kerajaan yang mereka tinggali di Wilayah Tengah.


"Tidak, lepaskan aku, lepaskan". Bell berteriak dengan histeris.


Warga sekitar mengarahkan pandangan kepada mereka, Namun setelah itu mereka tidak mempedulikannya.


"Teriaklah sekeras mungkin, tidak akan ada yang menolongmu kali ini". Diana berkata dengan sedikit senyum di wajahnya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian mereka tiba di pasar, di pasar itu mereka banyak melihat penjual barang barang langka dan cantik berjejer di pinggir jalan.


"Nona Muda, silahkan beli cincin ini, ini sangat cocok untuk anda"


"Tuan Muda, Pedang ini sangat cocok untuk anda yang tampan"


Para penjual menawarkan barang dagangan mereka kepada setiap orang yang lewat.


"Bell, bagaimana kalau kau membeli pedang? dengan begitu kau bisa mengelurkan beberapa kekuatanmu". Diana memberikan saran.


Bell menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku cukup menggunakan Katana ini, lagipula aku tidak akan membunuh lawanku jika dia tidak terlalu berbahaya".


Mereka terus berjalan menelusuri seluruh pasar. Namun ketika mereka tiba di sebuah tempat yang sepi, mereka melihat seorang pria sedang di ganggu oleh sekelompok orang.


"Hey, apa yang kalian lakukan?". Diana meneriaki mereka.


Sekelompok orang itu memalingkan wajahnya dan melihat Sekelompok anak anak di depan mereka.


"Oh, ada gadis cantik disini, kurasa dia bisa membantu kita menghangatkan tempat tidur". Salah seorang pengganggu itu menjilat bibirnya.


"Ya, aku sudah lama tidak menyentuh wanita"


"Aku juga, sekarang aku lupa seperti apa rasanya wanita"


Pengganggu yang lain juga menjilat bibir mereka dan berkata dengan senyum cabul.


"Tolong, tolong aku"


*Buk*


"Diam"


Salah seorang pengganggu menendang pria itu.


"Nona cantik, bagaimana kalau kamu membantu kami menggosok adik kecil kami?". Pengganggu itu berkata dengan senyum cabul.


"LANCANG"


*Swosh*


Diana langsung menembakan panahnya dan mengenai tangan pengganggu itu.


"Arrgghh"


"Beraninya ****** itu melukaiku, tangkap dia"

__ADS_1


Pengganggu itu menjerit kesakitan dan memerintahkan teman temannya untuk menangkap Diana.


Tyr maju menghalangi mereka. "Akulah yang akan jadi lawan kalian".


"Hiyyat"


Kedua pengganggu itu menyerang Tyr secara bersamaan, Namun Tyr dapat menahannya dengan mudah.


Kemudian dia memberikan tendangan kepada mereka.


*Buk* *Buk*


Tyr menendang ************ mereka hingga membuat mereka terbaring sambil memegangi ************ mereka dengan kesakitan.


"Arrgghh"


"itulah akibatnya jika kau berani menghina kakakku". Tyr berkata dengan dingin.


Kemudian dia meninju penggangu yang tadi terkena anak panah Diana.


*Buk*


Kemudian dia mencabut anak panah dari tangan pengganggu itu dengan keras.


*Sresh*


"Arrgghh"


Darah menyembur dari tangan penganggu itu hingga membuatnya pingsan karena kekurangan banyak darah.


Diana kemudian menghampiri pria yang diganggu tadi. "Paman, apakah paman tidak apa apa?".


"A.. aku baik baik saja, terima kasih". Pria itu menjawab dengan gugup.


"S.. sebaiknya kalian cepat pergi dari sini, nanti jika Bos mereka tau kalian yang menyerang anak buahnya, dia akan menyerang kalian". Pria itu memberi peringatan kepada mereka.


"Tenang saja, yang penting apakah paman tidak apa apa?". Diana bertanya.


"A.. aku baik baik saja, kalian boleh pergi duluan". Pria itu berkata dengan gugup.


"Baiklah, paman berhati hatilah". Diana mengangguk dan pergi bersama dengan yang lainnya.


Setelah Diana dan yang lainnya pergi, penampilan pria itu berubah menjadi pria tua dengan janggut putih panjang.


"Mereka adalah orang yang hebat, syukurlah mereka masuk Akademi Bintang"

__ADS_1


Pria tua itu kemudian membunuh pengganggu tadi dan membakarnya menjadi abu, Lalu pria tua itu menghilang dari tempatnya.


__ADS_2