
Bab 42
Beberapa hari kemudian Mateo akhirnya kembali ke Kota Nameless, Mateo langsung pergi ke penginapan Mia.
Sesampainya disana, orang orang di penginapan tidak ada, setelah berjalan sebentar dia melihat Mia.
Mateo menghampirinya dan bertanya."Sayang, Kemana orang orang? kenapa terlihat begitu sepi?".
Mia melihat Mateo dan menjawab."Mereka saat ini sedang keluar untuk meyakinkan semua warga untuk mengangkatmu menjadi Raja".
"Oh, mereka bekerja sangat keras". Mateo tersenyum.
Mia juga tersenyum, lalu kemudian dia bertanya."Sayang, apakah kamu sudah membeli tanahnya?".
"Ya, aku sudah membelinya, sekarang kita tinggal membangun Istana". Mateo mengangguk.
"Aku juga akan mengumpulkan warga untuk dipekerjakan membangun bangunan seperti toko". Tambahnya.
"Sayang, apakah aku boleh membuat permintaan?". Mia bertanya.
Mateo mengangguk."Katakanlah".
"Bisakah kamu membangun sekolah di Kerajaan ini?". Mia bertanya.
"Tentu saja, aku akan membangun sekolah untuk anak anak di Kerajaanku, agar suatu hari nanti mereka mengelola Kerajaan dengan benar". Mateo berkata.
Mia kemudian memeluk Mateo dan berkata."Sayang, terima kasih".
Kemudian Mia mengambil tangan Mateo dan menyentuhkannya ke perutnya."Sayang, coba rasakan".
"Bayinya menendang nendang, dia sangat bahagia mendengar pembicaraan kita". Mia berkata dengan bahagia.
Mateo tersenyum sambil mengelus perut Mia."Tumbuhlah menjadi anak yang pintar".
"Anak yang rajin membantu orang tuanya, dan menjadi anak yang kuat". Tambahnya.
"Sekarang perutku sudah makin membesar, jadi aku sudah tidak terlalu bisa untuk bercinta denganmu". Mia berkata.
"Jadi, ini saatnya kamu mengajak Layla bercinta bersamamu, aku juga merasa dia sudah mengharapkannya sejak lama". Tambahnya.
__ADS_1
"Tenang saja, aku akan melakukannya cepat atau lambat". Mateo mengangguk.
"Baiklah, aku akan pergi ke pusat kota untuk membangun Istana". Mateo berkata.
"Bolehkah aku ikut denganmu?". Mia bertanya.
"Tentu saja kamu boleh ikut denganku, karena Ratu juga harus melihat Istananya sendiri". Mateo mengangguk.
Mereka kemudian berjalan bersama menuju pusat kota, mereka sampai setelah beberapa saat kemudian.
Setelah tiba di tanah lapang yang sangat luas, Mateo berhenti dan berkata."Tempat ini akan menjadi lokasi Istana kita".
"Aku akan membuat Istana dengan menggunakan sihirku, kamu tunggu di sini dan saksikan kemunculan Istana kita yang megah". Tambahnya.
"Ehm". Mia mengangguk.
Mateo kemudian maju kedepan dan membaca mantra sihir.
Creation Magic: Formed
*Bom* *Bom*
Mia yang melihat itu sangat takjub dan merasa tidak percaya bahwa Mateo bisa menciptakan Istana yang sangat megah hanya dalam waktu beberapa saat saja.
Kemudian Mateo menghampiri Mia dan mengajaknya melihat lihat."Sayang, ayo kita melihat lihat Istana kita".
"Ehm". Mia mengangguk.
Akhirnya Mateo mengajak Mia berkeliling Istana baru mereka.
Mereka melihat Taman bunga yang sangat indah, danau untuk memancing, mereka kemudian masuk ke dalam Istana.
Begitu mereka masuk ke dalam, mereka disambut oleh pemandangan yang indah, Istana itu sangat luas.
Walaupun masih belum ada hiasan di dalam Istana itu, tapi tetap saja itu terlihat indah.
Setelah beberapa jam berkeliking, mereka akhirnya sampai di tempat Singgasana Raja dan Ratu.
"Bagaimana kalau kita duduk di Singgasana itu?". Mateo berkata sambil menunjuk Singgasana.
__ADS_1
"Ehm". Mia mengangguk.
Mateo kemudian menariknya dan duduk di Singgasana, setelah duduk dia berkata."Tinggal beberapa hari lagi, kita akan di panggil Raja dan Ratu oleh warga".
Mia kemudian meneteskan air matanya dan berkata."Aku tidak pernah mengharapkan ini selama hidupku".
"Aku sangat beruntung bisa bertemu denganmu". Tambahnya.
Mateo menghapus air mata Mia dan berkata."Aku akan membuatmu menjadi Ratu yang sangat di hormati oleh semua orang".
"Terima kasih". Mia memeluk Mateo.
Beberapa saat kemudian, mereka akhirnya berhenti berpelukan, Lalu Mateo berkata."Bagaimana kalau kita kembali ke penginapan dulu? kita akan mengajak semua orang untuk tinggal di sini".
"Ehm". Mia mengangguk.
Mereka kemudian tiba di penginapan Mia setelah beberapa saat kemudian.
Di penginapan sudah ada banyak orang yang berkumpul, Melihat Mateo datang, Antonio langsung menghampirinya.
Antonio kemudian berkata."Bos, para petualang tidak keberatan jika kamu menjadi Raja, Karena mereka tau kamu yang terkuat, jadi mereka tidak keberatan".
"Warga yang lain juga tidak keberatan siapapun menjadi Raja, mereka hanya ingin mencukupi kebutuhan sehari hari mereka". Tambahnya.
"Kita bisa memanfaatkan kondisi warga tersebut, kita akan membuka lahan pekerjaan untuk mereka, jadi mereka akan berterima kasih kepada kita, dengan begitu warga akan memandangmu sebagai Raja yang baik". Elena menyela pembicaraan mereka.
"Ya, kamu benar, warga hanya ingin kehidupan mereka menjadi lebih baik, jika kita bisa membantu mereka, maka mereka akan sangat menghargai kita". Mateo mengangguk.
"Besok kalian sampaikan kepada semua warga bahwa aku mencari pekerja untuk membuat bangunan, aku juga mencari petani untuk mengelola lahan milik Kerajaan". Mateo memerintahkan mereka.
"Baik Bos". Antonio mengangguk.
"Tidak masalah". Elena juga mengangguk.
"Baiklah, mulai hari ini kita akan tinggal di Istana baru". Mateo berteriak kepada semua orang.
"Uuooohhh"
Semua orang yang mendengar itu menjadi bersemangat, dan akhirnya mereka menuju ke Istana baru.
__ADS_1