
Bab 21
Setelah mereka tiba di kamar Ratu, Mereka duduk di ranjang Ratu dan Ratu berkata kepada Mateo."Sudah lama aku tidak melihatmu, aku merindukanmu".
Mateo kemudian berkata dengan menggoda."Apakah kamu merindukanku atau merindukan adik kecilku?".
Ratu kemudian tertawa."Fufu, Aku merindukanmu, dan aku juga merindukan adik kecilmu".
Ratu kemudian berkata kepada Mateo."Mateo, aku saat ini sedang hamil anakmu".
"Dan usia kandungannya sudah mencapai tiga minggu". Tambahnya.
Mendengar itu Mateo terkejut dan berkata."Hamil?".
Ratu kemudian mengangguk."Ya, apa kau senang kau akan menjadi ayah?".
"Tentu saja aku senang". Mateo berkata dengan bangga.
Ratu kemudian bertanya."Apakah aku orang pertama yang melahirkan anakmu?".
Mateo kemudian berkata dengan sedikit rasa tidak nyaman."Sebenarnya kamu mengandung anak ke-2 ku".
Ratu kemudian bertanya dengan heran."Jadi kamu sudah memiliki anak?".
"Saat ini anakku masih belum lahir, dan dia masih di dalam kandungan, saat ini usia kandungannya sudah hampir tiga bulan". Mateo menjelaskan.
Ratu kemudian bertanya."Siapa wanita yang beruntung itu, yang bisa memberikan Mateo yang hebat seorang anak pertama?".
"Dia tidak dari keluarga terkenal, dia hanya seorang janda yang memiliki tempat penginapan tempat aku menginap dulu". Mateo memberikan penjelasan.
"Fufu, sepertinya kamu sangat menyukai wanita yang dewasa ya?". Ratu berkata sambil tertawa.
"Ya, aku memang menyukai wanita yang dewasa, tapi aku juga menyukai wanita yang muda". Mateo menjawab.
__ADS_1
Ratu kemudian memberikan tawaran."bagaimana kalau nanti aku memperkenalkanmu dengan istri istri bangsawan lain? aku yakin mereka pasti akan sangat bahagia jika bertemu dengannu".
Mateo kemudian tertawa."Hahaha, tentu saja aku mau untuk bertemu dengan wanita dewasa yang cantik".
Mateo kemudian bertanya lagi."Apakah Raja sudah mengetahui bahwa kamu hamil?".
Ratu kemudian menjawab dengan tenang."Tidak, dia belum mengetahuinya".
"Namun nanti aku akan memberitahunya dan mengatakan padanya aku hamil anaknya setelah dia bercinta denganku dalam keadaan mabuk berat". Ratu menambahkan.
Mendengar itu Mateo tertawa."Hahaha, aku jadi merasa sedikit kasihan dengan Raja".
Ratu kemudian bertanya."Apakah kamu akan ikut dalam perang menghadapi kerajaan Valos?".
"Hmm, aku akan memikirkannya dulu". Mateo menjawab setelah berpikir sejenak.
"Jika kamu ikut, aku berharap kamu berhati hati, karena aku tidak ingin saat anakku lahir, ayah kandungnya sudah tiada". Ratu berkata dengan khawatir.
Mateo kemudian meyakinkan."Tenang saja, aku lebih kuat dari yang kamu pikirkan".
Beberapa saat setelah berciuman, mereka langsung bercinta di tempat tidur dengan puas.
Mateo keluar beberapa kali di dalam tubuh Ratu.
Setelah mereka bermain dengan waktu yang cukup lama, mereka akhirnya berhenti.
Mereka kemudian mengenakan pakaian mereka kembali, setelah berpakaian Mateo bertanya kepada Ratu.
"Ngomong ngomong dimana pangeran pertama? sejak aku di lantik jadi Dragon Slayer aku tidak pernah sekalipun bertemu dengannya". Mateo bertanya dengan penasaran.
Ratu kemudian menjawab dengan tenang."Pangeran pertama menghilang beberapa tahun yang lalu".
"Menghilang?". Mateo bertanya dengan bingung.
__ADS_1
"Ya". Ratu menjawab dengan singkat.
"Bagaimana dia bisa menghilang?". Mateo bertanya kembali.
"Tidak ada yang tau bagaimana dia menghilang". Ratu menjawab.
"Dia menghilang setelah keluar dari Istana bersama dengan pengawalnya". Tambahnya.
"Pengawalnya pun juga tidak dapat ditemukan, hingga sampai saat ini kerajaan belum menemukan jejak mereka". Ratu menambahkan lagi.
"Apakah ada sesuatu yang aneh terjadi sebelum pangeran pertama menghilang?". Mateo bertanya.
Ratu menjawab dengan sabar."Tidak ada, semua berjalan dengan normal sebelum dia menghilang".
Mereka terus berbincang sampai hari sudah mulai gelap.
Ratu kemudian memanggil pelayannya untuk mengantarkan Mateo keluar.
"Pelayan" Teriak Ratu.
Beberapa saat kemudian datang seorang pelayan dan membungkuk kepada Ratu."Yang Mulia, apakah ada sesuatu yang harus saya lakukan?".
"Tolong antar Tuan Dragon Slayer keluar". perintah Ratu.
Pelayan itu kemudian membungkuk dan berkata."Baik Yang Mulia".
Pelayan itu kemudian berbicara kepada Mateo dengan sopan."Tuan Dragon Slayer, silahkan ikut dengan saya".
Pelayan itu kemudiam keluar dari kamar Ratu dan diikuti oleh Mateo.
Setelah Mateo pergi, Ratu mengelus perutnya dan berkata."Ayahmu adalah pria yang hebat, aku senang ayahmu adalah pria sepertinya".
Ratu kemudian kembali kekamarnya dan dia istirahat dengan berbaring karena kelelahan akibat aksi bercinta mereka.
__ADS_1
Mateo yang mengikuti pelayan sudah tiba di luar istana, dan pelayan menyuruh kusir untuk mengantarkan Mateo pulang kerumahnya, dengan begitu Mateo pulang dengan menggunakan kereta kuda.