
Bab 4
Ketika sampai di penginapan, Mateo bertemu dengan Mira yang sedang menyapu ruangan.
Mateo kemudian menyapanya."Halo Mira".
"Oh halo". Mira balas menyapanya.
Mateo kemudian pergi ke kamarnya dan mandi untuk menyegarkan kembali tubuhnya.
Setelah mandi dia kemudian pergi ke ruangan tengah untuk bisa membantu Mia dan Mira.
Di sana dia melihat Mia yang sedang meletakkan makanan di meja untuk makan malam mereka.
Mateo kemudian meyapanya dan berkata."Halo Nona Mia, biarkan aku membantumu mengangkatnya".
"Oh my, tidak perlu repot repot, kamu duduk saja di situ, aku bisa melakukannya sendiri". Mia berkata dengan sopan.
Mateo tetap bersikeras untuk membantunya."Tidak apa apa, lagipula aku sedang tidak melakukan apa apa".
"Baiklah kalau begitu, kamu bisa mengangkat piring pring itu". Mia berkata dengan lembut.
"Sungguh beruntung perempuan yang akan menjadi istrimu". Tambahnya.
Mendengar itu Mateo berkata sambil menggoda."Aku tidak keberatan jika Nona Mia mau menjadi istriku".
"Oh my, berhentilah menggoda wanita tua ini, aku sudah tidak cocok denganmu". Mia berkata sambil tersenyum.
"Aku tidak sedang menggoda, aku berbicara dengan serius". Tambah Mateo.
Mendengar itu Mia langsung tersipu malu, pipinya memerah seperti apel dan dia dengan cepat berkata."Berhentilah menggodaku".
Mateo kemudian mengangkat semua piring ke meja makan.
Setelah itu Mia memanggil Mira yang sedang membersihkan halaman.
.....
Setelah selesai makan, Mateo kemudian membantu Mia mencuci piring.
Di dapur Mateo menggoda Mia yang sedang mencuci piring.
__ADS_1
Mateo menyentuh pantatnya yang besar dengan tanganya.
*Kyaa*
Mia kemudian kaget karena tiba tiba ada seseorang sedang meraba pantatnya.
Mira yang mendengar ibunya berteriak langsung bertanya kepadanya."Ibu apa yang terjadi padamu?".
"Tidak apa apa, aku tidak sengaja menjatuhkan piring". Mia menjawab dengan cepat.
Mia kemudian memelototi Mateo dan berkata."Apa yang kau lakukan? kau mengagetkanku".
Mateo kemudian berkata sambil tersenyum."Aku hanya mennyentuh pantat yang indah ini". sambil memegang pantat Mia.
"Berhentilah menggoda wanita tua sepertiku, aku sudah cukup tua untuk menjadi ibumu". Mia berkata dengan sedikit marah.
"Bagiku umur hanyalah angka, dimataku kau masih terlihat cantik". Mateo berkata sambil mengagumi tubuh indah Mia.
Mateo kemudian tiba tiba memeluk tubuh Mia dari belakang dan dia meniup telinganya dengan lembut.
Tubuh Mia kemudian bergidik karena dia merasakan geli di telinganya.
Mia kemudian berpaling untuk menegur Mateo, namun sebelum dia bisa berbicara Mateo sudah mencium bibirnya dengan lembut.
Mateo terus mencium bibir Mia dengan penuh gairah, Mia yang sudah lama tidak mendapat perlakuan seperti ini, instingnya sebagai wanita langsung terbangun.
Mia kemudian balas mencium bibir Mateo dengan lembut.
*Cup cup*
Suara ciuman bibir mereka bergema, Mateo kemudian ingin melepaskan Pakaian Mia, namun tiba tiba terdengar suara dari belakang.
"Ibu biarkan aku membantumu". Mira berkata sambil berjalan menuju ke dapur.
Mia yang mendengar itu pun langsung mendorong Mateo menjauh, dan langsung merapikan pakaiannya dengan tergesa gesa.
Mateo kemudian membisikan sesuatu ke telinga Mia."Kita akan melanjutkannya nanti"
Pipi Mia langsung memerah setelah mendengar ini dan berkata."D-diamlah, aku tidak akan melakukannya denganmu".
Mira kemudian memperhatikan wajah ibunya memerah dan langsung berkata dengan khawatir."Ibu, apakah kamu sedang demam?".
__ADS_1
"Tidak, aku baik baik saja". Mia menjawab sambil tersenyum.
"Tapi kenapa wajahmu merah?". Mira bertanya kembali.
"Tidak apa apa, aku hanya sedikit kepanasan". Mia berkata dengan tergesa gesa.
Mira kemudian membantu Mia dan Mateo mencuci piring.
.....
POV Mia:
Di dalam kamarnya Mia sedang mengingat apa yang terjadi di dapur tadi dan tiba tiba pipinya memerah karena malu.
"Mungkin dia hanya sedang menggodaku, tidak mungkin dia mau dengan wanita tua sepertiku". Mia berkata kepada dirinya sendiri.
*Tok tok*
Namun kemudian dia mendengar suara seseorang sedang mengetuk pintunya, dan dia berjalan untuk membuka pintu dan berkata."Tunggu sebentar".
Setelah dia membuka pintu, dia melihat bahwa orang yang mengetuk pintu adalah Mateo.
Dia kemudian bertanya."Apa yang ingin kamu lakukan tengah malam begini?".
Mateo kemudian langsung masuk ke kamar Mia dan berkata."Apakah kamu tidak ingat apa yang kubicarakan di dapur tadi".
Setelah mendengar itu pipi Mia langsung memerah dan dia berkata dengan gugup."A-apakah kamu serius dengan wanita tua sepertiku?"
"Tentu saja aku serius". Mateo berkata dengan serius.
Mia kemudian memejamkan matanya dan menunggu Mateo untuk menciumnya.
Mateo yang melihat ini pun langsung menciumnya dengan lembut sambil memeluknya erat erat.
Mateo kemudian mengangkat Mia dengan gaya seorang pangeran yang menangkat putri, kemudian dia meletakkannya di ranjang yang cukup besar.
Mateo kemudian melepaskan semua pakaian mereka dan pada malam itu suara suara yang merdu terdengar dari kamar Mia.
Setelah beberapa saat Mateo kemudian mengeluarkan cairannya ke dalam Mia.
Setelah mereka selesai Mia kemudian berkata."Kamu tidak perlu menjadikanku satu satunya, aku ingin kamu untuk memperlakukan aku dengan baik saja itu sudah cukup bagiku".
__ADS_1
Mateo yang mendengar itu langsung memeluk Mia ke pelukannya dan mencium dahinya dengan lembut, mereka kemudian tertidur sambil berpelukan.