
Bab 6
"Tidak apa apa, tubuhku sudah sedikit lebih baik". Layla berkata dengan sopan.
Mateo kemudian berkata."Sebaiknya kalian ikut denganku agar aku bisa menyembuhkan tubuhmu sepenuhnya".
"Terima kasih banyak karena mau merawat saya, saya berjanji akan membayarnya suatu hari nanti". Layla berjanji kepada Mateo.
"Aku juga akan membalas kebaikan kakak suatu hari nanti". Nana berkata dengan semangat.
Mateo kemudian mengeluarkan sayapnya dari punggungnya, Nana dan Layla yang melihat itu langsung terkejut dan berkata."Wow apakah kakak adalah seorang malaikat?".
"Ya apakah kamu malaikat?".
Mateo kemudian berkata."Aku bukan malaikat, ini adalah sihirku, tapi kalian harus merahasiakan ini dari orang lain oke?".
"Oke" "oke"
Nana dan Layla berkata dengan serentak, kemudian Mateo mengankat Nana dan mendudukannya di bahunya, setelah itu dia mengangkat Layla seperti Pangeran yang mengangkat putri, Kemudian Mateo terbang menuju ke kota.
.....
Setelah dekat dengan kota, Mateo menurunkan mereka berdua dan membawa mereka ke penginapan Bunga milik Mia.
Setelah beberapa saat mereka sampai di penginapan, Mateo kemudian menyapa Mia dan Mira yang sedang bersih bersih."Halo Nona Mia, Mira".
"Halo". balas Mira sambil tersenyum.
Ketika Mia melihat Mateo dia langsung teringat kejadian tadi malam dan wajahnya langsung memerah.
"Ibu". Mira menegur Mia yang sedang linglung.
"Oh Halo, Siapa yang kamu bawa ini Mateo?". Mia bertanya setelah sadar dari linglungnya.
Mateo kemudian memperkenalkan mereka."Ini Layla dan ini adalah Nana anaknya, aku membawa mereka ke sini untuk menyembuhkan penyakit yang di derita Layla".
Setelah mendengar itu Mia kemudian memerintahkan Mira. "Oh, Mira tolong antarkan mereka ke kamar yang kosong".
__ADS_1
"Baik bu". Mira kemudian membawa Layla dan Nana ke kamar.
Setelah hanya tersisa mereka berdua, Mia tidak berani menatap wajah Mateo karena dia malu.
Mateo yang melihat ini tidak bisa tidak menggodanya."Oh Mia, kenapa kamu menghindari tatapanku?".
"Apakah ada sesuatu di wajahku yang membuatmu takut?". Tambahnya.
"T-tidak ada apa apa, aku hanya tidak ingin menatap wajahmu saja". Mia berkata dengan gugup.
Mateo kemudian melihat ke arah mata Mia dan berkata."Lihatlah mataku, apakah aku menakutkan".
"Kalau kamu tidak mau melihatku lagi maka aku akan pergi dari sini". Mateo kemudian berbalik dan ingin berjalan pergi.
Mia yang melihat ini pun panik dan berkata dengan cepat."Tunggu, aku tidak takut dengan wajahmu, aku hanya malu".
Mateo yang mendengar itu langsung tersenyum dan berbalik."Aku hanya bercanda". Mateo kemudian memeluk Mia dengan lembut.
"Benci". Mia berkata dengan manja sambil memukul dada Mateo.
Mateo kemudian berkata."Baiklah, aku akan pergi ke Guild dulu untuk menyerahkan bukti bahwa misiku sudah sukses".
Mateo kemudian pergi menuju ke Guild untuk menyerahkan bukti bahwa dia telah menyelesaikan misinya.
Setelah sampai di Guild, dia kemudian menyerahkan 100 telinga Orc kepada Anne.
"Kau menyelesaikan misimu dengan sangat cepat ya". Anne berkata sambil menyerahkan sekantong koin emas.
"Terima kasih". Mateo berkata sambil menuju keluar dari Guild.
Mateo kemudian berjalan menuju ke toko pedagang Andrew untuk menjual semua tubuh Orc yang di dapatkannya.
Setelah sampai dia melihat Andrew sedang melakukan bisnis dengan seseorang, dan dia menunggu hingga selesai.
Setelah Andrew dan orang itu selesai membicarakan bisnis, Mateo kemudian mendekat dan berkata."Tuan Andrew, aku kesini ingin menjual semua Orc ini".
Mateo kemudian mengeluarkan semua tubuh Orc dari Space Ring nya.
__ADS_1
"Hmm, ini lumayan banyak dan kualitasnya juga bagus". Andrew berkata sambil mencek semua tubuh orc.
"Bagaimana dengan 200 koin emas?". Tambahnya.
"Baiklah". Mateo berkata dengan singkat.
Andrew kemudian berkata."Mana kartu yang kemarin kuberikan padamu?".
Mateo kemudian mengeluarkankan kartunya dari kantongnya dan menyerahkannya kepada Andrew."Ini".
Andrew kemudian mentransfer 200 koin emas ke kartu Mateo dengan sihirnya.
Kemudian dia mengembalikannya kepada Mateo."Ini, aku sudah menambahkan 200 koin emas ke dalam kartumu".
"Hmm, sungguh simple sekali". Mateo berpikir dalam hati.
Mateo kemudian mengambil kartu itu dan menyimpannya kembali.
"Terima kasih". Mateo berkata dengan sambil keluar dari toko Andrew.
Dia kemudian pergi ke penginapan Bunga milik Mia untuk beristirahat.
Setelah sampai di penginapan Mateo langsung pergi mandi, dan setelah selesai mandi dia memakai pakainnya dan pergi ke ruang tengah untuk makan bersama.
.....
Setelah selesai makan semua orang pergi ke kamar masing masing dan tidur.
Mateo yang sedang berbaring di kamarnya tiba tiba mendengar ketukan di pintu.
*Tok tok*
Dia kemudian mendekat ke pintu itu dan membukanya, di luar dia melihat Mia yang mengenakan baju tidur.
"Kurasa kamu sudah tidak sabar untuk bermain". Mateo berkata dengan menggoda.
Dia kemudian menarik Mia masuk ke dalam kamarnya dan dia langsung membaringkan Mia di ranjang dan mereka pun bercinta dengan puas.
__ADS_1
Setelah beberapa saat Mateo sudah tidak bisa menahan cairannya lagi untuk tidak keluar, dia pun mengeluarkannya di dalam Mia, mereka yang lelah setelah bercinta pun langsung tertidur dengan pulas.