Return Great Magician(Dropped)

Return Great Magician(Dropped)
Pertarungan Tyr


__ADS_3

Bab 82


Setelah lonceng berbunyi, Tyr langsung menyerang Scarface dengan tinjunya.


*Swosh* *Swosh* *Swosh*


Scarface berhasil menghindarinya dengan mudah, kemudian dia berkata dengan sini. "Apakah hanya ini kemampuanmu?".


"Jika hanya ini saja, itu berarti aku yang menilaimu terlalu tinggi". Scarface berkata dengan dingin.


*Bam*


Scarface menyerang balik Tyr dengan tinjunya hingga membuat Tyr terpental ke belakang.


Tyr berdiri dengan cepat dan berkata dalam hatinya. 'Seperti yang di harapkan, dia lawan yang kuat'.


"Itu tadi baru pemanasan, sekarang aku akan mulai serius". Tyr berkata dan melancarkan serangannya.


*Swosh* *Swosh*


Pukulannya kembali berhasil dihindari oleh Scarface dengan mudah. Scarface kemudian menyerang balik Tyr dengan tinjunya.


*Swosh*


Namun Tyr berhasil menghindarinya. "Aku tidak akan terkena pukulanmu untuk yang kedua kalinya".


Scarface kembali melayangkan tinjunya ke arah Tyr, Namun lagi lagi Tyr berhasil menghindarinya dengan mudah.


Scarface menjadi sedikit kesal dan menyerang Tyr dengan marah. Dia mulai menggunakan Sihirnya.


Sihir Besi : Tangan Besi!


Tangan Scarface mulai dilapisi oleh besi hitam yang terlihat sangat kuat.


Dia kemudian melayangkan tinjunya ke arah Tyr dengan sangat kuat.


Namun Tyr tidak tinggal diam saja dengan itu, Dia juga mulai menggunakan Sihirnya.


Sihir Api : Tangan Api!


Api mulai menyelimuti tangan Tyr hingga seluruh tangannya berubah menjadi api yang sangat panas.


Tyr juga melayangkan tinjunya ke arah Scarface dan mereka beradu mulai beradu tinju.


*Bam* *Swosh*


Bunyi dari hantaman antara dua tinju terdengar sangat keras, bahkan penonton yang bisa mendengarnya.


Angin yang sangat panas juga berhembus akibat bentrokkan tinju mereka berdua.

__ADS_1


"Sial, aku berada paling depan dan merasakan efeknya dengan sangat jelas"


"Aku juga merasakannya, tidak kusangka anak baru ini akan sangat kuat"


Penonton yang berada di depan mulai mengeluh karena merasakan efek dari bentrokan Tyr dan Scarface.


Sementara di atas panggung Tyr dan Scarface saling memuji.


"Tidak kusangka kau akan mengadu tinjumu denganku, anak baru"


"Hahaha, tentu saja aku akan melakukannya"


Mereka berdua kemudian mundur beberapa langkah ke belakang, dan saling mengamati masing masing.


Besi yang ada di tangan Scarface meleleh akibat panasnya api milik Tyr.


'Tidak kusangka Sihir Besiku dibuat meleleh olehnya'. Pikir Scarface


Api di tangan Tyr juga sudah padam dan dia memandangi tangannya.


'Ternyata tanganku berdarah akibat benturan dengan besi itu'. Pikir Tyr


Dari kejauhan ada beberapa anak muda yang menonton pertarungan antara Tyr dan Scarface.


Kemudian seorang pria yang berpenampilan feminim bertanya kepada pria yang mempunyai badan besar.


"Bagaimana menurutmu anak baru itu?"


Pria feminim itu mengangguk. "Begitu, tapi menurutku dia belum mengeluarkan semua kemampuannya"


"Kuharap dia sangat kuat, dan aku akan dengan senang hati menunggunya mengambil posisiku di Top 10 Daftar Bintang". Pria besar itu berkata dengan santai.


Pria feminim itu kemudian melihat sekelilingnya dan berkata. "Ngomong ngomong apakah hanya ada kita berlima di sini?".


"Memang apa yang kau harapkan? Top 5 Daftar Bintang jarang muncul dalam pertarungan seperti ini, kecuali jika itu pertarungan antara Top 10". Seorang wanita cantik menanggapi pemuda feminim itu.


"Aku hanya ingin melihat wajah mereka, sudah lama aku tidak bertemu dengan mereka". Pemuda feminim itu tersenyum.


Mereka kemudian kembali melanjutkan menonton pertarungan Tyr dan Scarface.


Di atas panggung pertarungan Tyr dan Scarface kembali saling serang dengan kecepatan tinggi.


*Bam* *Bam* *Bam* *Bam* *Bam*


Tinju mereka terus berbenturan dengan sangat kuat hingga angin terus berhembus dengan kencang.


"PUKULAN PENGHANCUR GUNUNG"


"PUKULAN API PEMBAKAR SEGALANYA"

__ADS_1


*Bam*


Tinju mereka kembali berbenturan, kali ini efeknya lebih dari benturan pertama mereka.


Angin berhembus dengan sangat kencang dan sangat panas hingga membuat dedaunan menjadi layu seketika.


Tubuh Tyr dan Scarface terlindung oleh debu yang terbentuk akibat benturan mereka.


*Swuuush* *Gubrak*


Tiba tiba seseorang terpental keluar dari debu itu hingga menabrak dinding yang ada di luar panggung pertarungan.


Dinding itu langsung roboh seketika dan menimbun orang yang terpental itu.


"Sial, siapa yang menang? aku tidak bisa melihatnya"


"Iya, aku juga penasaran siapa pemenangnya"


"Aku rasa itu adalah Scarface, aku tidak yakin jika anak baru itu yang akan menang"


Para penonton mulai berspekulasi tentang siapa yang memenangkan pertarungan.


Di kejauhan pria besar yang berada di Top 10 Daftar Bintang kembali ke tempatnya dan berkata. "Pemenangnya sudah dapat dipastikan".


"Ternyata dia cukup hebat, kuharap dia akan bertemu denganmu secepatnya". Pria feminim itu juga mengikutinya.


Mereka berlima pergi meninggalkan tempat mereka menonton dan kembali ke tempat masing masing.


"Kuharap kau tidak mengecewakanku". Pria besar itu bergumam dan tersenyum.


Di panggung pertarungan, debu mulai menghilang. Dan sosok yang tampan terlihat dari dalam debu itu.


Wasit kemudian mengumumkan pemenang pertarungan.


"Pemenang pertarungan kali ini adalah Tyr murid tahun pertama"


"Dan dia akan menduduki posisi No. 50 dalam Daftar Bintang"


Mendengar itu penonton merasa tidak percaya dan saling berkata dengan kaget.


"Apa? anak tahun baru itu ternyata yang menang?"


"Tidak kusangka dia bisa mengalahkan Scarface"


"Sepertinya nanti akan banyak anak anak baru yang akan menantang para Daftar Bintang karena termotivasi olehnya"


Wasit kemudian memberikan sebuah lencana kepada Tyr. "Lencana ini adalah bukti bahwa kamu termasuk dalam Daftar Bintang".


"Terima Kasih". Tyr menerimanya dan kembali ke kelasnya.

__ADS_1


Wasit itu kemudian menyuruh Tim penyembuh Akademi untuk menyembuhkan luka Scarface yang sedang pingsan.


__ADS_2