Return Great Magician(Dropped)

Return Great Magician(Dropped)
Cornelius Manor


__ADS_3

Bab 14


Beberapa hari telah berlalu sejak Mateo di nobatkan sebagai Dragon Slayer.


Hari ini, Seorang pelayan dari Istana Kerajaan datang ke penginapan Mateo untuk menyerahkan kunci rumah yang di berikan oleh Raja kepadanya.


Pelayan itu juga membawa Mateo ke rumah baru tersebut, Mateo pun mengikutinya bersama dengan Milia dan Aura.


Setelah beberapa saat mereka akhirnya sampai di sebuah rumah yang sangat besar dan mewah, halamannya juga sangat luas.


Pelayan itu kemudian berkata."Tuan Mateo, mulai sekarang rumah ini akan menjadi milik anda".


"Kalau begitu aku akan pergi dulu". Tambahnya.


"Baiklah, terima kasih karena telah mengantarkanku". Mateo berkata dengan sopan.


Pelayan itu kemudian pergi meninggalkan Mateo di rumah barunya.


Mateo kemudian memasukki rumahnya dan dia kagum dengan keindahan desain rumahnya.


Mateo kemudian memberikan nama runah barunya tersebut."Mulai sekarang rumah ini akan disebut dengan Cornelius Manor".


"Wow tuan, rumah ini sangat mewah". Aura berkata sambil melihat lihat sekelilinya dengan gembira.


"Menurutku ini biasa saja". Milia berkata dengan santai.


Kemudian Mateo memilih kamar untuk dirinya sendiri, Mateo juga mempersilahkan Milia dan Aura untuk memilih kamar mereka.


Di dalam Kamarnya, Mateo sedang menggunakan kesadarannya untuk melihat apa yang sedang di lakukan oleh bawahan Pangeran Hansen.


Setelah berhasil mengirimkan kesadarannya kepada bawahan Hansen, dia melihat pria itu sedang menyiksa seseorang.


Mateo kemudian memanggil Milia kekamarnya.


"Aku punya tugas untukmu".Mateo berkata.


"Aku yakin kamu bisa melakukannya dengan mudah". Tambahnya.


"Tugas apa yang akan kau berikan padaku?". Milia bertanya.


"Aku ingin kamu untuk membunuh seseorang untukku". Mateo berkata dengan santai.


"Membunuh? siapa yang ingin kamu bunuh?". Milia bertanya lagi.


Mateo kemudian memberitahukan siapa orang itu dan dimana lokasinga sekarang, setelah itu Milia langsung pergi untuk melakukan tugasnya.

__ADS_1


.....


Di ruangan yang sepi, hanya ada dua orang di dalamnya yang satu adalah bawahan pangeran Hansen, yang satunya lagi adalah penjaga yang mengantarkan anak anak pulang kemarin.


"Katakan padaku siapa yang telah mengantar anak itu kepadamu?. Pria itu berkata dengan marah.


"A-aku tidak tau, orang itu menutup wajahnya dengan kain."Penjaga itu berkata dengan gugup.


*Cetas*


"Aaagghh"


Pria itu memukul penjaga dengan cambuknya, penjaga itu pun mebjerit kesakitan.


"Sudah kubilang jangan berbohong kepadaku, atau aku akan memukulmu lagi". Pria itu semakin marah.


"A-aku bersu-sumpah bahwa a-aku tidak tahu". Penjaga itu berkata dengan terpatah patah.


Pria itu ingin mencambuknya kembai, namun dia mendengar suara seseorang dari belakangnya.


"Apakah kamu bawahan dari pangeran Hansen?". Suara itu bertanya.


"Apa maksudmu? dan siapa kau?". Teriak pria itu.


"Keluar kau sekarang juga". Teriak pria itu.


Seorang Elf cantik kemudian keluar dari gelap dan mendekati pria itu, Elf itu adalah Milia.


"Ck, hanya seorang wanita Elf, aku akan membuatmu melayaniku karena telah berani menggangguku". Pria itu berkata dengan arogan.


"Kurasa kau harus mengubur khayalanmu itu bersama dengan tubuhmu, karena kedatanganku kali ini adalah untuk membunuhmu". Milia berkata.


"Gadis yang sangat ganas, aku suka gadis ganas sepertimu, karena teriakkannya saat diranjang akan terdengar keras, Hahahaha". Pria itu tertawa dengan keras.


Milia yang mendengar itu langsung mengeluarkan pisaunya dan mengarahkannya ke pria itu.


Milia kemudian menyerangnya dengan kecepatan penuhnya.


*Cling*


Pria itu berhasil menangkisnya dengan pisaunya.


Pertarungan yang hebat pun terjadi di tempat itu, Milia dan pria itu sama sama mempunyai gerakkan yang cepat.


Tembok tembok di ruangan itu pun hancur akibat dari pertarungan mereka.

__ADS_1


Milia terus menyerang pria itu dengan membabi buta.


"Sialan, gadis ini ternyata sangat kuat". Pria itu berkata dengan lemah.


"Kau baru menyadarinya bahwa aku sangat kuat?. Milia berkata sambil tersenyum dan terus menyerang.


Pria itu terpojok, pria itu kemudian berkata."Sepertinya aku harus menggunakan kartu truf ku".


Pria itu kemudian berubah menjadi sosok yang mengerikan, sosok itu mempunyai sayap, ekor seperti harimau, tangannya seperti tangan Orc, kakinya tetap seperti manusia.


"Tidak kuduga ternyata dia adalah Chimera". Milia berkata dengan kaget.


Makhluk itu kemudian menyerang Milia, dan berhasil memukul mundur Milia.


Milia yang terkena pukulan itu langsung terpental jauh hingga mengenai tembok.


*Uhuk*


Milia mengeluarkan darah dari mulutnya akibat luka yang di terimanya.


Makhluk itu kemudian ingin menyerang Milia kembali, namun Milia dengan cepat menghindarinya.


Pukulan makhluk itu mengenai tembok bekas Milia bersandar tadi, tembok itu pun langsung hancur berkeping keping.


"Makhluk sepertimu memang kuat, tapi aku jauh lebih kuat darimu". Milia berkata sambil melancarkan serangan ke arah makhluk itu.


Milia terus menyerang makhluk itu dengan pisaunya, dia berhasil melukai makhluk itu.


Makhluk itu sudah terluka parah dan tidak bisa bergerak lagi.


Akhirnya Milia mengerahkan semua kekuatannya untuk menyerang makhluk itu.


Milia menggunakan kecepatan penuhnya dan menyerang makhluk itu.


Tiba tiba tubuh Milia menghilang dari tempatnya berdiri tadi, dan dia langsung muncul di hadapan makhluk itu, dia kemudian menusuk jantung makhluk itu dengan pisaunya.


Seketika makhluk itu langsung mati seketika.


Milia kemudian berkata."Sebaiknya di kehidupan selanjutnya kau mengikuti orang yang benar".


Milia kemudian membebaskan penjaga itu, dia juga memberitahunya untuk merahasiakan kejadian tadi, atau dia sendiri yang akan datang membunuhnya.


Mendengar itu si penjaga hanya bisa mengangguk dengan patuh karena dia sangat takut.


Setelah itu Milia pergi dari tempat itu dan menuju ke Cornelius Manor.

__ADS_1


__ADS_2