
Bab 84
Mateo kemudian duduk di sebelah Olive dan berkata. "Biar aku praktekan padamu apa itu teman menghangatkan ranjang, Pertama kita akan berciuman".
"Berciuman? seperti apa itu". Olive bertanya dengan bingung.
Mateo langsung mencium bibir Olive tanpa tanpa pikir panjang dan menghisap bibirnya dengan rakus.
"Cyyuuup"
Mateo menghisap bibir Olive dengan keras hingga mengeluarkan suara yang nyaring.
Setelah beberapa saat Mateo melepaskan bibir Olive dan berkata dengan santai. "Itulah yang namanya ciuman".
"Hah hah". Olive kehabisan napasnya.
"Jadi seperti itu yang namanya ciuman". Olive mengangguk mengerti.
"Sekarang apa yang harus kita lakukan lagi?". Olive bertanya dengan wajah polos.
"Sekarang kamu lepaskan pakaianmu". Mateo menjawabnya dengan santai.
"APA?". Olive terkejut.
"T.. tapi kudengar dari Elf wanita yang sudah dewasa, kita tidak boleh melepaskan pakaian didepan orang lain". Olive berkata dengan takut dan memeluk tubuhnya sendiri.
"Jadi begitu". Mateo mengangguk.
Kemudian dia menjelaskan. "Mungkin maksud mereka adalah kamu harus membukanya didepan orang yang penting bagimu".
"Iya, itulah yang mereka katakan". Olive menjawabnya dengan antusias.
'Hwehwe, ini dia'. pikir Mateo dengan cabul.
"Dan orang penting itu adalah aku, jadi kamu hanya boleh membukanya di depanku atau dengan seizinku". Mateo berkata dengan serius.
"B.. benarkah?". Olive bertanya dengan ragu.
'Sepertinya ada yang salah dengan ini'. Pikir Olive.
"Tentu saja benar". Mateo mengangguk.
"Apa yang dikatakan oleh Mateo itu memang benar, aku juga hanya melepaskan pakaianku di depannya". Milia yang berdiri di dekat mereka menambahkan.
"B.. baiklah jika Tuan Putri bilang begitu". Olive mengangguk dan mulai melepaskan pakaiannya.
__ADS_1
Setelah pakaian Olive sudah terlepas semuanya. Mateo melihat tubuh yang mulus dan sangat indah.
"Woah luar biasa sekali, ini adalah tubuh yang sangat indah". Puji Mateo.
Kemudian dia memengang Melon Olive. "Lihatlah ceri yang masuk ke dalam ini, ini adalah pertama kali aku melihatnya".
Mateo kemudian memasukkan jarinya dan menarik cerinya keluar.
"Ahh"
Olive merngerang kenikmatan ketika Mateo mengeluarkan cerinya. Kemudian Mateo menghisapnya dengan rakus.
Mateo memegangi Melon Olive dengan tangan kananya, dan memasukkan jari tangan kanannya ke mulut Olive.
"Hisaplah jariku ini"
Olive menghisap jari Mateo dengan amatir, karena ini adalah pertama kalinya untuk Olive, jadi dia tidak tau bagaimana cara melakukannya.
Milia yang melihat itu juga tidak tinggal diam, dia kemudian menghisap Melon Olive bagian yang lain.
Hisapan Mateo dan Milia membuat Olive merasakan perasaan aneh. "A.. ada sesuatu yang keluar dari bagian bawahku, a.. apa itu?".
Mateo melepaskan hisapannya dan menjawab. "Tenang saja, itu normal".
Mateo kemudian menyosor ke bawah dan menjilati goa basah Olive.
"Tenang saja, tidak apa apa". Mateo berkata dengan santai dan kembali menjilatinya.
"Ahh, aku merasakan sesuatu yang sangat nikmat". Olive mengerang.
"Itu adalah reaksi yang normal". Milia menjawabnya.
Saat Mateo sedang mengajarkan Olive tentang Teman Menghangatkan Ranjang, tiba tiba seseorang mengetuk pintu kamar Milia.
*Tok* *Tok* *Tok*
"Milia, apakah kamu ada didalam?". Suara David terdengar dari luar.
"Sepertinya Ayahku ingin berbicara denganku". Milia berkata dengan nada sedikit kesal.
"Temuilah dia dulu, aku sendiri yang akan mengajarkan Olive". Mateo berkata dengan santai.
Milia kemudian menjawab panggilan David dan berjalan ke pintu. "Tunggu sebentar".
Milia membuka pintu dan langsung keluar dan menutupnya kembali dengan cepat. dia takut jika ayahnya melihat apa yang terjadi di dalam, mungkin dia akan sangat marah.
__ADS_1
"Ada apa Ayah?". Milia bertanya dengan bingung.
"Tidak apa apa, Ayah hanya ingin menghabiskan waktu denganmu, sudah lama Ayah tidak bertemu denganmu". David berkata dengan bahagia.
"Baiklah, aku akan ikut denganmu". Milia mengangguk.
Kemudian mereka pergi menjauh dari kamar Milia.
Sementara itu di dalam Kamar, Mateo sudah siap memasukkan adick kecilnya ke dalam goa basah milik Olive.
"Apakah kamu siap?". Mateo bertanya sambil menggosok adick kecilnya.
Olive mengangguk dengan sedikit takut.
Mateo kemudian langsung memasukkan adick kecilnya ke dalam goa Olive dengan perlahan.
"Agghh". Olive menjerit kesakitan.
Darah keluar dari goa Olive yang basah dan membuat adick kecil Mateo di selimuti oleh darahnya.
Mateo berhenti sejenak untuk membuat rasa sakit Olive menghilang.
Setelah sekitar 5 menit, Mateo mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur dengan pelan.
"Ahh, ini terasa sangat nikmat sekali". Olive menjerit dengan bahagia.
Mateo akhirnya menggerakan pinggulnya dengan sangat cepat hingga membuat Olive menjerit lebih keras.
Olive menampilkan wajah Ahegao yang luar biasa dan juga menjulurkan lidahnya karena rasa nikmat yang luar biasa.
*Splurt*
Goa Olive menyemprotkan jus cinta yang sangat banyak, Meski begitu Mateo tetap menggerakan pinggulnya dengan cepat.
Setelah beberapa jam Mateo menembakkan bebannya ke seluruh tubuh Olive.
*Splurt*
Tubuh Olive di selimuti oleh susu kental rasa pandan yang sangat banyak.
Olive langsung pingsan karena kenikmatan yang luar biasa.
"Hmm, ini luar biasa, dalam satu hari aku sudah mengambil dua keperawanan Elf". Mateo bergumam.
"Sepertinya besok aku akan bercinta dengan semua wanita yang ada di hutan ini, dan mengadakan pesta yang luar biasa". Mateo berkata dengan senyum di wajahnya.
__ADS_1
Kemudian dia juga berbaring Karena lelah. dan hari juga sudah malam, Mateo pun tidur di sebelah Olive yang pingsan karena kenikmatan.