Return Great Magician(Dropped)

Return Great Magician(Dropped)
kematian Mateo?


__ADS_3

Bab 60


Beberapa waktu kemudian Antonio dan yang lainnya tersadar di sebuah kamar, kemudian seorang prajurit masuk membawakan makanan untuk mereka.


"Bos, kalian sudah sadar". prajurit itu berkata dengan gembira.


Milia kemudian mengajukan pertanyaan. "Dimana ini? apa yang terjadi dengan Albert?".


Prajurit itu menggelengkan kepalanya. "Kami juga tidak tau, begitu kami tiba di tempat itu. Kami melihat kalian semua sudah tak sadarkan diri, dan Albert tidak ada di sana".


"Aneh, apakah dia melepaskan kita begitu saja?". Milia bergumam.


"Jangan terlalu memikirkannya dulu, lebih baik kita beristirahat untuk menyembuhkan luka kita". Selena berkata.


"Kami juga membebaskan semua tahanan yang ada di penjara Kerajaan ini, dan ada seorang Elf pria yang mempunyai rambut sama seperti Nona Silia". Parajurit itu berkata.


Milia yang mendengar itu langsung bertanya dengan cepat. "Dimana dia?".


Ketika Milia bertanya, tiba tiba pintu terbuka dan seorang Elf berambut perak masuk.


Ketika Milia melihat orang itu, dia langsung menangis dan mencoba menghampiri orang itu.


"Jangan bergerak dulu, kamu harus beristirahat dengan baik". Orang itu menghampiri Milia.


"Ayah". Milia memeluknya sambil menangis.


"Syukurlah kamu baik baik saja". Tambahnya.


Orang itu adalah David, David juga memeluk Milia dengan lembut. "Sudah jangan menangis lagi, sekarang ayah ada disini dan baik baik saja".


"Ehm"


Elena kemudian menyapa David dengan sopan. "Yang Mulia, lama tidak bertemu".


David mengangguk. "Ya, sudah sekitar 70 tahun kita tidak bertemu, aku tidak menyangka kamu akan bersama dengan putriku".


"Saya juga kebetulan bertemu dengan Tuan Putri". Elena berkata dengan sopan.


David kemudian mengangguk pada Selena dan Antonio. "Terima kasih karena telah memperlakukan putriku dengan baik".


Antonio menggelengkan kepalanya. "Tidak, anda seharusnya berterima kasih kepada Raja saya".


"Raja mu?". David bertanya dengan bingung.


Milia kemudian menjelaskan semuanya kepada David.

__ADS_1


.....


Sementara itu di sisi lain, Mateo saat ini sedang berada di hutan untuk menuju kembali ke Kerajaan Cornelius.


Namun dia di hadang oleh seseorang yang mengenakan topeng. "Apakah kamu Grim Reaper?".


Mateo hanya diam tidak menjawabnya, melihat itu orang bertopeng itu berkata dengan marah. "Melihat dari ekspresimu yang diam saja sepertinya benar".


Orang itu adalah Kemarahan, pemimpin dari Organisasi pembunuh bayaran Ekspresi.


"Apa yang kau mau?". Mateo kemudian bertanya.


"Aku ke sini untuk membalaskan dendam temanku". Kemarahan berkata.


Mateo kemudian mencoba mengingat sesuatu, lalu dia bertanya. "Apakah itu orang yang juga menggunakan topeng?".


"Ya, kau yang membunuhnya kan". Kemarahan menggeram.


"Ya, aku yang membunuhnya". Mateo menjawab dengan santai.


Mendengar itu Kemarahan langsung menjadi sangat marah dan menyerang Mateo. "AKU AKAN MEMBUNUHMU".


*Swosh*


Dia bergerak dengan cepat ke arah Mateo, kemudian dia menebaskan pedangnya ke Mateo.


*Slash*


Namun Kemarahan juga menghindarinya, mereka saling bertukar serangan dengan kecepatan penuh.


Pohon pohon yang ada di sekitar mereka tumbang karena efek pertarungan mereka, akhirnya Kemarahan berhasil melukai tubuh Mateo.


"Arrggh"


Mateo menjerit kesakitan karena luka yang di deritanya.


"Apakah hanya itu kemampuanmu?". Kemarahan mengejeknya.


Mendengar itu Mateo langsung melancarkan serangannya kepada Kemaran.


*Buk*


Tinjunya berhasil mengenai wajah Kemarahan hingga membuatnya terpental.


Kemarahan yang terkena serangan itu menjadi sangat kesal, dan menyerang Mateo dengan kecepatan penuhnya.

__ADS_1


*Swosh*


Dia dengan cepat muncul di depan Mateo dan langsung menebaskan pedangnya.


*Slash*


Pedang itu berhasil mengenai dada Mateo dan menyebabkan Mateo menjadi sekarat.


Mateo masih terluka parah akibat pertarungannya dengan Albert, dan sekarang dia harus bertarung melawan Kemarahan.


Mateo kemudian menggunakan semua [Mana] yang tersisa di tubuhnya dan menggunakan sihirnya.


Black Magic : Dark Sword Slash!


Pedang hitam muncul di tangan Mateo, dan kemudian dia menebaskannya ke arah Kemarahan.


*Slash*


Tebasan pedang yang sangat hitam pekat menuju ke arah Kemarahan, Kemarahan ingin menghindari serangan itu.


Namun dia tidak bisa menghindarinya karena terlalu cepat, akhirnya itu berhasil mengenainya.


"Argghh"


Kemarahan menjerti dengan sangat keras. Dia terluka sangat parah akibat dari serangan itu.


Mateo sudah tidak bisa bergerak lagi setelah melakukan serangannya, karena dia sudah tidak mempunyai tenaga lagi.


Kemarahan kemudian memaksakan untuk menyerang Mateo dengan serangan terkuatnya.


Shadow Move : Instant kill!


Tubuh Kemarahan menghilang dan muncul 3 bayangan menuju Mateo dengan cepat dan langsung menusukan pedangnya.


*Syut*


Serangan ketiga bayangan itu langsung menusuk jantung Mateo, hingga Mateo tidak bergerak lagi.


Setelah Mateo tidak bergerak lagi, ketiga bayangan itu menghilang dan tubuh Kemarahan muncul kembali.


Kemudian Kemarahan menghampiri Mateo dengan tertatih tatih karena dia sudah sangat lemah.


Dia memeriksa tubuh Mateo, setelah merasakan Mateo sudah mati dia bergumam. "Sekarang aku sudah membalaskan dendam temanku".


Lalu dia melihat ada pedang yang sangat bagus di pinggang Mateo, dia langsung mengambilnya. "Sepertinya ini sangat mahal jika di jual".

__ADS_1


Dia langsung membawanya pergi dan meninggalkan mayat Mateo.


__ADS_2