
Bab 69
Di suatu kamar di Istana Kerajaan Cornelius, Saat ini banyak wanita yang sedang berkumpul.
Kamar itu adalah Kamar Harem Mateo dan tentu saja wanita yang berkumpul itu adalah Wanita wanita Mateo.
"Bagaimana kehamilan kalian?". Silia bertanya kepada Vanessa, Charlotte, Anggie, dan Layla.
"Aku tidak merasakan sakit sama sekali". Vanessa menjawab sambil tersenyum.
Layla dan yang lainnya mengangguk. "Ya, kami merasa sangat baik".
"Sykurlah"
"Tapi aku belum melakukannya untuk beberapa waktu ini". Vanessa berkata sambil membelai tubuhnya.
Silia mengangkat alisnya. "Oh, apakah Mateo tidak pergi ke kamarmu?".
Vanessa menggelengkan kepalanya. "Tidak, dia sering ke kamarku, tapi aku merasa takut melakukannya, aku takut itu akan mengganggu kandunganku".
"Fufu, tenang saja, aku juga sering melakukannya saat aku mengandung Tyr dulu". Silia berkata sambil tertawa.
"Ya, aku juga sering melakukannya". Mia juga menambahkan.
Vanessa kemudian berkata dengan sedikit khawatir. "T.. tapi sekarang aku sudah tua, jadi kurasa itu akan berbahaya".
"Tenang saja, lakukanlah dengan pelan". Silia berkata dengan santai.
"Bagaimana kalau kita mencobanya dulu?". Mia mengusulkan.
"Mencobanya? bagaimana?". Vanessa bertanya dengan bingung.
Mia kemudian tertawa dan berkata. "Fufu, tentu saja dengan kita semua saling menyentuh".
__ADS_1
"Itu ide yang bagus". Silia berkata sambil tersenyum.
Akhirnya mereka semua sepakat untuk melakukannya bersama.
Mia dan Silia kemudian meletakan Diana dan juga Tyr yang ada dipelukan mereka ke sebuah tempat tidur kecil.
Silia kemudian mendekati Vanessa dan mencium bibirnya dengan lembut, dia juga menyentuh bagian bawahnya dengan pelan.
Vanessa tidak bisa menahan erangannya setelah merasakan sentuhan dari Silia.
"Fufu, sepertinya bagian ini telah lama menganggur". Silia tertawa sambil terus menyentuh bagian bawah Vanessa.
Mia juga melakukan hal yang sama kepada Layla. Charlotte dan Anggie yang melihat itu langsung mendekati Vanessa dan Silia, mereka kemudian saling menyentuh tubuh satu sama lain.
Akhirnya mereka semua melepaskan pakaian masing masing. Perut Vanessa, Layla, Charlotte dan Anggie terlihat menonjol dengan seksi.
"Wow, lihatlah tonjolan ini, ini terlihat sangat menggairahkan". Silia berkata sambil mengelusnya.
"Ya, perut ini dapat membuat pria yang melihatnya menjadi liar". Mia juga menambahkan.
Mereka juga saling menjilat bagian bawah mereka satu sama lain dengan bentuk 69.
Setelah beberapa saat Vanessa menyemprotkan jus cinta ke wajah Silia. begitu juga Silia, dia juga menyemprotkan jus cinta ke wajah Vanessa.
Mia dan Layla juga melakukan hal yang sama dengan mereka. berbeda dengan Charlotte dan Anggie, mereka berdua sama sama kurang pengalaman jadi mereka hanya menonton sambil membelai tubuh mereka.
Mia kemudian mendekati Charlotte dan melakukan sesuatu seperti yang dilakukannya dengan Layla.
Silia juga melakukan hal yang sama kepada Anggie.
Sementara itu Vanessa dan Layla sudah berbaring kenikmatan karena ******* mereka.
Beberapa saat kemudian Charlotte dan Anggie akhirnya mencapai batas mereka.
__ADS_1
"Sepertinya mereka perlu di latih agar bisa bertahan lebih lama". Silia berkata sambil melihat Vanessa dan yang lainnya tepar.
Mia mengangguk. "Ya, kamu benar".
Kemudian Mia dan Silia juga saling berciuman dan saling menyentuh tubuh satu sama lain.
Mia dan Silia melakukan posisi 69 dan memasukkan jari masing masing ke dalam goa satu sama lain.
Mereka menggerakan tangan dengan sangat cepat, hingga akhirnya mereka berdua mengeluarkan jus cinta yang banyak.
Walau mereka mengeluarkan banyak jus cinta, namun mereka masih bisa melanjutkannya. Seperti yang diharapkan dari seorang yang sudah Pro.
Setelah beberapa Jam melakukannya dengan berbagai macam posisi, mereka berdua akhirnya mencapai batas.
Akhirnya mereka berdua terbaring dengan lemah sambil merasakan kenikmatan yang luar biasa.
"Wa wa"
Diana seakan bertanya kepada Tyr apa yang sedang ibu mereka lakukan.
"Gugu"
Tyr juga seakan menjawab bahwa dia tidak tau.
Silia tersenyum melihat tingkah Diana dan Tyr, dia kemudian berkata. "Suatu saat kalian akan melakukannya dengan orang yang kalian sukai".
Diana dan Tyr kemudian tertawa seakan mereka mengerti apa yang diucapkan Silia.
"Fufu, tapi Tyr hanya boleh memiliki satu wanita". Silia berkata sambil tersenyum.
Tyr bergerak seperti mengangguk seakan mematuhi apa yang ibunya katakan.
"Seperti yang diharapkan dari Putraku, dia mengerti apa yang aku katakan". Silia tersenyum.
__ADS_1
Kemudian dia memejamkan matanya dan tertidur dengan lelap.
Diana dan Tyr juga tertidur setelahnya, akhirnya kamar itu kembali menjadi sunyi lagi.