
Bab 56
Di Istana Kerajaan Sky High, Albert saat ini sedang mendengarkan laporan dari pelayannya.
"Yang Mulia, semua tentara yang kita kirim telah mati semuanya, dan sekarang Selena sedang menuju kesini". pelayan itu berkata dengan gugup.
"APA?". Albert langsung berdiri dari Singgasananya.
"Bajingan, mengapa Duran dan yang lainnya bisa di kalahkan?". Albert bertanya.
Pelayan itu menjawab dengan gugup."Kami juga tidak tau, karena tidak ada yang selamat dari sana".
"Sialan". Albert menggeram.
"Kau pergilah dari sini". Albert memerintahkan pelayannya pergi.
"Baik Yang Mulia". pelayan itu pergi dengan cepat.
'Bajingan, apa yang harus kulakukan?'. pikirnya.
Saat dia sedang berpikir dengan keras, seseorang masuk kedalam ruangannya,
Orang itu adalah Grim Reaper.
Grim Reaper langsung menghampiri Albert dan bertanya. "Apakah kamu Albert?".
Albert yang sedang berpikir keras menjadi sangat terkejut. "Siapa kau?".
Grim Reaper menjawabnya dengan suara berat. "Aku adalah mimpi burukmu".
Mendengar itu Albert langsung tertawa. "Hahaha, kau pikir kau siapa? aku akan membuatmu menyesali semua perkataanmu tadi".
Albert kemudian menghilang dari tempatnya dan muncul di belakang Grim Reaper.
Dia melayangkan tinjunya ke arah Grim Reaper.
*Bam*
Pukulannya berhasil mengenai Grim Reaper hingga membuat Grim Reaper terpental.
__ADS_1
*Buk*
Grim Reaper menabarak dinding ruangan itu, puing puing berjatuhan menindih tubuhnya.
Setelah berhasil memukul Grim Reaper, Albert langsung tertawa. "Hahaha, hanya dengan kekuatan seperti itu, kau adalah mimpi burukku? berkhayal".
Albert ingin menyuruh pelayan untuk membersihkan ruangannya, namun tiba tiba terdengar suara dari belakangnya.
"Ternyata kekuatanmu lumayan juga, lalu kenapa kau menyuruh pembunuh bayaran untuk membunuh lawanmu?".
Mendenger itu Albert terkejut dan berbalik, dia melihat Grim Reaper sedang membersihkan pakaiannya dari debu puing puing.
Kemudian dia berkata. "Tentu saja aku tidak ingin mengotori tanganku untuk membunuh semut".
Mendengar itu Grim Reaper mengangguk. "Jadi seperti itu, pemikiranmu sangat bagus, tapi jika itu aku, aku lebih baik mengotori tanganku sendiri untuk memastikan semut itu benar benar musnah".
"Karena tadi kau sudah menyerang, maka sekarang giliranku untuk menyerang". Grim Reaper langsung menghilang dari tempatnya.
*Swoosh*
Dia langsung muncul di sebelah Albert dan menebaskan Scythenya.
Tangan kiri Albert langsung terlepas.
"Arrggghhh"
Albert menjerit kesakitan karena tangannya terputus, dia berguling guling di lantai sambil menutupi luka akibat tangannya terlepas.
Setelah beberapa saat jeritan Albert berhenti, dan tangannya kembali tumbuh seperti semula.
Albert berdiri dan berkata dengan marah. "Bajingan, beraninya kau memotong tanganku".
Grim Reaper sedikit terkejut melihat tangan Albert tumbuh kembali, kemudian dia menjawab. "Bukankah tanganmu sudah tumbuh kembali?".
Albert sangat marah hingga urat kepalanya bermunculan. "Walaupun tubuhku bisa beregenerasi, tetap saja sakit yang kurasakan terasa luar biasa".
Grim Reaper kemudian terpikirkan sesuatu. 'Sepertinya aku akan mencoba menyiksanya'.
Albert yang sangat marah langsung menyerang Grim Reaper dengan membabi buta.
__ADS_1
Mereka bertarung dengan kecepatan yang sangat luar biasa, ruangan itu menjadi berantakan akibat pertarungan mereka.
Albert sangat kesal karena setiap serangan yang dilakukannya, dia tidak pernah berhasil mengenai Grim Reaper.
'Bajingan ini mempermainkanku'. Pikirnya
Albert mencoba untuk memprovokasi Grim Reaper. "Apakah kau hanya bisa terus menghindar?".
"Bukankah tadi aku sudah berhasil memotong salah satu tanganmu?". Grim Reaper berkata dengan santai.
Mendengar itu Albert menjadi semakin kesal, tangannya berubah menjadi tajam seperti pedang.
Kemudian dia menebaskan tangannya ke arah Grim Reaper.
*Clang*
Grim Reaper menangkisnya dengan Scythenya, dan mengakibatkan suara benturan yang keras.
Mereka kembali bertarung dengan kecepatan yang melebihi kecepatan yang baru saja mereka lakukan.
Puing puing di ruangan itu mulai berjatuhan akibat pertarungan mereka, tubuh mereka ditutupi oleh debu hingga pertarungan mereka tidak dapat terlihat.
Setelah beberapa saat, seseorang terpental dari dalam debu itu.
*Buk*
Orang itu menabrak dinding hingga mengeluarkan darah dari mulutnya, orang itu adalah Albert.
Grim Reaper menghampirinya dan mengangkat kepala Albert dan berkata. "Sepertinya kau sudah sangat lemah".
"Aku akan membuatmu bersemangat dengan memotong beberapa bagian tubuhmu". Tambahnya
Kemudian Grim Reaper memotong tangan Albert dengan pelan agar Albert merasakan sakit yang sangat luar biasa.
"Argghh"
Albert menjerit kesakitan. "Bajingan, bunuh saja aku, aku tidak ingin merasakan rasa sakit ini".
"Tenang saja, nanti kau akan mati setelah aku selesai bermain denganmu". Grim Reaper terus menyiksanya hingga Albert kehilangan kesadaran.
__ADS_1
Grim Reaper kemudian mengikat Albert yang tidak sadarkan diri, lalu dia menghilang dari tempatnya.