
Bab 104
Ketika Carmilla membuka matanya, dia terkejut menemukan seorang pria tampan sedang memandangnya sambil tersenyum, tentu saja pria itu Mateo.
"Siapa kau? bagaimana kau bisa ada dikamarku?".
"Bagaimana kamu bisa melupakanku? bukankah kita bercinta dengan sangat gila tadi malam?."
Carmilla mulai mengingat apa yang terjadi tadi malam, dan dia secara tidak sadar mulai merasakan kenikmatan mengalir ke seluruh tubuhnya.
Kemudian dia memandang goanya, dia sedikit terkejut karena goanya sedikit terluka.
Melihat Carmilla sudah mengingat semuanya, Mateo segera berkata. "Sekarang aku ingin kamu memberikan ramuan regenerasi itu padaku."
"Apa? apakah aku menjanjikan itu?." Carmilla bertanya dengan bingung.
Dia tidak terlalu mengingat apa yang terjadi tadi malam. Yang bisa diingatnya hanyalah saat dia bercinta bersama Mateo dengan gila.
Dia mengingat kalau dia menjerit dengan sangat keras. Dan Mateo juga menusuk goanya dengan sangat kasar hingga membuat goanya lecet.
"Karena kau tidak mengingatnya, maka aku akan mengingatkanmu." Mateo berkata sambil tersenyum.
Kemudian Mateo menjelaskan. "Tadi malam kamu berjanji akan memberikan ramuan regenerasi padaku, dan aku juga berjanji akan bercinta denganmu setiap kali kamu memerlukannya."
"Sekarang apakah kamu sudah ingat?."
Ketika Carmilla mendengar penjelasan dari Mateo, dia mulai mengingat kalau dia memang berjanji seperti itu tadi malam.
Dia menjanjikannya karena nafsunya sudah tidak bisa dibendung lagi dan akhirnya menyetujui permintaan Mateo.
"Tidak, aku tidak akan pernah memberikan ramuan itu pada siapapun."
"Oho, jadi kamu ingin mengingkari janjimu?." Mateo berkata dengan dingin.
"Bagaimana memang iya? aku tidak akan pernah memberikan ramuan itu pada siapapun."
Carmilla tetap bersikeras tidak mau menyerahkan ramuan regenerasi pada Mateo.
"Kalau begitu aku terpaksa harus menggunakan cara lain agar kau memberikannya."
__ADS_1
Sihir Kegelapan : Penjerat!
Tiba tiba tubuh Carmilla terikat oleh sihir kegelapan yang seperti tali.
"Heh, kau pikir ini bisa menahanku?."
Carmilla terkekeh dan tiba tiba pengikat di tubuhnya terlepas seketika. Mateo sedikit terkejut melihat itu dan berkata. "Tidak kusangka kau bisa lepas dengan mudah."
"Kau melakukan kesalahan besar karena menyerangku." Carmilla berkata dengan dingin.
*Swosh*
Carmilla menghilang dari tempatnya dan langsung muncul di belakang Mateo. Dia segera mengeluarkan cakarnya dan ingin mencabik cabik Mateo.
Namun Mateo dapat menghindarinya dengan mudah. Mateo langsung berada beberapa meter didepan Carmilla.
"Kau cukup cepat juga ternyata, tapi kecepatanmu masih kurang untuk bisa melukaiku." Mateo berkata sambil tersenyum meremehkan.
"Beraninya kau meremehkanku!."
Carmilla dengan marah menyerang ke arah Mateo. dia bergerak dengan sangat cepat dan langsung berada di depan Mateo.
Namun Mateo juga tidak kalah cepat, dia bergerak lebih cepat dari Carmilla dan langsung muncul di belakangnya. Mateo kemudian menampar pantatnya dengan keras.
Carmilla sangat marah dengan itu. Dia bergerak lebih cepat dari sebelumnya untuk menyerang Mateo.
*Sret*
Mateo bergerak sedikit terlambat dan cakar Carmilla mengenai wajahnya hingga tergores dan mengalami sedikit luka.
Mateo menyentuh pipinya yang tergores oleh cakar Carmilla dan dia menjadi sedikit kesal setelah wajahnya berdarah.
Carmilla menjilat darah Mateo yang ada di cakarnya. "Umm, darahmu terasa sangat luar biasa, aku ingin menghisapmu hingga kering."
Akhirnya mereka berdua saling serang dengan kecepatan penuh. Kamar Carmilla tidak bisa menahan kekuatan mereka berdua dan akhirnya langsung roboh.
Mateo dan Carmilla melanjutkan pertarungan mereka diluar dengan lebih intens.
Mateo berhasil memukul mundur Carmilla hingga dia terluka. Carmilla marah dengan itu dan menggunakan sihirnya untuk mengalahkan Mateo.
__ADS_1
Sihir Darah : Kutukan!
Carmilla melakukan seuatu terhadap darah Mateo yang ada di cakarnya. Seteleh beberapa saat Mateo merasakan perasaan sakit luar biasa menyerangnya.
"Ughh"
Dia memegangi dadanya sambil menahan rasa sakit yang luar biasa di dadanya. 'Sial, tidak kusangka wanita ini cukup kuat untuk membuatku terpojok.'
"Hehehe, sekarang kau tau kan dengan kehebatanku, memohon ampunlah dan aku akan memaafkan semua perlakuanmu tadi."
Carmilla sangat senang karena berhasil membuat orang yang membuatnya kesal terluka parah.
"Heh, kau pikir aku akan kalah denganmu? jangan terlalu berharap." Mateo berkata dengan ekspresi santai.
Mateo tetap memasang wajah yang santai seperti tidak terjadi apa apa padanya. Dia tidak ingin terlihat lemah di hadapan lawannya.
Sihir Kegelapan : Summon Hades!
Tiba tiba sebuah lingkaran gelap muncul di depan mereka berdua. Dari dalam lingkaran itu muncul seorang pria yang terlihat sangat mengerikan dengan wajah pucatnya.
Pria itu memandang Mateo dan bertanya dengan suara berat. "Tuan, apakah ada sesuatu yang bisa saya lakukan untuk anda?."
Mateo segera menujuk ke arah Carmilla. "Tangkap dia."
"Bakk Tuan."
Setelah itu Hades mengalihkan pandangannya ke arah Carmilla dan mengeluarkan niat membunuh yang sangat mengerikan.
'Sial, niat membunuh ini membuatku tidak bisa bergerak.'
Carmilla mencoba untuk melarikan diri dari pria yang ada di depannya. Namun dia tidak bisa karena penindasan yang dirasakannya sangat luar biasa.
Hades dengan mudah menangkap Carmilla dan menyerahkannya pada Mateo.
Mateo segera memandang Carmilla dan berkata dengan sinis. "Heh, sekarang kau tertangkap. Aku tadi terlalu meremehkanmu hingga akhirnya terkena sihir kutukanmu."
"Kau adalah lawan pertama yang membuatku terluka parah seperti ini, maka aku akan memberikan penghargaan padamu dengan menjadi budakku."
Mateo kemudian mengeluarkan Balisarda dan menebaskannya ke dada Carmilla. Setelah itu sihir kutukan yang menyerang Mateo berhenti dan Carmilla langsung tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Hades juga menghilang karena Mateo kehabisan Mana untuk mempertahankannya.
Setelah itu Mateo langsung membawa Carmilla yang tidak sadarkan diri ke Mansion tempat yang lainnya menunggu.