Return Great Magician(Dropped)

Return Great Magician(Dropped)
Tiba di Hutan Elf


__ADS_3

Bab 78


Setelah beberapa saat Guru wali kelas masuk ke kelas mereka.


Guru adalah seorang wanita yang terlihat galak dan berpernampilan seperti seorang preman.


Dia cantik dengan rambut hijau pendeknya, dan bibir seksi berwarna ungu.


Senua murid di kelas terdiam setelah guru itu masuk. mereka bingung dengan guru wali kelas mereka, mereka berbisik satu sama lain.


"Hey, siapa dia? apakah dia wali kelas kita?"


"Aku tidak tau, tapi sepertinya begitu"


"Tapi dia tidak terlihat seperti guru, namun dia terlihat seperti preman"


*Bam*


Guru itu menghantam meja dan membuat semua murid terdiam kembali.


Bell yang masih tidur terkejut dan bangun, lalu dia melihat ke depan dan melihat seorang wanita seperti preman berdiri di depan kelas.


"Apakah kita akan dimintai uang olehnya?". Bell bertanya sambil tetap melihat ke depan.


"Dia mungkin wali kelas". Thales menjawabnya dengan santai.


"Apa? apakah preman bisa menjadi guru?". Bell berkata dengan bingung.


"Siapa yang tau". Thales menanggapi dengan santai.


Guru itu kemudian berteriak kepada semua orang yang ada dikelas.


"Kalian para sampah Akademi, aku Carla yang akan menjadi wali kelas kalian mulai hari ini"


"Siapapun yang membuat masalah akan berurusan denganku, aku akan menghukumnya dengan berat"


"Itu saja yang aku sampaikan"


Kemudian Carla keluar dari ruang kelas dibawah tatapan bingung semua orang.


"Hanya itu yang dia katakan? sial, dia sudah membangunkan tidurku". Bell berkata dengan kesal.

__ADS_1


Kemudian dia kembali tidur lagi, Kelas kembali ribut seperti semula.


Sementara itu dikelas A juga sama, Wali kelas mereka adalah seorang pria tua berjanggut.


"Perhatian semuanya, aku Augusto yang akan menjadi wali kelas kalian, kuharap kalian semua dapat belajar dengan baik"


Augusto kemudian keluar dari ruang kelas setelah memberikan perkenalan.


Kemudian seorang wanita mendekati Diana dan bertanya. "Hey teman sekelas, perkenalkan aku Altina".


Diana menanggapinya dengan senyum di wajahnya. "Halo, aku Diana".


"Diana, apakah kamu berasal dari keluarga bangsawan di Wilayah tengah?". Altina bertanya.


"Apa yang membuatmu berpikir seperti itu". Diana balik bertanya.


"Karena kamu cukup kuat, kebanyakan orang di Wilayah Tengah adalah orang yang kuat". Altina menjawab.


Diana menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku bukan dari Wilayah Tengah".


"Bagaimana denganmu? apakah kamu dari Wilayah Tengah?". Diana bertanya.


"Aku juga bukan dari Wilayah Tengah, aku dari Barat". Altina menjawab sambil tersenyum.


Diana kemudian tersenyum dan menjawab. "Aku dari Wilayah Timur".


"Timur? bukankah Timur adalah wilayah paling lemah? tidak kusangka akan ada bakat sepertimu". Altina berkata dengan kagum.


"Wilayah paling lemah? apa maksudnya itu?". Diana bertanya dengan bingung.


Altina menggelengkan kepalanya. "Aku juga kurang tau, aku pernah mendengar itu dari Ayahku".


"Dari Keluarga Bangsawan mana kamu berasal?". Altina bertanya.


"Aku dari Kerajaan Cornelius". Diana menjawabnya dengan santai.


"Jadi kamu seorang Putri Kerajaan? tidak kusangka aku akan bertemu Putri lain di sini". Altina berkata dengan gembira.


"Bagaimana denganmu? apakah kamu juga dari Keluarga Kerajaan?". Diana bertanya dengan penasaran.


"Ya, aku juga dari keluarga Kerajaan, aku Putri pertama dari Kerajaan Bintang Barat". Altina menjawab dengan gembira.

__ADS_1


Kemudian Altina bertanya. "Apakah di Wilayah Timur memiliki rambut hitam?".


"Tidak, kurasa hanya keluargaku yang mempunyai rambut hitam". Diana menggelengkan kepalanya dan menjawab.


"Oh, jika begitu, berarti semua peserta yang rambut hitam kemarin adalah saudaramu?". Altina bertanya dengan penasaran.


"Iya". Diana menjawab dengan singkat.


"Luar biasa, saudara saudaramu sangat kuat". Altina berkata dengan kagum.


"Terima Kasih atas pujianmu". Diana tersenyum.


Altina kemudian meminta Diana untuk menceritakan tentang salah satu saudaranya.


"Ehem, bagaimana kalau kamu menceritakan tentang pemuda yang bernama Bell itu?"


"Bell? kenapa kamu ingin tau tentangnya?". Diana bertanya dengan bingung.


"Tidak apa apa, aku hanya ingin mendengar tentangnya". Wajah Altina sedikit memerah dan menggelengkan kepalanya.


"Baiklah". Diana mengangguk.


Kemudian dia menceritakan semua tentang Bell dari kecil hingga sekarang kepada Altina.


.....


Sementara itu di Wilayah Timur, Hutan Elf.


Di suatu tempat di hutan Elf, tepatnya di sebuah pohon yang sangat besar dan terlihat kuno.


Bagian dalam pohon itu terlihat seperti ruangan yang ada di rumah pada umumnya, dan didalamnya ada seorang wanita cantik dari suku Elf.


Wanita itu adalah leluhur Elf, Meskipun dia cantik. Namun usianya sudah sekitar 1000 tahun.


Wanita itu membuka matanya dan melihat ke luar hutan Elf dan bergumam. "Sepertinya ada kekuatan yang besar sedang menuju ke sini".


Leluhur Elf itu kemudian berdir dan membertahu semua suku Elf untuk bersiap siap menghadapi orang yang datang tersebut.


Sementara itu di luar hutan Elf, Mateo dan yang lainnya baru saja mendarat.


"Selamat datang di tempat kelahiranku". Milia berkata dengan gembira kepada Mateo.

__ADS_1


Dia kemudian membuka penghalang yang melindungi hutan dan mengajak Mateo dan yang lainnya untuk masuk.


__ADS_2