
Bab 83
Setelah pertarungan Tyr dan Scarface selesai, Thales dan Bell kembali ke kelas bersama.
Dalam perjalanan kembali ke kelas Thales bertanya kepada Bell. "Apakah kau juga tertarik untuk masuk Daftar Bintang?".
"Aku tidak terlalu tertarik, tapi sepertinya aku akan mencobanya nanti". Bell menjawab dengan santai.
.....
Sementara itu di Kelas A.
Tyr saat ini sedang beristirahat sambil memeriksa kondisi tangannya yang terluka akibat beradu tinju dengan Scarface.
'Sepertinya tangan kananku tidak bisa di gerakkan untuk sementara waktu'. Tyr berkata dalam hati.
Diana kemudian masuk ke kelas dan mendekatinya sambil bertanya dengan khawatir. "Bagaimana keadaanmu? apakah kau terluka?".
"Tidak apa apa, tanganku hanya mengalami sedikit cedera". Tyr menggelengkan kepalanya.
"Bukankah kau harus menyembuhkannya? ayo kita temui Liliana dan minta dia untuk menyembuhkanmu". Diana berkata dengan khawatir.
Tyr kemudian tersenyum. "Tenang saja kakak, paling beberapa hari juga luka ini akan sembuh".
"Tidak, kamu harus meminta Liliana untuk menyembuhkan lukamu". Diana tetap bersikeras.
"Baiklah, baiklah, aku akan melakukannya setelah selesai sekolah". Tyr hanya bisa pasrah dengan desakkan Diana.
"Tunggu saja, aku juga akan mendapatkan posisiku di Daftar Bintang". Leo yang baru masuk berkata dengan percaya diri.
"Dan kita akan kembali bertarung setelah masuk dalam Top 10 Daftar Bintang"
Tyr tertawa dengan bahagia. "Hahaha, aku menantikan hari itu tiba".
.....
Di hutan Elf, tempat tinggal Leluhur Elf.
Saat ini Mateo dan Melissa sedang terbaring dengan lemah di lantai. Beberapa saat kemudian Mateo terbangun.
Dia kemudian melihat ke arah Melissa yang masih terbaring dan diikat dengan rantai. 'Tak kusangka perawan tua ini menyukai permainan yang kasar, nanti aku akan bermain lebih kasar lagi'. pikirnya
Mateo berdiri dan mengenakan pakaiannya kembali, Melissa juga terbangun dan melihat Mateo yang sedang mengenakan pakaian.
Dia kemudian melepaskan ikatan rantai yang ada di tubuhnya dan mengenakan pakaian barunya karena pakaiannya yang lama di robek oleh Mateo.
__ADS_1
Setelah selesai berpakaian Mateo dan Melissa kembali duduk berhadapan.
"Jadi apa yang akan kau lakukan setelah ini?". Melissa bertanya.
Mateo kemudian menjawabnya dengan santai. "Apalagi yang bisa kulakukan? tentu saja mencari Kallisti".
"Tapi apakah kau tau dimana menemukannya?". Melissa bertanya kembali.
"Tidak, tapi aku akan berusaha untuk mendapatkannya". Mateo menggelengkan kepalanya.
Melissa kemudian memberikan pendapatnya. "Menurutku kau harus ke Wilayah Tengah, di Wilayah Tengah kau mungkin bisa menemukan petunjuk tentang itu".
"Wilayah tengah ya? Aku akan pergi ke sana kalau begitu". Mateo bergumam.
"Jadi sekarang apa yang akan kau lakukan?". Melissa bertanya.
"Aku ingin menghabiskan beberapa hari di sini dulu, aku masih belum melihat banyak wanita Elf". Mateo menjawab dengan santai.
"Jangan bilang padaku bahwa kau ingin meniduri semua wanita Elf?". Melissa bertanya dengan nada tidak percaya.
"Apakah ada yang salah dengan itu? aku ingin merasakan semua goa yang ada di Hutan Elf ini". Mateo menjawab dengan senyum cabul di wajahnya.
"Apa yang ada dipikiranmu hingga kau ingin merasakan setiap wanita di sini". Melissa menggelengkan kepalanya dengan tidak berdaya.
Mateo kemudian pergi dari kediaman Melissa dan menuju ke Istana Kerajaan Elf untuk menemui Milia.
.....
Saat ini di kamar ada Milia dan Olive, Elena dan Aura tidak ada diruangan itu karena mereka ada urusan masing masing.
Elena pergi mengunjungi perpustakaan tempatnya bekerja dulu. Sedangkan Aura pergi bermain di sekitar Istana, mungkin karena pikirannya masih seperti anak anak, jadi dia sangat menyukai hal yang baru di lihatnya.
Di kamarnya Milia terus mendengarkan Olive yang terus berbicara tentang kehidupannya selama Milia tidak ada.
Setelah selesai menceritakan semuanya, Olive kemudian bertanya sesuatu kepada Milia.
"Oh ya Yang Mulia, aku penasaran apa hubunganmu dengan manusia yang bernama Mateo itu?"
"Kami adalah teman". Milia menjawabnya dengan santai.
"Hanya berteman? apakah Yang Mulia tidak berpacaran dengannya?". Olive kembali bertanya.
Milia kemudian menjawabnya dengan santai. "Sebenarnya kami adalah teman yang saling menghangatkan ranjang".
"Teman menghangatkan ranjang? apa itu?". Olive bertanya dengan bingung.
__ADS_1
"Kamu tidak tau apa artinya itu?". Milia balik bertanya.
"Tidak". Olive menggelengkan kepalanya.
'Tidak kusangka dia masih sangat polos'. pikir Milia.
Milia kemudian menjelaskan. "Teman yang saling menghangatkan ranjang adalah suatu kegiatan dimana yang melibatkan dua orang antara pria dan wanita"
"Pria dan Wanita itu akan melakukan hubungan timbal balik yang akan saling mendapatkan kenikmatan dari masing masing"
"Kenikmatan itu di dapat dengan cara berciuman, saling meraba bagian tubuh, dan yang paling nikmat adalah saat adick kecil pria masuk ke dalam goa wanita".
Mendengar itu Olive menjadi sangat tertarik. "Apakah rasanya sangat nikmat? bolehkah aku mencobanya?".
"Kamu ingin merasakannya?". Milia bertanya.
"Ya". Olive mengangguk dengan penuh semangat.
"Hmm, aku akan menyuruh Mateo untuk mengajarimu nanti". Milia berkata dengan semyum di wajahnya.
Olive kemudian bertanya lagi tentang teman menghangatkan ranjang dengan penasaran.
Milia hanya bisa menjelaskannya dengan sabar semua pertanyaan dari Olive.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Milia selesai menjawab semua pertanyaa Olive.
*Tok* *Tok* *Tok*
Tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamar Milia, Mendengar itu Milia langsung bertanya.
"Ini aku". Suara Mateo terdengar dari balik pintu.
Mendengar itu Milia sangat gembira dan berkata kepada Olive. "Nah sekarang Mateo ada di sini, aku akan menyuruhnya untuk mengajarimu tentang teman yang menghangatkan ranjang".
Milia kemudian membukakan pintu untuk Mateo. "Masuklah".
Setelah Mateo masuk ke kamarnya, Milia mengunci pintu dan berkata kepada Mateo.
"Mateo, temanku Olive ingin kau untuk mengajarinya tentang teman menghangatkan ranjang"
Milia sekarang hanya memanggil Mateo langsung dengan namanya karena kontrak budaknya sudah selesai.
"Teman menghangatkan ranjang?". Mateo berkata dengan bingung setelah mendengar itu.
Milia kemudian menjelaskan kepada Mateo tentang dia membuat kata itu untuk memberitahu Olive tentang bercinta.
__ADS_1
Mendengar itu Mateo mengangguk dan tersenyum dengan cabul ke arah Olive. "Hehehe, jadi begitu, maka izinkan aku untuk mengajarimu apa itu Teman menghangatkan ranjang".