
Bab 48
Mateo berbebalik dan berkata kepada semua orang."Baiklah, mari kita mengadakan pesta untuk Diana".
Akhirnya mereka semua berpesta hingga larut malam. Setelah selesai berpesta mereka semua terlihat mabuk.
Mateo kemudian menghampiri Ratu dan mencium bibirnya."Sudah lama aku tidak bercinta dengamu".
Ratu membalas ciumannya dan berkata."Ya, aku juga sudah sangat merindukan sentuhanmu".
Mateo dan Ratu terus berciuman, setelah beberapa saat mereka berhenti berciuman. Akhirnya Mateo melepaskan semua pakaian Ratu.
Dia langsung memasukkan Mateo kecil kedalam Ratu, Erangan Ratu pun bisa terdengar dengan jelas.
Mereka bercinta di depan semua orang yang sedang mabuk. Vanessa sedikit terbangun mendengar erangan Ratu.
Dia akhirnya mendekati mereka dan ikut bercinta. Dia juga membangunkan Charlotte dan Anggie dan membawa mereka ikut bercinta.
Mateo terus menusukkan Mateo kecil kepada mereka berempat dengan sangat bersemangat.
Erangan keempat wanita itu pun terdengar sangat keras hingga membangunkan beberapa wanita yang ada di dekat mereka.
Layla yang juga ikut berpesta terkejut melihat Mateo bercinta dengan empat wanita sekaligus.
Dia mencoba untuk terus pura pura tidur, namun Mateo mengetahuinya dan memanggilnya.
"Layla, kemarilah, kamu juga ikut dengan kami". Mateo melambaikan tangannya.
Layla masih tetap berpura pura tidur, melihat itu Mateo berhenti menggerakan tubuhnya dan berjalan menuju Layla.
Begitu dia berada dengan Layla, Mateo langsung mengangkatnya dan membawanya ke tempat Ratu dan Vanessa.
Mateo langsung melepaskan semua pakaian yang ada di tubuh Layla.
"Kyaa"
__ADS_1
Layla berteriak kaget, dia menatap Mateo dan berkata dengan gugup."T-tuan a.. apa yang a.. akan kamu la.. kukan?".
Mateo tersenyum dan berkata."Tentu saja aku akan bercinta denganmu".
"T-tapi bagaimana jika Yang Mulia Ratu mengetahuinya?". Layla bertanya dengan gugup.
"Tenang saja, dia tidak akan marah, aku juga akan mengangkatmu menjadi selirku". Mateo tersenyum.
Tanpa basa basi lagi, Mateo langsung memasukkan Mateo kecil ke dalam Layla.
"Ahh"
Layla mengerang kenikmatan, karena dia sudah sangat lama tidak merasakan sentuhan dari seorang pria.
Mateo terus menggerakan pinggulnya dengan sangat cepat, setelah beberapa saat dia menembakan bebannya ke dalam Layla.
Akhirnya Layla yang kenikmatan langsung pingsan, Vanessa yang melihat itu berkata dengan menggoda.
"Sepertinya sesuatu yang ada dibawahku ini juga menginginkan cairan putih kental itu".
Vanessa mengerang kesenangan dengan sangat keras, bahkan wajahnya terlihat sangat kenikmatan.
Anggie yang melihat Vanessa memasang wajah seperti itu langsung berkata."Aku tidak pernah melihat nenek memasang wajah seperti itu".
Charlotte juga mengangguk."Ya, ini adalah pertama kalinya aku melihat wajah nenekmu seperti itu".
Anggie dan Charlotte kemudian mendekati Mateo dan Vanessa yang sedang bercinta dengan keras, Ratu juga ikut menghampiri bersama mereka.
Akhirnya mereka berempat bergantian untuk memuaskan Mateo. setelah beberapa jam Mateo menembakan bebannya ke dalam Vanessa dan juga ke wajah Ratu, Charlotte dan Anggie.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN?". Suar terkejut terdengar dari belakang mereka.
Mereka berpaling dan melihat Selena terbangun dan memasang ekspresi tidak percaya.
Ratu tertawa dan menjawab."Fufu, tentu saja kami sedang bercinta, apakah kamu tidak pernah melakannya?".
__ADS_1
"T-tentu saja aku pernah". Selena menjawab dengan tergesa gesa.
"Oh". Ratu sedikit mengangkat alisnya, kemudian berkata kembali."Bagaimana kalau kamu ikut dengan kami".
"T-tidak akan" Selena berkata dengan cepat.
"Tapi kami di sini masih kekurang orang untuk dapat memuaskan Mateo". Ratu berkata.
"Itu bukan urusanku". Selena menjawab dengan cepat.
"Mateo, kamu ambil Selena, bawa dia bercinta bersama dengan kita". Ratu berkata.
Mateo langsung menghampiri Selena dan mengangkatnya, lalu membawanya ke tempat Ratu.
"A-apa yang ingin kalian lakukan?". Selena berteriak dengan histeris.
"Tentu saja bercinta denganmu". Mateo tersenyum.
Dia kemudian merobek pakaian yang dikenakan Selena, setelah itu dia langsung memasukkan Mateo kecil kedalam Selena.
Namun begitu Mateo kecil masuk, lubang milik Selena mengeluarkan darah. Mateo berkata dengan terkejut."Apa? ternyata kamu masih perawan?".
Selena hanya meringis kesakitan karena dia kehilangan keperawanannya.
"Fufu, ternyata Ratu Selena yang bernartabat adalah seorang perawan tua". Ratu tertawa.
Setelah beberapa saat akhirnya Mateo menggerakan tubuhnya dengan cepat hingga Selena menjerit kesenangan.
Setelah bergerak beberapa jam, Akhirnya Mateo menembakkan bebannya kedalam Selena.
Mateo terus bercinta dengan yang lainnya, dia juga menembakkan bebannya pada Charlotte dan Anggie.
Hingga akhirnya Mateo tertidur karena kelelahan.
Pesta kemudian terus berlanjut selama tujuh hari kedepan.
__ADS_1