Return Great Magician(Dropped)

Return Great Magician(Dropped)
Pangeran meminta bantuan


__ADS_3

Bab 18


Ketika hari sudah pagi, Mateo bangun dari tidurnya dan dia melihat Mia yang masih tertidur pulas karena kelelahan tadi malam.


Mateo kemudian keluar dari kamarnya, lalu dia menuju ke ruang makan, di sana dia sudah melihat banyak makanan berbaris di meja makan.


Lalu dia mendekati meja makan dan duduk, setelah dia duduk, Layla datang dari dapur dengan membawa piring yang berisi makanan yang sudah di masak.


"Tuan Mateo, sebentar lagi semua makanannya akan siap". Layla berkata.


Mateo mengangguk dan berkata."Ya, terima kasih karena telah bekerja keras".


"Oh, dan dimana yang lain?". Tambahnya lagi.


Layla segera menjawab."Sepertinya yang lain masih tidur, nanti saya akan membangunkan mereka".


Mateo mengangguk lagi dan berkata."Ya, dan kamu tidak perlu membangunkan Mia, cukup siapkan makanan secara terpisah untuknya, nanti aku sendiri yang akan membawakannya".


Layla mengangguk dan berkata."Baiklah Tuan, kalau begitu saya permisi dulu". Layla membungkuk sedikit dan pergi memanggil yang lain.


Setelah beberapa saat semua orang dirumah telah berkumpul untuk sarapan pagi bersama.


Layla kemudian datang dengan membawa piring berisi lauk untuk mereka makan.


Setelah itu mereka semua sarapan bersama dengan gembira.


Setelah selesai makan, Mateo kemudian membawa makanan yang disediakan khusus untuk Mia ke kamarnya.


Setelah tiba di kamarnya dia kemudian membangunkan Mia yang masih tertidur dengan pulas.


Setelah beberapa kali coba membangunkan, Mia sudah terbangun, namun dia masih memejamkan matanya.


Mateo yang mengetahui itu langsung berkata."Sepertinya tuan putri ingin ciuman selamat pagi agar bisa bangun".


Mia sedikit tersenyum setelah mendengar itu, dan dia menantikan ciuman dari Mateo.


Kemudian Mateo mencium Mia di bibirnya dengan lembut, beberapa saat kemudian Mia membuka matanya dengan senyum bahagia terlihat di wajahnya.


Melihat Mia sudah bangun, Mateo berkata."Sepertinya tuan putri kita yang manja sudah terbangun".


Mia berkata dengan senyum di wajahnya."Aku sungguh bahagia mendapatkan ciuman pagi dari pangeranku yang tampan".


Mateo kemudian mencium bibirnya lagi dengan lembut dan manja.


Setelah itu Mateo berkata."Sebaiknya tuan putriku sarapan dulu, agar bayi kita lahir dengan keadaan sehat".

__ADS_1


Kemudian Mateo menyuapi Mia dengan sangat romantis.


Mateo mengukurkan sendoknya ke arah mulut Mia dan berkata."Aaa".


Mia pun membuka mulutnya untuk menyambut makanan yang suapkan Mateo.


Setelah sampai di mulut Mia, Mia ingin mengatup mulutnya untuk memakannya, namun Mateo menariknya kembali sebelum Mia bisa memakannya.


Mia sedikit merajuk."Mmhhh, jahat". Mia memukul dada Mateo dengan pelan.


Mateo yang melihat ini tidak bisa menahan tawanya."Hahaha, kamu terlihat sangat manis ketika sedang merajuk".


Mateo kemudian menyuapinya kembali, setelah beberapa saat makanannya sudah habis.


Mia yang haus setelah makan langsung meminum minuman yang di bawa oleh Mateo, tapi sebelum dia bisa meminumnya Mateo menghentikannya.


"Tunggu". Mateo menangkap cangkirnya.


Mia kemudian bertanya dengan bingung."Kenapa?".


"Aku akan memberikanmu minumannya". Mateo berkata sambil mengambil cangkirnya.


Dia kemudian memasukkan air ke dalam mulutnya dan memberi Mia minuman menggunakan bibirnya.


Mia yang mendapat perlakuan seperti ini, hatinya langsung menjadi berbunga bunga.


Mateo kemudian berkata dengan bangga."Tentu saja, Seorang pria harus pandai membuat wanitanya sendiri bahagia".


Mia kemudian berkata."Aku ingin kita melakukan ini beberapa kali di masa depan, Biarpun hanya sesekali".


"Aku akan melakukannya untukmu". Mateo berkata sambil memeluk Mia.


Saat mereka sedang berpelukan, tiba tiba seseorang mengetuk pintu kamarnya dan berkata langsung dari luar.


*Tok tok*


"Tuan, katanya pangeran Hansen datang berkunjung". Suara Layla terdengar dari luar.


"Baiklah, suruh dia masuk terlebih dahulu". Mateo berkata dengan santai.


Layla kemudian mengangguk dan berkata."Baik tuan, akan saya sampaikan".


Setelah itu Layla langsung pergi keluar untuk menyuruh Hansen masuk dan menunggu.


Mia yang mendengar pangeran yang berkunjung langsung merasa gugup.

__ADS_1


Dia kemudian berkata kepada Mateo dengan cemas."Apakah pangeran sudah mengetahui hubunganmu dengan Ratu? dan dia datang sekarang untuk menangkapmu?".


Mateo kemudian menenangkannya dan berkata."Tidak, ini bukan tentang masalah itu, ini adalah masalah lain".


"Kamu tidak perlu terlalu khawatir, karena itu akan membahayakan kandunganmu". Mateo menambahkan.


Mateo kemudian berdiri dan berkata."Baiklah aku akan menemui pangeran dulu, kamu tunggu saja disini dan jangan khawatir".


Mia kemudian mengangguk."Ehm".


Kemudian Mateo berjalan keluar dari kamar untuk menemui Hansen yang sedang menunggunya di ruang tamu.


Beberapa saat kemudian Mateo tiba di ruang tamu, di sana dia melihat Hansen duduk menunggunya.


Ketika Hansen melihat Mateo datang, dia berdiri dan dia memberi penghormatan, Mateo kemudian membalasnya dengan menganggukan kepalanya.


Lalu Mateo mempersilahkan Hansen untuk duduk kembali."Pangeran, silahkan duduk".


Lalu Mateo duduk dan setelah melihat Mateo sudah duduk, Hansen kemudian duduk juga.


Setelah duduk Mateo berkata sambil tersenyum."Merupakan sebuah kehormatan bagi saya bahwa pangeran kedua berkunjung ke rumah saya".


"Tidak tidak, sejujurnya kedatanganku kesini adalah untuk meminta bantuanmu". Hansen berkata sambil tersenyum.


Mateo sedikit terkejut dan berkata."Oh, bantuan seperti apa yang bisa saya berikan kepada pangeran?".


Hansen kemudian berkata."Aku ingin kamu menangkap seseorang yang sudah mengganguku akhir akhir ini".


Mateo berkata dengan ekspresi terkejut."Oh, siapa yang berani mengganggu pangeran dari Kerajaan Fred?".


"Aku juga tidak tau, namun beberapa saat lalu salah satu bawahanku terbunuh di sebuah bangunan di pinggir kota". Hansen berkata dengan sedikit kesal.


"Bantuan seperti apa yang pangeran inginkan dariku?". Mateo bertanya.


Hansen kemudian menjawab."Aku ingin kamu menyelidiki siapa pelaku yang telah membunuhnya".


Mateo kemudian berpikir sebentar lalu berkata."Hmmm, aku bisa membantu menyelidiknya, namun aku tidak menjamin akan menemukan siapa pelakunya".


"Tidak apa apa, aku sudah sangat senang kamu mau membatuku". Hansen berkata sambil tersenyum.


Mereka kemudian berbincang tentang hal hal lain, Setelah beberapa saat Hansen meminta untuk undur diri.


"Baiklah kalau begitu, aku akan pergi dulu, dan juga terima kasih karena mau membantuku". Hansen berkata dengan hormat.


"Tidak apa apa, aku juga senang dapat membantu pangeran". Mateo berkata dengan sedikit hormat.

__ADS_1


Hansen kemudian pergi dengan di antarkan oleh Milia.


Setelah melihat kepergian Hansen, Mateo berkata pada dirinya sendiri."Sepertinya dia tidak tau bahwa orang yang telah mengganggunya akhir akhir ini adalah aku".


__ADS_2