
Bab 59
Sebelum Albert bisa membunuh Milia, seseorang datang menuju ke arahnya dari atas dengan cepat.
*Bang*
Orang itu meninju Albert dengan kuat, Namun Albert berhasil menghindar sebelum serangan itu mengenainya.
"Ternyata itu kau, padahal aku akan langsung mencarimu setelah membunuh mereka semua, namun ternyata kau datang sendiri". Albert berkata dengan sombong setelah melihat orang yang datang.
Orang itu adalah Grim Reaper, dia sudah berada di atas Istana untuk melihat kartu AS yang dimiliki Albert.
Grim Reaper menjawabnya dengan santai. "Yah, aku menunggumu untuk mengeluarkan Kartu AS mu, jika aku langsung membunuhmu, mungkin aku tidak akan tau ada senjata Iblis di sini".
Albert membalasnya dengan arogan. "Kau sudah membuat kesalahan besar karena membiarkanku menggunakannya, karena aku akan membunuhmu".
Grim Reaper berkata dengan santai. "Kita tidak akan tau kalau belum mencobanya".
Albert dan Grim Reaper maju secara bersamaan, mereka saling serang dan menghindar.
*Swosh* *Swosh* *Swosh*
Mereka bergerak dengan cepat, dan kecepatan mereka seimbang, sehingga mereka berhasil menghindari serangan masing masing.
*Swosh*
Mereka berdua sama sama mundur dan saling memuji. "Tak kusangka kekuatanmu meningkat begitu banyak". Grim Reaper memujinya.
Albert juga berkata. "Kau juga mempunyai kekuatan yang melebihi ekspektasiku".
"Namun itu masih belum cukup untuk mengalahkanku". Albert langsung maju dengan kecepatan penuh.
"Kita lihat saja". Grim Reaper juga maju dengan kecepatan penuhnya.
*Slash* *Sret*
Grim Reaper berhasil menggores sedikit tubuh Albert, begitu juga dengan Albert. Dia berhasil mengenai topeng Grim Reaper.
*Retak*
Topeng Grim Reaper retak, dan kemudian muncul wajah orang yang ada di dalamnya, Ternyata orang itu adalah Mateo.
__ADS_1
Ketika Albert melihat wajah itu, dia terkejut. "Tidak kusangka di usia yang begitu muda kamu memiliki kekuatan yang sangat besar".
"Jika aku membiarkanmu tumbuh, mungkin sepuluh tahun lagi kau akan menguasai Wilayah Timur". Albert menyerang lagi.
"Aku akan menguasai Wilayah Timur jika itu memang diperlukan". Mateo menyerang juga.
*Swosh* *Swosh* *Swosh*
Gerakan mereka lebih cepat daripada pertempuran pertama mereka.
Black Magic : Blast!
*Boom*
Ledakan dari sihir hitam menghantam Albert secara langsung, dan mengakibatkan dia terpental.
"Tidak kusangka kamu juga bisa menggunakan sihir". Albert berkata dengan terkejut.
Albert kemudian menusuk kedua belah matanya, setelah beberapa saat muncul satu mata di tengah dahinya.
Mata itu berwarna hitam pekat dengan pupil kuning.
"Aku telah mengorbankan kedua mataku untuk mendapatakan [Eye of Laplace], Mata ini dapat membuatku melihat sedikit ke masa depan". Albert berkata dengan bangga.
Mateo langsung bergerak dengan cepat dan muncul di belakang Albert, Namun Albert sudah berada dibelakangnya.
"Aku sudah melihat masa depan untuk mengetahui arah seranganmu, jadi begitu kau bergerak, aku mundur lebih dulu". Albert berkata dan memukul Mateo.
*Bam*
*Gubrak*
Mateo terpental hingga menabarak dinding, Mateo kembali berdiri dan berkata. "Tidak kusangka mata itu sangat merepotkan".
Mateo kembali menyerang, Namun Albert berhasil menghindarinya dan melakukan serangan balasan.
Mateo kemudian memikirkan bagaimana cara untuk mengatasi [Eye Of Laplace] milik Albert.
'Jika aku menyerang dari belakang dengan kecepatan penuh saat itu dia bergerak ke belakangku. Saat itu aku akan menambah kecepatan untuk bergerak kembali ke belakangnya'. pikirnya
*Swosh*
__ADS_1
Mateo bergerak dengan sangat cepat dan muncul di belakang Albert. sesuai prediksi Albert bergerak ke belakangnya. Mateo kemudian menambah kecepatannya dan muncul kembali di belakang Albert.
Black Magic : Darkness Slashing!
Pedang hitam muncul di tangan Mateo dan dia menebaskannya ke Albert.
*Slash*
Tebasannya berhasil membuat satu tangan Albert terputus.
"Arrghh"
Albert menjerit dengan keras, melihat itu Mateo berkata. "Sesuai dugaanku, matamu hanya bisa melihat beberapa detik ke masa depan, dan itu akan ada jeda sebelum kamu bisa menggunakannya kembali".
"Tidak kusangka kau bisa mengetahuinya". Albert berkata dengan marah.
Albert kemudian menggunakan kekuatan penuh dari [Eye Of Laplace], tiba tiba muncul simbol di bagian luar matanya.
"Dengan begini aku bisa melihat beberapa menit ke masa depan". Albert berkata, namun setelah itu dia berteriak dengan tidak percaya.
"TIDAK MUNGKIN, BAGAIMANA ITU BISA TERJADI".
Albert melihat kegelapan yang tak berujung di masa depannya, yang berarti itu adalah kematiannya.
Ketiak Mateo melihat Albert sedang histeris dan tidak memperhatikannya, dia langsung memanfaatkan kesempatan itu.
Black Magic : Time Splitter!
Pedang hitam muncul kembali di tangan Mateo dan dia menebaskannya ke arah Albert.
Sihir hitam berbentuk tebasan pedang menyerbu ke arah Albert, Ketika Albert melihat itu dia mencoba menghindarinya dengan memanfaatkan penglihatan masa depannya.
*Retak*
Penglihatan masa depannya retak bagaikan kaca yang terkena tebasan, akhirnya tebasan Mateo membelah tubuhnya menjadi dua.
Tubuh Albert langsung lenyap menjadi debu, kemudian pedang milik Raja pertama Kerajaan Fred muncul dari debu bekas tubuh Albert.
*Clang*
Pedang itu jatuh ke lantai, Mateo yang baru saja mengeluarkan jurus yang sangat hebat kehabisan mana. Dia berjalan ke arah pedang itu dengan susah payah dan mengambilnya.
__ADS_1
"Pedang ini sangat berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah". Mateo kemudian menyimpannya.
"Mereka tidak perlu mengetahui bahwa aku ada di sini". Mateo kemudian langsung pergi dari tempat itu dan meninggalkan Antonio dan yang lainnya.