
Bab 62
Di Kerajaan Sky High saat ini luka Selena dan yang lainnya sudah pulih, mereka berniat untuk pergi dan kembali ke Kerajaan Cornelius.
Selena juga ingin kembali ke Kerajaan Magnolia untuk mengatur kembali Kerajaannya.
"Milia, ikutlah dengan ayah kembali ke Kerajaan Elf". David mengajak Milia ikut bersamanya.
Milia menggelengkan kepalanya. "Tidak ayah, aku tidak bisa kembali denganmu".
"Kenapa?". David bertanya dengan bingung.
"Sekarang aku menjadi budak Raja Kerajaan Cornelius, dan aku akan bebas 4 tahun lagi". Milia menjawabnya.
"APA?". David terkejut ketika mendengar itu.
"Kenapa kau menjadi budaknya? aku akan mengalahkannya karena sudah berani menjadikan putriku budak". David berkata dengan marah.
Milia menggelengkan kepalanya kembali. "Tidak ayah, dia membeliku dari pedagang budak".
"Kenapa kamu berada di pedagang budak?". David bertanya dengan bingung.
Milia kemudian menjelaskan. "Saat aku sedang ingin pergi melihat dunia luar, aku tidak sengaja bertemu sekelompok bandit yang cukup kuat"
"Aku berhasil mengalahkan beberapa dari mereka, Namun aku tidak cukup tenaga untuk mengalahkan semuanya, akhirnya aku pingsan dan ketika bangun aku sudah berada di kandang penjual budak".
David sangat marah dan berkata. "Sialan, bandit mana yang berani menculik putriku. Dan penjual budak mana yang berani menjual putriku sebagai budak!".
Mendengar itu Selena buru buru berkata. "Sudah, kita tidak perlu membahas itu untuk saat ini".
"Tentu saja perlu, ini menyangkut masalaj putriku". David langsung berkata dengan cepat.
"Saat ini kita perlu menentukan siapa yang akan memimpin Kerajaan yang sedang tidak ada Raja". Selena menjelaskan.
__ADS_1
"Huh, baiklah". David mendengus.
'Syukurlah jika dia tidak mengungkitnya lagi, jika dia tau bahwa pedagang budak itu adalah bawahanku, maka dia pasti akan langsung menyerang Kerajaanku'. Pikir Selena.
Antonio kemudian menyarankan. "Sebaiknya Yang Mulia Mateo saja yang menentukkannya".
"Baiklah, Kami setuju dengan itu". Yang lainnya mengangguk.
Mereka akhirnya bersiap untuk kembali ke Kerajaan masing masing.
.....
Sementara itu saat ini Mateo sedang menggendong Diana di taman Kerajaan bersama dengan Nana.
"Kakak, apakah sekolah di Kerajaan ini sudah bisa dibuka?". Nana bertanya.
"Hampir, kita akan mencari beberapa guru untuk menjadi pengajar". Mateo berkata dengan santai.
"Dan mulai sekarang panggil aku Ayah". Tambahnya.
Mateo tersenyum dan menjelaskan. "Saat ini ibumu sedang mengandung anakku dan juga adikmu. Dan umurku jauh lebih tua dari yang terlihat".
Nana terkejut setelah mendengar ibunya hamil. "Apa? ibu sedang hamil? berarti aku akan menjadi kakak yang sesungguhnya".
Mateo mengangguk. "Ya".
Nana kemudian berkata dengan gembira. "Aku harap adikku adalah laki laki".
"Kenapa kamu ingin adikmu laki laki?". Mateo bertanya.
"Sebenarnya itu adalah keinginan ibu sejak lama untuk mempunyai anak laki laki". Nana menjelaskan.
"Jadi seperti itu". Mateo mengangguk.
__ADS_1
Dia kemudian menambahkan. "Tenang saja, jika itu bukan laki laki. aku akan berusaha untuk membuatnya lagi".
"Apakah membuat bayi itu mudah?". Nana bertanya dengan bingung.
Mateo tersenyum. "Membuatnya sangat mudah, dan itu juga memberikan kenikmatan yang luar biasa".
Mata Nana berbinar. "Benarkah? apakah aku juga bisa membuatnya?".
Mateo mengangguk. "Tentu saja bisa, tapi tunggu beberapa tahun lagi sampai kamu dewasa".
Nana mengangguk dengan bahagia. "Baiklah, aku akan menjadi dewasa dengan cepat".
'Saat itu aku akan mengajarimu cara membuat bayi yang lucu'. Mateo berpikir sambil tersenyum.
"Wa wa"
Diana yang mendengar itu juga senang, seakan dia juga ingin menjadi dewasa dengan cepat.
Saat mereka sedang menikmati waktu bersama, tiba tiba pelayan datang melapor kepada Mateo.
"Yang Mulia, ada seorang wanita yang ingin bertemu dengan anda". Pelayan itu membungkuk.
"Wanita? apa yang dia inginkan?". Mateo bertanya dengan bingung.
Pelayan itu kemudian menjawab dengan sopan. "Dia bilang ingin meminta izin untuk membuka usaha di Kerajaan ini".
"Hmm baiklah, aku akan menemuinya". Mateo mengangguk.
Mateo kemudian berkata. "Kamu bawa Nana menemui ibunya".
"Baik, Yang Mulia". Pelayan itu menunduk dengan hormat.
Kemudian dia berkata. "Baiklah Putri Nana, silahkan ikut dengan saya".
__ADS_1
Nana kemudian mengikuti pelayan untuk menemui ibunya. Mateo akhirnya pergi menemui Wanita yang ingin berbisnis itu sambil membawa Diana.