
Bab 96
Di malam hari Mateo dan yang lainnya makan malam bersama dengan Darwin, Selesai makan Alice bertanya kepada Darwin dengan bingung. "Kenapa hanya ada kita saja? kemana Ayah?".
"Ayah saat ini dalam pengasingan, dia ingin memperkuat kekuatan sihirnya". Darwin menjawabnya dengan santai.
"Apakah kamu masih marah dengan Ayah?". Darwin bertanya setelahnya.
Alice menggelengkan kepalanya. "Tidak, Awalnya aku marah setelah dia bilang aku harus menikah dengan Zekke dari Keluarga Stone. Tapi lama kelamaan aku sudah melupakannya".
"Syukurlah kalau begitu". Darwin menghela napas lega.
Kemudian dia berkata lagi. "Sebenarnya saat itu Keluarga kita sedang terpuruk, dan satu satunya cara adalah dengan meminta bantuan dari Keluarga lain"
"Namun Keluarga lain tidak bisa membantu karena mereka juga sedang menghadapi masalah mereka sendiri. Tapi Keluarga Stone menawarkan bantuan dengan syarat menikahkanmu dengan Tuan Muda pertama mereka, yaitu Zekke"
"Namun kamu pergi pada saat itu dan membuat Ayah sangat marah besar. Beruntung aku bisa mengatasi masalah pada saat itu, jika tidak maka Keluarga Blaze hanya tinggal nama saja".
Mendengar itu Alice menunduk dengan sedih. "Maaf, saat itu aku tidak tahu apa apa tentang masalah keluarga dan tidak memikirkan masalah yang terjadi akibat perbuatanku waktu itu".
"Tidak apa apa, yang penting sekarang kamu telah kembali dengan selamat. Itu sudah cukup untukku". Darwin berkata dengan bahagia.
Kemudian dia memandang Mateo yang juga sarapan bersama mereka. "Terima kasih karena sudah menjaga adikku selama ini".
"Tidak apa apa, aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan". Mateo berkata dengan santai.
Lalu Darwin bertanya dengan penasaran. "Apa benar kau adalah Ayah Tyr?".
"Ya, apakah ada masalah dengan itu?". Mateo mengangguk dan berkata dengan bingung.
"Tidak tidak, aku hanya bingung karena wajahmu terlihat sangat muda. Kamu lebih cocok menjadi Kakaknya daripada Ayahnya". Darwin berkata dengan cepat.
"Hahaha, begitukah menurutmu? senang mendengarnya". Mateo berkata sambil tertawa.
Alice kemudian bertanya lagi kepada Darwin. "Ngomong ngomong dimana keponakanku? aku tidak melihatnya dari tadi".
"Dia tinggal di asrama". Darwin menjawab dengan singkat.
__ADS_1
Lalu dia berkata lagi. "Tapi sepertinya malam ini ada pesta penyambutan murid baru di Mansion air hujan, jadi mungkin dia ada di sana malam ini".
"Jadi begitu, sayang sekali aku tidak bisa melihatnya". Alice berkata dengan sedikit kecewa.
"Kamu bisa melihatnya, sebenarnya semua Bangsawan di undang untuk menghadiri acara itu". Darwin berkata.
"Benarkah? apakah kami boleh ikut?". Alice berkata dengan penuh harap.
"Tentu saja, sebaiknya kalian bersiap dan mengenakan pakaian yang bagus dulu". Darwin berkata.
Kemudian Mateo dan yang lainnya pergi ke kamar untuk menggunakan pakaian mewah untuk menghadiri pesta penyambutan murid baru Akademi.
Di kamar Melissa berkata kepada Mateo. "Tidak kusangka kamu sekarang mempunyai anak".
"Apa aku belum memberitahumu tentang itu?". Mateo bertanya dengan bingung.
"Tidak". Melissa menggelengkan kepalanya.
"Haha, berarti aku lupa memberitahumu saat itu". Mateo menggaruk kepalanya sendiri.
Melissa belum sempat menanyakan tentang anak Mateo, dia ingin bertanya setelah mendengar dari Darwin kalau Mateo punya anak.
Beberapa saat kemudian mereka akhirnya selesai berpakaian. Mereka kemudian pergi keluar dan menemui Darwin untuk pergi ke pesta bersama.
Ketika Darwin melihat Mateo dan yang lainnya tiba, dia kemudian mengajak mereka untuk langsung berangkat. "Apakah ada sesuatu yang tertinggal?".
"Tidak". Alice menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu kita akan langsung berangkat". Darwin keluar dari Mansionnya dan menaiki kereta kuda bersama dengan yang lainnya.
Mereka menggunakan dua kereta kuda, Jika mereka hanya menggunakan satu kereta kuda, itu tidak akan muat.
Jadi mereka menggunakan dua kereta kuda, Darwin satu kereta dengan Alice. Sedangkan Mateo bersama dengan Melissa serta Aura.
Mereka akhirnya berangkat menuju pesta bersama dengan kereta Darwin di depan dan diikuti oleh kereta Mateo.
.....
__ADS_1
Sementara itu di tempat pesta sudah banyak orang yang berkumpul, disana banyak Bangsawan yang menghadiri pesta penyambutan murid baru.
Murid baru akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan koneksi dari para Bangsawan.
Di sana juga banyak ada beberapa Bangsawan wanita yang mencari pria muda untuk memuaskan nafsu mereka.
Salah satunya adalah Carmilla, Carmilla melihat lihat para murid baru dan mencari mangsa yang cocok untuk memuaskan nafsunya.
Namun setelah mencari sekian lama dia tidak menemukan pria muda yang cocok untuk di ajak bercinta.
Kemudian dia melihat sekelompok pria dan wanita berambut hitam sedang mengobrol satu sama lain.
Carmilla menjilat bibirnya dan bergumam. "Sepertinya mereka bertiga adalah mangsa yang terbaik".
Carmilla kemudian menghampiri sekelompok pria dan wanita itu.
Sekelompok pria dan wanita itu adalah Diana dan juga adik adiknya.
"Tyr, bagaimana latihanmu bersama dengan Leo kemarin?". Diana bertanya.
"Aku sangat menikmatinya, Ayahnya adalah orang yang kuat". Tyr berkata bahagia.
"Dan ada sesuatu yang harus kuberitahu kepada kalian semua". Tyr berkata dengan serius.
"Apa itu?". Diana dan yang lainnya bertanya dengan penasaran.
Tyr kemudian menjelaskan. "Ternyata Ibu Alice berasal dari Wilayah Tengah, dan dia adalah Adik dari Ayah Leo".
"Apa?". Diana dan yang lainnya terkejut.
"Woah, Ibu Alice sangat hebat, tidak kusangka dia berasal dari sini". Vivi berkata dengan gembira.
"Ya, pantas saja aku tidak pernah mendengar tentang asal usulnya". Diana berkata dengan santai.
Saat mereka sedang mengobrol, tiba tiba ada Wanita dewasa yang sangat cantik mendekati mereka.
Wanita itu memiliki rambut merah muda bergelombang, pupil matanya berwarna merah darah.
__ADS_1
Wanita itu tentu saja adalah Carmilla. Carmilla kemudian menyapa mereka dengan ramah. "Halo adik adik, apa yang sedang kalian bicarakan?".