
Bab 8
Setelah mereka di dalam kereta kuda, Alice dan yang lainnya mau tidak mau bertanya kepada Mateo dengan bingung."Kenapa kamu melepaskan mereka? dan juga memberikan mereka makanan?".
Mateo kemudian menjawab sambil tersenyum."Suatu saat mereka akan berguna untukku".
Setelah mendengar itu mereka tidak lagi bertanya kepada Mateo.
Mereka pun terus melakukan perjalanan, setelah beberapa hari perjalanan dengan kereta kuda, mereka akhirnya tiba di pelabuhan kapal.
Untuk sampai ke ibu kota, mereka harus menggunakan kapal untuk menyeberangi sungai.
Di dalam kapal mereka banyak melihat petualang yang sedang melakukan perjalanan ke ibu kota.
Tasya kemudian bertanya kepada salah satu dari mereka."Hei, apakah kalian juga akan ke ibu kota?".
"Ya". Petualang itu menjawab dengan singkat.
"Apa yang akan kalian lakukan di ibu kota?". Tasya bertanya dengan penasaran.
Kemudian petualang itu menjawab dengan singkat."Tentu saja kami akan ikut dalam perburuan naga".
"Wow, kalian ingin ikut dalam perburuan naga?". Tasya bertanya dengan antusias.
"Ya, kudengar pihak kerajaan akan memberikan hadiah yang cukup besar". Petualang itu menjawab.
Petualang itu kemudian bertanya kepada Tasya."Apakah kalian juga akan ikut dalam perburuan naga?".
"Kami saat ini sedang mengawal pedagang ke ibu kota, tapi setelah itu aku mungkin akan ikut, tapi aku tidak tahu bagaimana dengan mereka". Tasya menjelaskan kepada petualang itu.
.Tasya kemudian memperkenalkan dirinya. "Oh, perkenalkan aku Tasya".
"Aku Brock". Jawab Brock dengan singkat.
Mereka kemudian terus berbincang, tanpa lelah.
.....
__ADS_1
Setelah setengah bulan perjalanan di kapal, mereka baru sampai setengah perjalanan.
Mereka tiba tiba di hadang oleh segerombolan bajak laut, kapal bajak laut itu kemudian menghadang kapal yang mereka tumpangi.
Kapten bajak laut itu kemudian berdiri di haluan kapal dan berteriak."SERAHKAN SEMUA BARANG BERHARGA KALIAN, ATAU KALIAN AKAN MATI".
Setelah mendengar itu para petualang yang ada di kapal pun menjadi marah.
Setelah melihat orang orang di kapal tidak mau menyerah, kapten bajak laut itu kemudian menyuruh anak buahnya menembakkan meriam ke arah kapal itu.
*Booom*
Peluru meriam itu meluncur ke arah kapal yang di tumpangi Mateo dan yang lainnya.
Namun sebelum peluru itu mengenai kapal, seseorang menggunakan sihir anginnya untuk menghalau peluru agar tidak mengenai kapal.
Wind Magic:Wind Blow!
*Swoosh*
Angin berhembus dan melemparkan peluru meriam ke dalam air.
"Turun ke sana dan gunakan teknik berpedang dan sihir kalian". perintah kapten bajak laut itu.
"Horyaa" "Horyaa"
para bajak laut itu kemudian turun dari kapal mereka dan menuju ke kapal yang di tumpangi Mateo.
*Clang* *clang*
Suara pedang yang berbenturan terdengar, Mateo hanya berdiam sambil menutup matanya.
Sementara itu yang lainnya terus bertarung dengan sekuat tenaga.
Banyak korban yang berjatuhan dari kedua belah pihak.
Kemudian ada seorang bajak laut yang menyerang Mateo, namun Mateo hanya menebaskan pedangnya dengan santai, dan tebasannya mengenai leher bajak laut itu dan dia langsung mati seketika.
__ADS_1
Pertarungan terus berlanjut hingga malam hari, tapi pertarungan sudah tidak se intens di siang hari tadi karena mereka semua sudah kelelahan.
Kapten kapal yang melihat ini pun langsung turun tangan dan dia menunjuk ke arah Mateo."Dari tadi aku melihatmu hanya berdiam diri saja, jadi aku akan menantangmu bertarung denganku".
"Kau yakin ingin menantangku". Mateo berkata dengan main main.
"Tentu saja, untuk apa aku takut menghadapi orang lemah sepertimu". Kapten bajak laut itu berkata dengan arogan.
"Baiklah, maka aku akan menjadi lawanmu" Mateo berkata sambil mengeluarkan pedangnya.
Setelah itu Mateo langsung menarik pedangnya dan menusukkan pedangnya ke arah kapten bajak laut itu.
*Suuut*
Seketika pedang itu langsung menusuk jantung kapten bajak laut itu, dia pun langsung mati seketika sebelum sempat melakukan apa apa.
Mateo kemudian berkata sambil membersihkan pedangnya."Bijaklah dalam memilih lawan di kehidupanmu yang berikutnya".
Ketika para bajak laut melihat kapten mereka mati dalam sekejap, mereka langsung panik dan lari menuju kapal mereka untuk menyelamatkan diri.
Para petualang tidak tinggal diam setelah melihat para bajak laut berlari, mereka kemudian mencoba membunuh mereka semua.
Namun masih ada beberap yang berhasil kabur dengan kapalnya.
Mateo bisa saja membunuh mereka semua, hanya saja dia terlalu malas untuk melakukan itu.
Setelah pertempuran selesai para petualang kemudian membersihkan bekas pertarungan tadi, dan pengguna Healing Magic juga menyembuhkan beberapa petualang yang terluka.
"Wow tidak kusangka kau akan sehebat ini". Alice berkata kepada Mateo dengan penuh semangat.
"Kukira kau hanya sedikit lebih kuat dariku". Tambahnya.
"Percayalah, aku jauh lebih kuat darimu". Mateo berkata dengan santai.
"Suatu hari nanti aku akan menyusulmu". Alice berkata dengan keyakinan penuh.
"Cobalah kalau kau bisa". Mateo berkata dengan singkat.
__ADS_1
Dengan begitu mereka kemudian beristirahat karena kelelahan akibat pertempuran yang panjang tadi.